Tanduk

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sapi gunung bertanduk panjang dari Skotlandia.
Tanduk pada impala jantan
Tanduk kerbau di China digunakan sebagai pisau sekaligus pemukul daging ikan
Erkencho, sebuah alat musik yang terbuat dari tanduk

Tanduk adalah bagian tubuh beberapa binatang, yang tumbuh dari kepalanya. Tanduk mengandung banyak keratin di dalamnya, protein yang juga ada di rambut dan kuku manusia. Keratin dan protein ini menggulung mengelilingi tulang yang terdapat di dalamnya.

Tanduk sejati dimiliki oleh hewan dari famili Artiodactyl. Struktur serupa namun tumbuh ditempat yang berbeda tidak disebut sebagai tanduk, misal pada badak disebut dengan cula. Setelah hewan bertanduk mati atau tanduk terlepas dari kepalanya, tanduk tersebut terdekomposisi dan menyatu dengan alam. Larva ngengat Ceratophaga vastella memakan tanduk dan memanfaatkan ruang di dalamnya sebagai tempat untuk membentuk pupa.[1]

Struktur serupa tanduk di hewan lain[sunting | sunting sumber]

Hewan lain yang memiliki struktur serupa tanduk yaitu:[2][3]

  • Giraffidae: Jerapah memiliki satu pasang atau lebih "tanduk" yang sebenarnya merupakan tonjolan langsung dari tengkoraknya (disebut dengan osikon) yang ditutupi oleh kulit.
  • Cervidae: kebanyakan rusa memiliki tanduk (antler) yang bukan merupakan tanduk sejati. Tanduk ini memiliki kulit yang mensuplainya dengan darah. Ketika tanduk ini berkembang sepenuhnya, "tanduk" akan mati dan terlepas dari kepala rusa. Rusa lalu menumbuhkan "tanduk" yang baru. Siklus ini terjadi setiap tahun.
  • Rhinocerotidae: cula badak terbuat dari keratin namun tidak memiliki tulang sebagai intinya. Cula ini terus tumbuh sepanjang usia hidup badak.
  • Canidae: Beberapa individu dari spesies Canis aureus diketahui memiliki tanduk yang merupakan perpanjangan dari tulang dan tertutup oleh kulit. Tidak semua individu memilikinya.
  • Chamaeleonidae: Bunglon memiliki tanduk di kepalanya dan memiliki penutup berupa keratin.
  • Phrynosoma: seperti tanduk mamalia, kadal ini memiliki tanduk yang terbuat dari keratin dengan inti berupa tulang.
  • Ceratopsidae: Tanduk dari Triceratops merupakan perpanjangan dari tulang tengkoraknya, namun belum diketahui apakah tertutup dari keratin atau tidak.
  • Serangga: Beberapa serangga seperti kumbang badak dan kumbang herkules memiliki struktur menyerupai tanduk yang tumbuh dari kepala dan/atau toraksnya. "Tanduk" ini terbuat dari kitin yang serupa dengan eksoskeleton dari serangga tersebut.

Beberapa jenis hewan memiliki struktur yang memiliki fungsi sama seperti tanduk namun tidak tumbuh di atas kepala. Seperti gading gajah, taring walrus, tanduk narwhal, dan taring babi hutan yang sebenarnya merupakan gigi berukuran besar.

Penyakit cornu cutaneum yang menyerang manusia menyebabkan penderitanya terlihat seperti memiliki tanduk. Penyakit ini merupakan sejenis tumor dan dapat tumbuh di mana saja, tidak selalu di kepala.

Peran bagi manusia[sunting | sunting sumber]

Hewan bertanduk sering diburu oleh manusia dengan tanduknya dipertunjukan sebagai sebuah trofi.

Beberapa kebudayaan menggunakan tanduk hewan bovidae untuk membuat alat musik, misal shofar[4]. Struktur mengerucut tersebut diadopsi hingga saat ini untuk membuat alat musik serupa yang memiliki bunyi sama dan terbuat dari bahan lain seperti logam.

Tanduk bovidae juga digunakan sebagai alat minum.[4].

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://www.naturalvisions.co.uk/NV2UploadImages/Photographs/Standard/XXIN_0491_0009XX_L.jpg
  2. ^ Sketches of the natural history of Ceylon by Sir James Emerson Tennent, published by Longman, Green, Longman, and Roberts, 1861
  3. ^ Mammals of Nepal: (with reference to those of India, Bangladesh, Bhutan and Pakistan) by Tej Kumar Shrestha, published by Steven Simpson Books, 1997, ISBN 0-9524390-6-9
  4. ^ a b Chusid, Hearing Shofar: The Still Small Voice of the Ram's Horn, 2009, Chapter 3-6 - Ram's Horn of Passover <http://www.hearingshofar.com>