Tanjung Buka, Tanjung Palas Tengah, Bulungan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
TANJUNG BUKA
—  Desa  —
Negara  Indonesia
Provinsi Kalimantan Utara
Kabupaten Bulungan
Kecamatan Tanjung Palas Tengah
Luas 28.000 KM2
Jumlah penduduk 3.798 jiwa

Desa Tanjung Buka adalah nama suatu wilayah di Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan ini yang menurut beberapa tokoh masyarakat setempat bahwa dahulu merupakan wilayah desa Salimbatu, yang wilayahnya merupakan pulau-pulau kecil di pinggir pantai timur Kalimantan. Pada suatu saat berdatangan orang-orang suku Bugis dari Sulawesi Selatan. Mereka membuka perkampungan di sebuah pulau yang bernama Pulau Buka yang tepatnya sebuah pantai laut Tarakan serta hidup sebagai nelayan. Setelah menyadari bahwa menjadi nelayan memang hasilnya sangat menggiurkan pada saat itu, namum untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari sulit didapatkan, maka mereka berpindah tempat dan membuat perkampungan di sebuah pulau yang bernama Tamangga (yang sekarang dikenal dengan nama Salangketo) dan pulau Sabuda Panjang serta hidup di samping sebagai nelayan juga menjadi petani. Pada tahun 1956 terbentuklah sebuah Rukun Tetangga 06 dari salah satu Rukun Tetangga Desa Salimbatu dimana pada saat ini desa Salimbatu masih termasuk wilayah Kecamatan Tanjung Palas. Dari waktu ke waktu maka bertambah jumlah penduduk dan dalam beberapa tahun jumlah penduduk sudah memenuhi syarat berdiri sebagai desa definitif. Maka pada tahun 1959 resmilah menjadi desa definitif dengan nama Desa Tanjung Buka dengan Kepala Desa pertama bernama H.ABDURAHIM HASAN tahun 1959 – 1985 II Andi Sapiun tahun 1985 Bulan September Tahun 2002 III September 2002 Sampi dengan Bulan Nopember Tahun 2003 dalam keadaan Transisi di Jabat Oleh SAMSUDDIN Selaku PJS, III Andi Hasbullah Menjadi Keapala Desa Defenitip Sampai Dengan 2003 – Agustus 2004, Pada saat itu Kepala Desa Defenitip Lulus Menjadi Pegawai Negeri Sipil jadi yang bersangkutan harus memilih salah satu jabatan oleh karenanya Mulai Bulan Agustus Tahun 2004 diankat lagi serang PJS Kepala Desa Untuk mengisi kekosongan sampai dengan Bulan Juli Tahun 2007 pada September tahun 2007 dilantiklah Kepalah Kepala Desa Defenitif yang menjabat kepala Desa bernama Muhammad Yasin sampai sekarang.

Pada tahun 2003 mulai ada pembukaan lahan transmigrasi serta penempatan pertama pada bulan Desember tahun ini yaitu UPT Tanjung Buka SP1. Namun karena jarak tempuh menuju desa induk (Tanjung Buka) sangat jauh dan tidak ada akses jalan darat maka UPT Tanjung Buka SP1 menginduk ke desa Selimau Kecamatan Tanjung Selor. Mengingat jarak menuju Desa Selimau sangat dekat dan hanya terhalang oleh sungai selimau. Pada bulan Desember 2006 penempatan transmigran di UPT Tanjung Buka SP2 dengan jumlah 300 kepala keluarga. Meraka berasal dari daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, Tarakan dan separonya dari warga lokal. Warga lokal merupakan warga asli desa Tanjung Buka yaitu hampir seluruh warga dusun Salangketo, dusun Sabuda dan sebagian warga dusun Lubak Pengantin. UPT ini terletak berdekatan dengan desa induk (Tanjung Buka) dan bahkan kantor Desa Tanjung Buka yang semula terletak didusun Salangketo juga pindah membangun baru yang letaknya di ujung timur wilayah UPT Tanjung Buka SP2. Bahkan kepala desa yang menjabat sekarang dan beberapa kepala urusan juga warga UPT Tanjung Buka SP2. sehingga bisa dikatakan bahwa induk desa Tanjung Buka sekarang adalah UPT Tanjung Buka SP2.

Dengan adanya program Transmigrasi di UPT Tanjung Buka SP2 ini sangat mempengaruhi desa Tanjung Buka terutama terhadap penduduk lokal. Baik pengaruh yang bersifat positif maupun bersifat negati. Yang bersifat positif : 1. Sarana transportasi yang semula hanya khusus menggunakan transportasi air sekarang dapat menggunakan transportasi darat. 2. Terbangunnya sarana infrastruktur berupa jalan darat yang berupa tanah baik di UPT Tanjung Buka SP2 maupun di dusun Salangketo yang semula belum ada sama sekali jalan darat. 3. Tanjung Buka yang pada sejarah awalnya merupakan lubung padi namun karena ditinggalkan warganya yang berhasil keluar desa sehingga profesi warga yang semula hanya sebagai nelayan dan berkebun kelapa, sekarang banyak yang kembali menekuni pertanian. 4. Meningkatnya SDM warga. Yang semula hampir keseluruhan hanya menempuh pendidikan sekolah dasar dan bahkan banyak sekali yang buta huruf karena tidak sekolah atau tidak tamat sekolah dasar sekarang banyak anak-anak yang sekolah dasar sampai tamat bahkan yang meneruskan ke sekolah tingkat lanjutan. 5. Berdirinya dua lembaga pendidikan Sekolah Menengah Pertama di desa Tanjung Buka. SMPN 02 Tanjung Palas Tengah di UPT Tanjung Buka SP2 dan SMPN 03 di dusun Salangketo. Yang bersifat negatif : 1. Hampir seluruh warga dusun Salangketo dan seluruh warga dusun Sabuda masuk sebagai transmigran di UPT Tanjung Buka. 2. Dengan masuknya warga sebagai transmigran, dusun Sabuda menjadi dusun yang benar-benar mati dan dusun Salangketo hampir-hampir mati karena ditinggalkan warganya sehingga daerah yang semula merupakan perkampungan penduduk sekarang menjadi semak belukar bahkan menjadi hutan kembali. 3. Terbukanya lahan pertanian yang baru di UPT Tanjung Buka SP2 namun ditinggalkannya lahan pertanian yang semula digarap di Salangketo dan Sabuda.


Selanjutnya pada tahun 2007 masyarakat Desa Tanjung Buka untuk ketigakalinya melakukan pemilihan kepala Desa dengan cara seperti pemilihan kepala Desa pada saat sekarang ini, dengan beberapa calon kades dan sebelumnya melakukan adu visi dan misi dalam rencana Pembangunan Desa Tanjung Buka. Pada pemilihan kepala Desa tahun 2007 ini yang terpilih menjadi kepala Desa adalah Pak MUHAMMD YASIN. Rata-rata kepala Desa di Tanjung Buka ini menjabat selama 2 periode masa pemerintahan Desa. Perkembangan sejarah Desa Tanjung Buka adalah sebagai berikut: