Pangkalan Koto Baru, Lima Puluh Kota

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pangkalan Koto Baru
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Barat
Kabupaten Lima Puluh Kota
Pemerintahan
 • Camat Drs. Syaiful
Luas 712,06 km²
Kepadatan - jiwa/km²
Nagari/kelurahan -
Sebuah masjid di kecamatan Pangkalan Koto Baru dengan arsitektur khas Minangkabau sekitar tahun 1900-an.

Pangkalan Koto Baru adalah sebuah kecamatan yang terletak di kabupaten Lima Puluh Kota, provinsi Sumatera Barat, Indonesia dengan ibu kota nagari Pangkalan Koto Baru. Luas wilayahnya adalah 712,06 km2 yang berarti merupakan 21,23% dari wilayah kabupaten Lima Puluh Kota yang luasnya 3.354,02 km2.

Luas daerah menurut nagari adalah sebagai berikut:

  1. Nagari Koto Alam (42,75km2)
  2. Nagari Manggilang (58,75km2)
  3. Nagari Pangkalan (124,3km2)
  4. Nagari Gunung Malintang (249,43km2)
  5. Nagari Tanjung Balik (124,57km2)
  6. Nagari Tanjung Pauh (112,26km2).

Batas wilayah Kecamatan Pangkalan adalah sebagai berikut:

Topografi[sunting | sunting sumber]

Topografi kecamatan Pangkalan Koto Baru bervariasi antara datar dan berbukit-bukit dengan tinggi tempat terendah dari permukaan laut berada di waduk PLTA di nagari Tanjung Pauh (90 mdpl) dan daerah tertinggi berada pada Bukit Gadih (1330 mdpl) di nagari Koto Alam.

Kecamatan ini sangat banyak memiliki sungai yang telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakatnya sebagai sumber air irigasi, mandi cuci dan kakus , memancing ikan, sumber galian C dan sebagai sarana transportasi yang menggunakan perahu untuk membawa hasil gambir dan karet.

Adapun sungai-sungai yang mengalir di nagari Gunung Malintang ada 6 buah, yaitu Batang Mahat, Batang Malutu, sungai Pimpiang, sungai Luhu dan sungai Lowan. Sungai yang mengaliri di nagari Pangkalan ada 5, yaitu Batang Mahat, sungai Maik, sungai Manggilang, sungai Samo, dan sungai Kasok.

Di nagari Koto Alam ada 3 sungai, yaitu sungai Air Gadang, sungai Air Koto Lamo, dan Batang Lui. Di nagari Gunung Malintang ada 2, yaitu Batang Manggilang dan Batang Malagiri. Di nagari Tanjung Balit ada Batang Mahat yang telah mengaliri daratannya menjadi waduk. Sementara di nagari Tanjung Pauh ada 5, yaitu sungai Cilatio, sungai Permato, sungai Picang, sungai Angki, dan sungai Marang.