Tabi'ut tabi'in

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Tabi'ut tabi'in atau Atbaut Tabi'in (bahasa Arab: تابع التابعين) adalah generasi setelah Tabi'in, artinya pengikut Tabi'in, adalah orang Islam teman sepergaulan dengan para Tabi'in dan tidak mengalami masa hidup Sahabat Nabi. Tabi'ut tabi'in adalah di antara tiga kurun generasi terbaik dalam sejarah Islam, setelah Tabi'in dan Shahabat. Tabi'ut tabi'in disebut juga murid Tabi'in. Menurut banyak literatur Hadis : Tab'ut Tabi'in adalah orang Islam dewasa yang pernah bertemu atau berguru pada Tabi'in dan sampai wafatnya beragama Islam. Dan ada juga yang menulis bahwa Tabi'in yang ditemui harus masih dalam keadaan sehat ingatannya. Karena Tabi'in yang terahir wafat sekitar 110-120 Hijriah[1].

Tabi'in sendiri serupa seperti definisi di atas hanya saja mereka bertemu dengan Sahabat. Sahabat yang terakhir wafat sekitar 80-90 Hijriah.

Daftar ulama Tabi'ut Tabi'in[sunting | sunting sumber]

Imam-Imam Mahdzab yang Mashyur[sunting | sunting sumber]

  • Abu Hanifah namun dianggap oleh sebagian ulama sebagai Tabi'in, karena beliau bertemu dengan Sahabat Anas bin Malik (jangan bingung dengan Imam Malik bin Anas) dan meriwayatkan hadits darinya juga dari beberapa shahabat yang lain.
  • Malik bin Anas
  • Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i
  • Ahmad bin Hanbal

Ulama Tabi'ut tabi'in lainnya[sunting | sunting sumber]

  • Ja'far al-Sadiq
  • al-Qassim bin Muhammad bin Abu Bakr as-Siddiq (w. 108 H)
  • Sufyan al-Tsauri (97–161 H)
  • Sufyan bin ‘Uyainah (107-198 H)
  • Al-Auza'i (w. 158 H)
  • Al-Laits bin Saad
  • Abdullah bin Al-Mubarak
  • Waki'
  • Abdurrahman bin Mahdi
  • Yahya bin Said Al-Qathan
  • Yahya bin Ma'in
  • Ali bin Al-Madini.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "The Hadith Book (48. Witnesses): nr. 819". Search Truth. Diakses 2013-07-21. 

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]