Teodisi Agustinus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Augustine, (lukisan Botticelli), yang dianggap pengembang pertama bentuk teodisi ini.

Teodisi Agustinus (bahasa Inggris: Augustinian theodicy) adalah suatu bentuk teodisi Kristen yang membahas masalah kejahatan. Pertama kali dibedakan sebagai suatu bentuk teodisi oleh John Hick dalam Evil and the God of Love, yang ditulis pada tahun 1966, dimana ia menggolongkan teodisi Agustinus dan perkembangan selanjutnya sebagai "Augustinian". Hick membedakan antara teodisi Agustinus, yang mencoba membebaskan Allah dari segala tanggung jawab kejahatan, berdasarkan kebebasan kehendak, dengan Teodisi Irenaeus, yang menggambarkan Allah bertanggung jawab atas kejahatan tetapi dibenarkan karena bermanfaat untuk perkembangan manusia.[1]

Teodisi ini muncul sebagai respons terhadap persoalan yang berkaitan dengan adanya kejahatan,[2] yang menimbulkan pertanyaan jika Allah itu Mahakuasa dan Maha Pemurah, pasti tidak ada kejahatan di dunia. Bukti adanya kejahatan mempertanyakan hakekat Allah atau keberadaan-Nya – bahwa Allah itu mungkin tidak Mahakuasa, tidak Maha Pemurah, atau tidak ada.[3] Teodisi merupakan suatu upaya untuk menyelaraskan keberadaan dan hakekat Allah dengan adanya kejahatan di dunia dengan memberi penjelasan yang valid mengenai kejadiannya.[2] Teodisi Agustinus menyatakan bahwa Allah menciptakan dunia ex nihilo (dari nol; dari kehampaan), tetapi Allah tidak menciptakan kejahatan dan tidak bertanggung jawab atas kemunculannya.[4] Kejahatan tidak dianggap muncul dengan sendirinya, melainkan sebagai "kehilangan" kebaikan – yaitu rusaknya ciptaan Allah.[5]

Teodisi Agustinus ini mendukung pandangan dosa asal. Semua versi teodisi ini menerima tafsiran harfiah dari kisah penciptaan pada Kitab Kejadian, termasuk keyakinan bahwa Allah menciptakan manusia, laki-laki dan perempuan, tanpa dosa maupun tanpa penderitaan. Kejahatan diyakini merupakan hukuman yang adil untuk kejatuhan manusia ke dalam dosa: ketika Adam dan. Hawa pertama kali melanggar perintah Allah dan diusir keluar dari Taman Eden.[6] Kebebasan berkehendak umat manusia oleh Teodisi Agustinus dianggap merupakan alasan berkelanjutan untuk kejahatan moral: orang melakukan perbuatan amoral atau bejat ketika kehendak mereka itu jahat.[2] Sifat manusia yang jahat disebabkan oleh dosa asal; para teolog Agustinian berpendapat bahwa dosa Adam dan Hawa merusak kehendak umat manusia,[7] dan mempertahankan bahwa Allah tidak bersalah dan Allah itu baik, dan Ia tidak bertanggung jawab atas adanya kejahatan.[8]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Hall 2003, hal. 132
  2. ^ a b c Svendsen & Pierce 2010, hal. 48–49
  3. ^ Tooley, Michael (16 September 2002; substantial revision 21 August 2009). "The Problem of Evil". Stanford Encyclopedia of Philosphy. Diakses 8 February 2012. 
  4. ^ Bennett, Peters, Hewlett & Russell 2008, hal. 126
  5. ^ Menn 2002, hal. 170
  6. ^ Corey 2000, hal. 177–178
  7. ^ Green 2011, hal. 779
  8. ^ Geivett 1995, hal. 19

Pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Augustine of Hippo (fifth century). Wikisource link to The City of God. Wikisource.
  • Augustine of Hippo (392 AD). Wikisource link to Acts or Disputation Against Fortunatus the Manichaean. Wikisource.
  • Barber, Bruce; Neville, David (2005). Theodicy and Eschatology. ATF Press. ISBN 978-1-920691-22-6. 
  • Bennett, Gaymon; Peters, Ted; Hewlett, Martinez J.; Russell, Robert John (2008). The evolution of evil. Vandenhoeck & Ruprecht. ISBN 978-3-525-56979-5. 
  • Case-Winters, Anna (1990). God's power: traditional understandings and contemporary challenges. Westminster John Knox Press. ISBN 978-0-664-25106-2. 
  • Cavadini, John C. (1999). Augustine through the ages: an encyclopedia. Wm. B. Eerdmans Publishing. ISBN 978-0-8028-3843-8. 
  • Cheetham, David (2003). John Hick: a critical introduction and reflection. Ashgate Publishing. ISBN 978-0-7546-1599-6. 
  • Cobb, John B.; Griffin, David Ray (1976). Process theology: an introductory exposition (ed. 9). Westminster John Knox Press. ISBN 978-0-664-24743-0. 
  • Corey, Michael Anthony (2000). Evolution and the problem of natural evil. Rowman and Littlefield. ISBN 978-0-7618-1812-0. 
  • Davis, Stephen (2001). Encountering evil: live options in theodicy. Westminster John Knox Press. ISBN 978-0-664-22251-2. 
  • Duncan, Steven (2007). Analytic Philosophy of Religion: its History since 1955. Humanities-Ebooks. 
  • Ellis, George Francis Rayner; Murphy, Nancey (1996). On the moral nature of the universe: theology, cosmology, and ethics. Fortress Press. ISBN 978-0-8006-2983-0. 
  • Fredriksen, Paula (2010). Augustine and the Jews: A Christian Defense of Jews and Judaism. Yale University Press. ISBN 978-0-300-16628-6. 
  • Geivett,R Douglas (1995). Evil & the Evidence For God: The Challenge of John Hick's Theodicy. Temple University Press. ISBN 978-1-56639-397-3. 
  • Green, Joel (2011). Dictionary of Scripture and Ethics. Baker Academic. ISBN 978-0-8010-3406-0. 
  • Griffin, David Ray (1976). God, power, and evil: a process theodicy. Westminster John Knox Press. ISBN 978-0-664-22906-1. 
  • Hall, Lindsey (2003). Swinburne's hell and Hick's universalism: are we free to reject God?. Ashgate Publishing. ISBN 978-0-7546-3400-3. 
  • Hick, John (2010). Evil and the God of love. Palgrave Macmillan. ISBN 978-0-230-25279-0. 
  • Howard-Snyder, David (1996). The evidential argument from evil. Indiana University Press. ISBN 978-0-253-21028-9. 
  • Ingram, Paul; Streng, Frederick (1986). Buddhist-Christian Dialogue: Mutual Renewal and Transformation. University of Hawaii Press. ISBN 978-0-8248-0829-7. 
  • Korsmeyer, Jerry (1995). God-creature-revelation: a neoclassical framework for fundamental theology. University Press of America. ISBN 978-0-8191-9689-7. 
  • Little, Bruce Alva (2005). A Creation-order Theodicy: God And Gratuitous Evil. University Press of America. ISBN 978-0-7618-2989-8. 
  • McGrath, Alister (1995). The Blackwell encyclopedia of modern Christian thought. Wiley-Blackwell. ISBN 978-0-631-19896-3. 
  • McKim, Donald (2004). The Cambridge Companion to John Calvin. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-01672-8. 
  • Melse, C. Robert (1993). Process theology: a basic introduction. Chalice Press. ISBN 978-0-8272-2945-7. 
  • Menn, Stephen (2002). Descartes and Augustine. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-01284-3. 
  • Plantinga, Alvin; Sennett, James (1998). The analytic theist: an Alvin Plantinga reader. Wm. B. Eerdmans Publishing. ISBN 978-0-8028-4229-9. 
  • Sharma, Arvind (2006). A primal perspective on the philosophy of religion. Springer. ISBN 978-1-4020-5013-8. 
  • Steele, David N.; Thomas, Curtis (1963). The five points of Calvinism: defined, defended, documented. P&R Publishing. ISBN 978-0-87552-444-3. 
  • Svendsen, Lars Fr. H.; Pierce, Kerri A. (2010). A philosophy of evil. Dalkey Archive Press. ISBN 978-1-56478-571-8. 
  • Wawrykow, Joseph Peter (2005). A-Z of Thomas Aquinas. Hymns Ancient & Modern. ISBN 978-0-334-04012-5. 
  • Zaccaria, Francesco (2009). Participation and Beliefs in Popular Religiosity: An Empirical-Theological Exploration Among Italian Catholics. Volume 18 of Empirical Studies in Theology. BRILL. ISBN 978-90-04-18096-3.