Predestinasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Predestinasi adalah sebuah konsep religius, yang melibatkan hubungan antara Tuhan dan ciptaan-Nya. Karakter religius predestinasi membedakannya dari gagasan lain seperti determinisme dan kehendak bebas. Mereka yang percaya pada predestinasi, percaya bahwa sebelum Penciptaan, Allah telah menentukan nasib alam semesta di seluruh waktu dan ruang.

Arminianisme[sunting | sunting sumber]

Arminian berpendapat bahwa predestinasi Allah berdasarkan pra-pengetahuan Allah. Mereka percaya bahwa Allah memilih orang-orang yang Ia "tahu lebih dahulu" mau percaya untuk diselamatkan, sehingga pra-pengetahuan Allah itu didasarkan pada syarat atau kondisi yang dibentuk oleh manusia.

Lutheranisme[sunting | sunting sumber]

Lutheran meyakini bahwa umat pilihan dipredestinasi untuk keselamatan.[1] Tidak seperti Calvinis, Lutheran tidak percaya pada predestinasi untuk kebinasaan atau reprobasi.[2] Sebaliknya, Lutheran mengajarkan hukuman kekal adalah hasil dari dosa-dosa orang fasik, penolakan terhadap pengampunan dosa, dan ketidakpercayaan.[3] Sikap Martin Luther terhadap predestinasi diatur dalam On the Bondage of the Will, yang diterbitkan pada tahun 1525. Buku ini dipublikasikan oleh Luther dalam menanggapi risalah yang diterbitkan oleh Desiderius Erasmus tahun 1524 dikenal sebagai On Free Will. Luther mendasarkan pandangannya pada Efesus 2:8-10, yang mengatakan: "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."

Calvinisme[sunting | sunting sumber]

Calvinis berkeyakinan bahwa Allahlah yang menentukan takdir kekal terhadap orang-orang, ada yang untuk mendapat keselamatan oleh kasih karunia, sementara sisanya akan menerima penghukuman kekal atas semua dosa mereka, terutama dosa asal mereka. Yohanes Calvin memikirkan secara dalam sesuatu yang ada di Alkitab dan tidak bisa dipungkiri lagi, yakni adanya Anugerah yang tidak dapat ditolak dan Pemilihan yang terbatas. Anugerah kepada manusia yang dipilih Tuhan tidak mungkin dapat ditolaknya, karena sudah dipilih oleh Tuhan berdasarkan kedaulatan Tuhan bukan karena kebaikan atau kelebihan apapun dari manusia tersebut, maka mulai dari itu pemilihan Allah kepada manusia tersebut terbatas tergantung kepada kedaulatan Allah. Apakah hal ini adil? Yang disebut adil adalah setiap orang yang jatuh dalam dosa pasti harus binasa, jadi seharusnya semua binasa. Kalau Allah memilih manusia untuk diselamatkan berdasarkan kedaulatan Allah adalah karena kasih dan karunia Tuhan sebagai Anugerah Allah.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Epitome of the Formula of Concord, Article 11, Election, Mueller, J.T., Christian Dogmatics. St. Louis: Concordia Publishing House, 1934. pp. 585-9, bagian "The Doctrine of Eternal Election: 1. The Definition of the Term", dan Engelder, T.E.W., Popular Symbolics. St. Louis: Concordia Publishing House, 1934. pp. 124-8, Part XXXI. "The Election of Grace", paragraph 176.
  2. ^ Epitome of the Formula of Concord, Article 11, Election, dan Engelder's Popular Symbolics, Part XXXI. The Election of Grace, pp. 124-8.
  3. ^ Mueller, J.T., Christian Dogmatics. St. Louis: Concordia Publishing House, 1934. Hal.637, bagian "The Doctrine of the Last Things (Eschatology), part 7. "Eternal Damnation", and Engelder, T.E.W., Popular Symbolics. St. Louis: Concordia Publishing House, 1934. pp. 135-6, Part XXXIX. "Eternal Death", paragraph 196.