Sutra Hati

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Teks berbahasa Sanskerta Sūtra Hati (bahasa Inggris: Heart Sūtra, dalam naskah Siddhaṃ. Replika dari manuskrip daun kelapa tertanggal 609 M.
Teks berbahasa Cina Sūtra Hati, oleh pelajar dan kaligrafer Ouyang Xun, tahun 635 M.
Teks berbahasa Cina Sūtra Hati, oleh seniman dan kaligrafer Dinasi Yuan Zhao Mengfu (1254–1322 CE).
Bagian dari serial
Agama Buddha
禪-ouyang.png
Lima Kelompok
Caodong / Sōtō
Linji / Rinzai
Fayan / Hōgen
Guiyang / Igyō
Yunmen / Unmon
Tata cara
Meditasi duduk
Samādhi
Pencerahan
Pelatihan Kōan
Naskah utama
Laṅkāvatāra Sūtra
Diamond Sūtra
Sūtra Hati
Śūraṅgama Sūtra
Platform Sūtra
Kumpulan Kōan
Agama Buddha Mahāyāna
Garis besar agama Buddha
(Kategori)

Bagian dari serial

Negara
India • Tiongkok • Jepang
Korea • Vietnam
Taiwan • Mongolia
Tibet • Bhutan • Nepal
Ajaran
Bodhisattva • Upāya
Samādhi • Prajñā
Śunyatā • Trikāya
Sūtra Mahāyāna
Prajñāpāramitā Sūtras
Sutra Teratai
Sūtra Nirvāṇa
Sūtra Saṃdhinirmocana
Sūtra Avataṃsaka
Sūtra Laṅkāvatāra
Mazhab Mahāyāna
Mādhyamaka
Yogācāra
Pure Land • Zen
Tiantai • Nichiren
Sejarah
Jalur Sutra • Nāgārjuna
Asaṅga • Vasubandhu
Bodhidharma
Portal

Sutra Hati (Sanskrit: प्रज्ञापारमिताहृदय Prajñāpāramitā Hṛdaya; Chinese: 般若波羅蜜多心經) ini adalah versi terpopuler dari Mahaguru Hsuan Tsang (Dinasti Tang) dari 7 versi yang dikenal di dunia. Sastra prajna ini sangat intensif, mencakup ajaran dari Sang Buddha selama hampir 20 tahun. Di antara ketujuh versi yang ada, hanya terdapat beberapa perbedaan tafsiran yang tidak sama. Menurut terjemahan Mahaguru Kumarajiva, sutra ini dibawakan sendiri oleh Sang Buddha. Semua bagian dari sutra ini terdiri dari 3 bagian:

  1. latar belakang
  2. metode yang digunakan untuk memahaminya
  3. sejarah dari sutra ini.

Sutra Hati ini dikenal di semua aliran Mahayana yang ada di dunia, mencakup Zen, Vajrayana, Tantrayana, dan aliran-aliran Buddha di Jepang dan Republik Rakyat Tiongkok.

Sutra Hati ini disarikan dari Mahaprajna Paramita dan kata-kata sederhana di dalamnya dipilih secara seksama agar mudah dipahami.

Bhagavati Prajnaparamita Hrdaya Sutra (versi bahasa Indonesia)[sunting | sunting sumber]

Om Terpujilah Sang Terang Guru yang Agung (Tathagata), Yang Arya Prajnaparamita.

Ketika Sang Arya Bodhisatva Avalokitesvara memasuki dalam kondisi kepenuhan roh (janna samadhi meditasi tertinggi) yaitu Hikmat kebenaran yang tidak terbatas (Prajnaparamita), Ia memandang kedalam panca khanda, dan mendapatkan pencerahan bahwa karakter dasar panca khandha --- bentuk, perasaan, pencerapan, pikiran, kesadaran --- pada kodratnya adalah karakter kekosongan. (baris tambahan diluar bahasa pali: Sehingga dapat mengatasi segala bentuk penderitaan).

Demikianlah O, Sariputra, segala bentuk (rupa) adalah kekosongan (sunyata), dan sesungguhnya kondisi kekosongan ini adalah bentuk (rupa), kekosongan tidak dapat dibedakan dari bentuk (rupa), bentuk (rupa) juga tidak dapat dibedakan dari kekosongan. Segala kekosongan itulah bentuk (rupa). Demikian sama juga kebenaran dari perasaan (vedana), pencerapan (sanna), pikiran (sankhara), kesadaran (vinnana).

Demikianlah O, Sariputra, segala kebenaran (Dhamma) memiliki karakter dasar kekosongan, segalanya adalah tidak ditimbulkan (tanpa awal), juga tidak dipadamkan (tanpa akhir), tidak dicemarkan (tidak kotor), juga tidak disucikan (tidak bersih), tidak ada cacat (tidak berkurang) juga tidak ada dilengkapi (tidak bertambah).

Oleh karena itu O, Sariputra, di dalam karakter kekosongan tiada bentuk juga tiada perasaan, juga tiada pencerapan, juga tiada pikiran, juga tiada kesadaran. Tidak ada mata (caksuh), telinga (srotram), hidung (grahnam), lidah (jihva), badan (kaya), batin (manasa). Tiada bentuk (rupa), suara (sabda), bau (gandah), rasa, sentuhan (sparstavyam), maupun objek objek dari pikiran. Tiada unsur penglihatan (caksu dhatu), dan seterusnya hingga tiada unsur kesadaran pikiran (mano-vinnanam dhatu).

Tiada kegelapan batin (avijja), juga tiada akhir dari kegelapan batin (avijja-ksayo), dan seterusnya, hingga tiada usia tua dan kematian (jaramaranam-ksayo), juga tiada akhir dari usia tua dan kematian. Demikian pula, tiada penderitaan (dukkha), tiada asal mula dukkha (samudayah), tiada lenyapnya dukkha (nirodha), tiada jalan menuju lenyapnya dukkha (marga). Tiada pengetahuan kebijaksanaan (jahna), tiada pencapaian (prapti), dan tiada akhir pencapaian (abhi samaya).

Oleh karena itu O, Sariputra, karena bodhisatva tidak ada yang dicapai, karena pikirannya berada di dalam kepenuhan roh prajnaparamita. berdiam didalam kondisi tidak adanya macam macam rintangan pikiran. Karena tidak adanya macam macam rintangan pikiran, maka tidak ada rasa takut dan ragu, Ia mengatasi segala hal hal yang menyesatkan, dan hingga akhirnya mencapai Nibbana.

Semua Buddha dari tiga masa --- masa lalu, masa sekarang, masa mendatang --- yang kepenuhan roh Prajnaparamita mencapai tingkat kebuddhaan yang tertinggi, yaitu SamyakSambodhi. Yaitu Pencerahan yang Sempurna, yang Tertinggi, yang Tiada taranya.

Oleh karena itu semua mahluk harus tahu, Prajnaparamita, adalah panggilan (mantra) yang agung, panggilan (mantra) yang sempurna pengetahuannya, panggilan (mantra) yang tertinggi, panggilan (mantra) yang tiada taranya, panggilan (mantra) yang pasti dapat melenyapkan semua penderitaan (dukkha), adalah kebenaran mutlak, yang tidak mungkin salah. Dengan kekuatan Prajnaparamita menyampaikan panggilan (mantra) ini.

Bunyinya demikian: Gate (Pergilah), Gate (Pergilah), Paragate (Pergilah menangkan), Parasamgate (Pergilah semua menangkan), Bodhisvaha (O, Terpujilah Yang Terang / "Tercerahkan").

Bhagavati Prajnaparamita Hrdaya Sutra (versi bahasa Sanskerta)[sunting | sunting sumber]

Arya Avalokitesvara Bodhisattva gambhiram prajnaparamita caryam caramano

vyavalokayati sma panca-skandha asatta sca svabhava sunyam pasyati sma


Iha Sariputra, rupam sunyatam, sunyata iva rupam

rupa na vrtta sunyata, sunyataya na vrtta sa-rupam

yad rupam sa-sunyata ya sunyata sa-rupam

Ivam iva vedana samjna sam-skara vijnanam

Iha Sariputra sarva dharma sunyata-laksana

anutpanna aniruddha amala a-vimala, anuna a-paripurna


Tasmat Sariputra sunyatayam na rupam

na vedana, na samjna

na samskara, na vijnanam

na caksu srotra ghrana jihva kaya manasa

na rupam sabda gandha rasa sparstavya dharma

na caksur-dhatu yavat na manovijnanam-dhatu

na avidya, na avidya-ksayo

yavat na jara-maranam na jara-marana ksayo

na dukkha, samudaya, nirodha, marga

na jnanam, na prapti, na abhi-samaya


Tasmat na prapti tva bodhisattvanam

prajna-paramitam a-sritya vi-haratya citta avarana

citta avarana na shitva na trasto

vi-pariyasa ati-kranta nistha nirvanam

Tri-adhva vyavasthita sarva buddha prajna-paramitam

a-sirtya anuttara-samyak-sambodhim abhi-sambuddha


Tasmat jnatavyam prajna-paramita maha mantra

maha-vidya mantra, anuttara mantra

asama-samati mantra

Sarva dukkha pra-samana satyam amithyatva

prajna-paramita mukha mantra tadyata

Sanskrit
Devanāgarī Romanisasi Pelafalan Terjemahan
गते गते Gate gate [gəteː gəteː] Telah pergi, telah pergi
पारगते Pāragate [pɑːɾə gəteː] Telah pergi lama
पारसंगते Pārasaṃgate [pɑːɾəsəŋ gəteː] Benar benar telah pergi
बोधि स्वाहा Bodhi svāhā [boːdɦɪ sʋɑːhɑː] Pujian akan pencerahan.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]