Pulau Singkep

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Pulau Singkep adalah sebuah pulau di Kepulauan Lingga di Indonesia. Luasnya 757 kilometer persegi (292 mil²). Pulau ini terpisah dari pantai timur Sumatra oleh Selat Berhala. Pulau ini dikelilingi oleh Pulau Posik di barat, Pulau Serak di baratdaya, Pulau Lalang di selatan, dan Pulau Selayar, Kepulauan Riau di antara Lingga dan Singkep.

Pulau Singkep dewasa ini (Tahun 2013) memiliki banyak pelabuhan laut, diantaranya : Dabo, Kote, Jagoh, Sungai Buluh, Bakong, dan Marok Tua. Layanan ke pelabuhan Muntok di Bangka, Bangka Belitung dan Palembang, Sumatera Selatan berhenti beroperasi karena berhentinya industri pertambangan timah. Namun sekarang telah banyak kapal - kapal cepat yang berlabuh dan melintas di Pulau Singkep. Satu kapal feri berkecepatan tinggi (MV. Super Jet) terus menghubungkan Tanjung Pinang dengan Pelabuhan Jagoh. Terdapat dua kapal lainnya yang menghubungkan Pelabuhan Jagoh dengan Pulau Batam, yaitu MV. Marina (berangkat Jam 08.00 WIB dari Pelabuhan Jagoh) dan MV. Oceana yang berangkat Jam 13.30 WIB dari Pelabuhan Jagoh. Selain itu Pelabuhan Jagoh juga disinggahi Kapal Arena / Lingga Permai di pagi hari yang melayari Rute Pelabuhan Buton (Pulau Lingga) - Tanjungpinang. Pulau Singkep juga memiliki satu bandar udara kecil yang mampu menangani pesawat kecil berkapasitas 40 penumpang. Bandara ini aktif selama operasi pertambangan timah, dan saat ini digunakan oleh penerbangan sewaan dan pesawat patroli pemerintah. Dimulai tahun 2008, sebuah pesawat yang dioperasikan Riau Airlines terbang dari Batam dan Tanjung Pinang (Bintan) ke Dabo Singkep dua kali seminggu. Bandara Dabo juga sempat disinggahi oleh pesawat Sky Aviation. Namun sekarang seiring sedang dilakukannya revitalisasi Bandara, semua penerbangan sedang dihentikan.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pulau Singkep saat ini terdiri dari dua kecamatan : Kecamatan Singkep dan Singkep Barat. Dalam waktu dekat, pemerintah Kabupaten Lingga akan memekarkan beberapa kecamatan lagi, yaitu : Kecamatan Singkep Pesisir (Berindat, Persing, Sedamai, Lanjut, Kote, dan Pelakak), Kecamatan Singkep Kepulauan (Bakong, Langkap, Tanjung Irat, Tinjul, Posek, Suak Buaya, Busung Panjang), dan Kecamatan Singkep Selatan (Marok Kecil, Pulau Lalang, Pulau Berhala). Kecamatan Singkep saat ini terdiri dari 2 kelurahan dan 9 desa, yaitu : Kelurahan Dabo, Kelurahan Dabo Lama, Desa Tanjung Harapan, Desa Batu Kacang, Desa Batu Berdaun, Desa Berindat, Desa Sedamai, Desa Lanjut, Desa Kote, Desa Marok Kecil, dan Desa Berhala. Kecamatan Singkep Barat terdiri dari 1 kelurahan dan 13 desa, yaitu : Kelurahan Raya, Desa Kuala Raya, Desa Bakong, Desa Posek, Desa Marok tua, Desa Sungai Harapan, Desa Sungai Buluh, Desa Sungai Raya, Desa Jagoh, Desa Tinjul, Desa Langkap, Desa Tanjung Irat, Desa Suak Buaya, dan Desa Busung Panjang

Singkep memiliki berbagai pantai yang indah seperti Pantai Batu Berdaun dan Pantai Nusantara yang belum pernah dikunjungi wisatawan asing. Hanya hotel-hotel kecil yang berdiri di pulau ini meskipun murah.

Penduduknya ramah dan situasi pulau ini aman karena tingkat kejahatannya yang sangat rendah. Hal ini disebabkan Singkep adalah komunitas kecil dan penduduknya sudah saling mengenal.

Pariwisata di pulau ini sudah mulai diperhatikan dan dikembangkan. Diantaranya dapat di lihat dari website portal pariwisata Dabo Singkep yang menyajikan perkembangan di dunia pariwisata yang ada di pulau Dabo Singkep.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Koordinat: 0°30′00″LS 104°25′00″BT / 0,5°LS 104,416667°BT / -0.5; 104.416667