Teknologi pencari

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Perkembangan dunia teknologi pencari pada era modern sangat pesat terutama pada perkembangan dunia internet. Hampir di seluruh bidang seperti bidang pendidikan, industri, usaha, dan lain-lain menggunakan sarana internet untuk keperluan dalam bekerja. Salah satu sarana internet yang paling sering digunakan oleh para pengguna internet di seluruh dunia adalah Search Engine atau mesin pencari informasi. Dengan teknologi pencari pengguna mendapatkan semua yang diinginkan, seperti berita, gambar, peta dan informasi lainnya. Kemudahan yang diperoleh dalam menggunakan teknologi pencari akan memberikan dampak positif maupun negatif bagi pengguna internet. Diperlukan sebuah kecermatan untuk menggunakan teknologi pencari karena kata kunci yang dimasukkan akan mempengaruhi hasil yang didapat. Selain itu pengguna internet dapat mencari informasi mengenai budaya, politik, ekonomi dan bidang sosial sebuah negara melalui search engine.

Kelebihan internet[sunting | sunting sumber]

Pada era digital sekarang media internet sangat berpengaruh penting dalam kehidupan, karena dengan adanya internet pengguna dengan mudah mencari informasi yang sifatnya tidak terbatas yang area nya mencakup sistem global, sehingga memungkinkan pengguna dapat bertukar data, pesan, dokumen dalam hanya hitungan detik dengan situs-situs yang ada di dunia, Robert l. Mathis dan Jhon H. Jackson (2004). Internet sangat membantu pengguna mendapatkan informasi yang terdapat dalam sistem protokol sehingga pengguna dapat akses ke jaringan komputer yang dilakukan agar pengguna dapat melakukan pertukaran data. Nicholas Negroponte sendiri mengakui bahwa pertumbuhan host Internet tercepat pada kwartal ketiga 1994 terjadi di Argentina, Iran, Peru, Mesir, Filipina, Federasi Rusia, Slovenia dan Indonesia.[1] Di Indonesia jumlah pengguna Internet pada tahun 2010 diperkirakan sebesar 45 juta orang dari sekitar 240 juta penduduk Indonesia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Mesin pencari yang ada dalam suatu program komputer, pertama kali ditemukan di Mc Gill University, Motreal pada tahun 1990 yang digunakan untuk mempermudah seseorang mencari informasi yang dibutuhkan melalui Web yang terdapat pada jaringan komputer.

Prosedur[sunting | sunting sumber]

Melakukan pencarian informasi ke mesin pencari dapat dilakukan pengguna dengan masukan jenis kata yang berhubungan dengan pencarian informasi yang bersangkutan. Pada saat sudah memasukkan jenis pilihan kata yang dicari maka akan keluar berbagai data informasi yang berhubungan dengan pencarian pada mesin pencari. Sejalan dengan perkembangan yang dirasakan dapat dilihat dari teknologi seperti mesin pencari yang mempermudah seseorang dalam mendapatkan informasi berbeda dengan pada zaman sebelumnya apabila ingin mencari informasi harus dengan harus membaca buku-buku atau-pun melalui media cetak seperti koran. Namun sekarang dengan mudah yang langsung dapat mencari di Web yang bersangkutan untuk membantu menyelesaikan kesulitan terhadap suatu informasi yang tidak diketahui sebelumnya.

Teknologi pencari dalam berbagai dimensi[sunting | sunting sumber]

Dengan teknologi yang semakin maju membuat pengguna semakin kaya akan informasi, karena teknologi pencari sifatnya tidak terbatas di-mana informasi terdapat di dalamnya itu sangat beragam, misalnya dengan Web yang sudah tersedia pengguna bisa dengan mudah membaca koran, maupun berita-berita yang sifatnya menghibur sudah banyak tersedia. Dengan bantuan teknologi pencari pengguna dapat mengetahui berita yang berhubungan dengan politik yang terjadi pada setiap negara dengan mudah serta berita yang diberikan juga up to date dan terpercaya. Selain itu dengan mudah menelusuri isu yang terjadi di negara dan dapat melihat para pelaku politik secara jelas, serta pengguna mendapatkan informasi mengenai masalah ekonomi dan lapangan pekerjaan, memudahkan interaksi bisnis misalnya saja mengecek saham. Hubungan teknologi pencari di bidang sosial ialah banyak digunakan orang untuk melakukan bisnis perdagangan ataupun mencari teman dalam jaringan sosial seperti facebook dan twitter, karena internet memiliki cakupan secara global sehingga tidak menutup kemungkinan seseorang dalam melakukan interaksi dan juga seseorang bisa yang mencari tahu tentang informasi budaya yang ada tanpa harus mengunjungi secara langsung. Teknologi sebagaimana mempengaruhi budaya di-mana pertukaran informasi atau teknologi informasi menyebabkan peradaban secara cepat, misalnya internet masuk desa sehingga secara tidak langsung mempengaruhi budaya semakin maju, misalnya dahulu pertukaran informasi hanya dapat dilakukan melalui mengirimkan surat, namun era modernisasi pengiriman surat sudah dapat dilakukan dengan e-mail atau pesan elektronik misalnya Msn dan Yahoo Mail yang dalam waktu singkat pesan dapat sampai kepada orang yang dituju. Semua ini sangat efektif dibandingkan pengguna mengirim surat yang sampainya tidak menentu waktunya.

Dampak positif dan negatif[sunting | sunting sumber]

Google awalnya didirikan oleh dua orang mahasiswa dari universitas Stanford yaitu Larry Page dan Sergey Brind pada Januari 1996. Google sekarang ini merupakan salah satu mesin pencari populer karena sebagian masyarakat baik anak- anak atau pun kalangan orang dewasa dalam mencari informasi melalui Google, bagi pengguna, informasi yang mereka butuhkan ada dalam mesin pencari Google tersebut, bagi masyarakat informasi yang terdapat dalam Google ialah informasi dari hasil yang terbaik dibandingkan yang lainnya. Dampak positif yang dirasakan sebagai pengguna teknologi pencari yaitu dengan mudah mencari informasi dengan hanya memasukan kata kunci atau inti dari informasi yang dibutuhkan, dengan adanya layanan google seperti Google earth maka dapat membantu ahli geologi, maupun pengguna lainnya untuk dapat melihat lokasi yang dicari, dapat mencari informasi dan sekaligus gambar dengan cepat serta menambah pengetahuan. Disamping itu selain ada dampak positif pasti ada dampak negatif yaitu jelas sekali dimana isi dalam teknologi pencari itu tidak dibatasi oleh usia, jenis kelamin, Bishop G. (1989), yang terkadang dimanfaatkan orang untuk yang membuka situs pornografi yang tidak di saring yang akibatnya dapat di akses oleh semua orang, selain itu digunakan orang yang tidak bertanggung jawab dalam melakukan penyusupan ke dalam arsip-arsip dunia maya yang sifatnya rahasia, serta membuat sebagian orang misalnya pelajar yang kurang ter-motivasi untuk lebih berfikir dalam mengerjakan tugasnya karena bagi pelajar hampir semua bahan dengan mudah dapat dicari dalam Teknologi pencari. Dampak dari teknologi pencari di era digital sekarang ini bahwa peran perpustakaan sebagai tempat untuk membaca dan mencari informasi sudah jarang digunakan oleh para pelajar karena sudah banyak media online yaitu teknologi pencari untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Dapat dilihat dampak yang dirasakan dari teknologi pencari di mana pengguna harus lebih cerdas dalam memanfaatkan pencarian yang dibutuhkan, jangan menggunakan kekayaan informasi yang terdapat dalam teknologi pencari sebagai alat untuk sesuatu yang sifatnya negatif.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Being Digital, Mizan, 1998, hal. 184)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]