Pertempuran Panormus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pertempuran Panormus
Bagian dari Perang Punisia Pertama
Tanggal 251 SM
Lokasi Panormus (Palermo modern)
Hasil Kemenangan Romawi
Pihak yang terlibat
Romawi Kartago
Komandan
Lucius Caecilius Metellus Hasdrubal
Kekuatan
Tidak diketahui Tidak diketahui
Korban
Tidak diketahui Tidak diketahui, tetapi mungkin jumlahnya yang lumayan besar

Pertempuran Panormus adalah pertempuran yang terjadi pada 251 SM antara Romawi, dipimpin oleh Konsul Lucius Caecilius Metellus, melawan Kartago, dipimpin oleh Hasdrubal, pada Perang Punisia Pertama. Hasilnya adalah kemenangan Romawi sehingga daerah Panormus tetap berada dalam kekuasaan Romawi sampai perang berakhir.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Menjelang akhir 252 SM atau awal 251 SM, Kartago berhasil memadamkan pemberontakan Libya di Afrika dan mengirim pasukan di bawah komando Hasdrubal, putra Hanno yang Agung, ke Sisilia. Hasdrubal ikut serta dalam Pertempuran Tunis, bersama jenderal tentara bayaran Yunani Xanthippos, dan banyak belajar darinya. Berdasarkan Polybius, Hasdrubal mnjelajahi daerah di sebelah barat Sisilia di sekitar kota Lilybaeum dan Selinus selama dua tahun tanpa mendapat perlawanan dari Romawi. Namun Hasdrubal memutuskan untuk menyerang pasukan Romawi yang dipimpin oleh Konsul Lucius Caecilius Metellus, yang sedang mengumpulkan hasil panen di sekitar Panormus. Hasdrubal memimpin paukannya melewati lembah Orethus menuju Panormus. Serangan ini tampak cukup beralasan karena pasukan Konsul Romawi lainnya sedang menuju kota Roma, dan kondisinya juga cukup menguntungkan.

Pertempuran[sunting | sunting sumber]

Pasukan Hasdrubal berhasil memukul mundur pasukan Romawi sampai mereka harus bertahan di bailik tembok Panormus. Selanjutnya pasukan Hasdrubal menyerang daerah pedesaan. Kemudian pasukan Hasdrubal mendatangi kota dengan keluar dari lembah dan menyeberangi Sungai Orethus. Metellus memerintahkan infantri ringannya untuk mengusik barisan depan Kartago dan melemparkan lembing pada gajah-gajah perang Kartago. Supaya bisa melakukan rencana ini, infantri irngan Romawi berlindung di parit yang mengelilingi kota. Komandan gajah perang Kartago percaya bahwa perlawanan Romawi pasti lemah sehingga dia memerintahkan pasukan gajah perang untuk maju menyerang Romawi. Akibatnya posisi gajah-gajah perang menjadi terbuka dan mereka pun menjadi sasaran empuk bagi pasukan Romawi, yang menghujani gajah perang Kartago dengan lembing dan berbagai senjata lempar lainnya dari atas tembok kota dan dari bawah parit. Gajah-gajah perang menjadi panik dan malah menyerang pasukan mereka sendiri. Pada titik ini, Metellus dan legiunnya berada di luar gerbang kota menghadap pada pasukan Kartago yang tersisa. Metellus memerintahkan legiunnya untuk menyerang sayap kiri Kartago. Manuver ini berhasil memecah barisan Kartago. Namun pasukan Romawi tidak mengejar para prajurit Kartago yang kabur, mereka lebih memilih menangkap gajah-gajah perang Kartago. Gajah-gajah ini kelak dibawa ke Roma untuk dibunuh di sirkus.

Akibat[sunting | sunting sumber]

Hasdrubal kalah di Sisilia, dan sesuai adat kebiasaan Kartago, maka Hasdrubal pun dipanggil kembali ke Kartago untuk dieksekusi. Penggantinya, yaitu Adhubal, memutuskan bahwa kota Selinus tak bisa lagi dijadikan garnisun dan dia pun memerintahkan kota tersebut untuk dihancurkan. Terleas dari pernag gerilya yang dilakukan oleh Hamilcar Barca, kekalahan di Panormus ini menandai berakhirnya kampanye militer Kartago di Sisilia.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  • Bagnall, Nigel. The Punic Wars. New York: St. Martin's Press, 1990.