Pertempuran Iwo Jima

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pertempuran Iwo Jima
Bagian dari Perang Dunia II, Perang Pasifik
Tentara Amerika Serikat saat berusaha menegakkan bendera di Iwo Jima
Tentara Amerika Serikat saat berusaha menegakkan bendera di Iwo Jima, oleh Joe Rosenthal / Associated Press
Tanggal 19 Februari 194526 Maret 1945
Lokasi Iwo Jima, Jepang
Hasil Kemenangan Amerika
Pihak yang terlibat
 Amerika Serikat  Jepang
Komandan
Holland Smith Tadamichi Kuribayashi
Kekuatan
70.000 marinir 22.060 tentara
Korban
6.821 tewas
19,217 terluka
21,844 tewas
216 tertangkap

Pertempuran Iwo Jima (disebut pula sebagai Operasi Detasemen) merupakan pertempuran awal ketika pasukan Amerika mulai menaklukkan Iwo Jima dari kekuasaan Jepang. Tujuan utama Amerika adalah untuk menaklukkan seluruh pulau, termasuk tiga lapangan terbang. Pertempuran ini merupakan salah satu pertempuran paling berdarah dalam sejarah Perang Pasifik Perang Dunia II. Posisi tentara Jepang di pulau tersebut sangat strategis, dengan bunker yang saling terhubung, artileri tersembunyi, dan terowongan bawah tanah sepanjang 18 km (11 mil). Pasukan Amerika dibantu oleh tembakan meriam dengan kapal-kapal perang dan Marinir Angkatan Udara sudah menembaki Iwo Jima sejak penyerangan dimulai. Invasi ini merupakan invasi pertama pasukan Amerika ke daerah kekuasaan Jepang langsung, dan pasukan Jepang menjaga pertahanan mereka dengan gigih tanpa ada perasaan menyerah. Jenderal pasukan Jepang tidak pernah memikirkan untuk menyerah kepada Amerika hanya untuk menyelamatkan pasukannya, beliau dan pasukannya sudah berjanji akan berperang sampai mati, tak peduli seberapa kecilnya kemungkinan untuk menang.

Akibat pertempuran ini, Jepang menderita kerugian yang sangat besar. Sekitar 22.000 tentara ditempatkan di pulau tersebut namun hanya 216 orang yang hidup. Sementara pihak Amerika Serikat kehilangan 6,821 tentaranya serta hampir 20.000 terluka parah. Kemenangan di Iwo Jima menjadi langkah strategis bagi Amerika Serikat untuk mendekati pulau-pulau utama di Jepang.

Operasi Detasemen ini sendiri merupakan operasi dengan korban terbesar di pihak AS. Korban disini lebih besar daripada jumlah korban tewas dalam Pertempuran Atol Tarawa. Korban luka-luka di Pertempuran Atol Tarawa mencapai 22.000 prajurit.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]