Proton (mobil)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Proton Holdings Bhd
Jenis Perusahaan publik (Bursa Malaysia: PROTON)
Industri/jasa Otomotif
Didirikan 7 Mei 1983
Kantor pusat Shah Alam, Selangor Darul Ehsan
Malaysia
Daerah layanan Malaysia, Singapura, Britania Raya, Indonesia, Australia, Thailand, Brunei, dll
Tokoh penting Dato' Haji Syed Zainal Abidin Syed Mohd Tahir (MD)
Produk Mobil, Suku cadang kendaraan
Pendapatan RM6.49 miliar MYR 2008
Karyawan 10.300
Anak perusahaan Lotus
Situs web proton.com

PROTON (singkatan dari Perusahaan Otomobil Nasional Sdn. Bhd.) adalah produsen mobil dari Malaysia yang didirikan pada tahun 1983 atas inisiatif dari Perdana Menteri Malaysia saat itu, Mahathir Mohammad.[1] Proton menjadi perusahaan produsen mobil yang pertama di Malaysia. Proton awalnya menggunakan teknologi dari perusahaan Jepang, Mitsubishi, namun kini juga telah berhasil mengembangkan teknologinya sendiri.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Berawal pada 1979, Tun Mahathir Mohamad selaku Bapak Modernisasi Malaysia yang kemudian menjadi deputi Perdana Menteri Malaysia, memunculkan ide untuk mendirikan perusahaan perakitan otomotif dan industri manufaktur di Malaysia. Hal ini dimaksudkan sebagai usaha Tun Mahathir untuk mempercepat kemampuan industrialisasi Malaysia dalam mengimbangi negara-negara maju. Keinginannya mulai terlaksana ketika Kabinet Malaysia menyetujui Proyek Mobil Nasional pada tahun 1982. Proton secara resmi didirikan pada tanggal 7 Mei 1983. Model pertama diluncurkan secara komersial adalah Proton Saga pada tanggal 9 Juli 1985. Pasar pertama Proton Saga adalah Singapura. Setahun setelah model pertama diluncurkan, Pada tahun 1986, Proton telah berhasil meluncurkan 10.000 buah mobil. Tahun berikutnya lebih dari 50.000 unit Proton Saga telah diproduksi dan dijual di Bangladesh, Brunei, Selandia Baru, Malta, Sri Lanka dan Inggris. Pada 1988, Proton memulai debutnya di British International Motorshow, berlangsung dengan sukses dengan meraih tiga penghargaan bergengsi untuk kualitas, coachwork dan ergonomi. Pada tahun 1996, Proton mencapai produksinya yang kesejuta dan mengakuisisi saham mayoritas dari Grup Lotus. Proton memasuki fase baru, berubah dari perusahan yang terkait dengan pemerintah menjadi perusahaan publik menyusul pengambilalihan oleh DRB-HICOM Berhad pada tahun 2012.[1]

Hubungan dengan Indonesia[sunting | sunting sumber]

Di Indonesia mobil Proton diproduksi oleh PT. PROTON Edar Indonesia (PEI) yang telah beroperasi sejak 2007. Seri yang dipasarkan di Indonesia, antara lain Savvy, GEN.2 Persona, Gen 2, Wira, Neo, Waja, Saga, Exora, Neo CPS, Saga FL, Persona Elegance, dan Exora Star, Exora Star Supreme, Exora Star Executive, Exora Bold, Exora Prime & Exora Star FL, Prevé Neo R3, dan Suprima S. Pada bulan Juni 2014 Proton telah memiliki 16 outlet penjualan dan 26 outlet pelayanan di berbagai wilayah Indonesia.

Pada tahun 2014 dalam pembicaraan Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak dikaji rencana RI dan Malaysia mengerjakan proyek produksi Mobil bersama. Malaysia akan melibatkan dan mengandalkan teknologi Proton, sedangkan Indonesia mengandalkan GEA produksi PT INKA (Industri Kereta Api). Proton dan Indonesia akan meluncurkan mobil ASEAN sebagai proyek yang laik setelah studi yang mendalam.[2][3][4]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]