Thanatos

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Thanatos yang digambarkan sebagai pemuda bersayap, dipahat di kuil Artemis

Thanatos (Bahasa Yunani: Θάνατος) adalah dewa kematian dalam mitologi Yunani. Dia membawa kematian yang tenang dan damai, berkebalikan dengan salah satu saudaranya, Ker, pembawa kematian yang menyakitkan.

Awal Mula[sunting | sunting sumber]

Thanatos adalah anak dari Niks dan Erebos dan memiliki saudara kembar Hipnos. Saudaranya yang lain yaitu: Geras (dewa masa tua), Oizis (dewa penderitaan), Moros (dewa ajal), Apate (dewi penipuan), Momos (dewa ejekan), Eris (dewi perselisihan), Nemesis (dewi pembalasan) dan Kharon.

Penggambaran[sunting | sunting sumber]

Thanatos sering digambarkan sebagai pria tua bersayap.

Kisah Thanatos[sunting | sunting sumber]

Thanatos merupakan takdir tak terelakkan bagi manusia, tapi ia pernah berhasil dikalahkan oleh Herakles. Suatu ketika, Thanatos dikirim untuk mencabut nyawa Alkestis, yang telah menawarkan hidupnya sebagai ganti untuk kehidupan suaminya, Raja Admetos dari Firai. Herakles adalah tamu di rumah Admetos pada waktu itu, dan ia menawarkan diri untuk membalas keramahtamahan Admetos dengan melawan Thanatos demi nyawa Alkestis. Ketika Thanatos tiba dari dunia bawah untuk membawa Alkestis, Herakles muncul dan kemudian mengalahkan sang dewa kematian. Alkestis kembali pada suaminya sementara Thanatos melarikan diri dari buruannya. Herakles bertarung lagi dengan Thanatos di dunia bawah ketika sedang menjalankan tugas kedua belasnya. Lagi-lagi Thanatos dikalahkan, Herakles kemudian mengampuni Thanatos atas permintaan Persefone.

Thanatos dianggap sebagai sosok yang tak punya belas kasihan dan tak pandang bulu, membenci dan dibenci oleh manusia dan para dewa. Tapi Thanatos kadang-kadang bisa terkecoh, dan Raja Sisifos dari Korintus pernah melakukannya. Ketika tiba saatnya bagi Sisifos untuk mati, dia menipu Thanatos sampai Thanatos terbelenggu. Ini menyebabkan tak ada manusia yang bisa mati. Akhirnya Ares, dewa perang, merasa frustrasi pada setiap pertempuran yang dia buat karena selalu tidak ada korban di pihak manapun. Dia kemudian membebaskan Thanatos dan menyerahkan penculiknya pada para dewa, tapi Sisifos lagi-lagi bisa menghindari kematian untuk yang kedua kalinya dengan meyakinkan Persefone untuk mengizinkannya kembali ke istrinya. Seperti sebelumnya, Sisifos kemudian ditangkap kembali dan dihukum selamanya dalam penderitaan di Tartaros.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]