Paiton, Probolinggo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Paiton
—  Kecamatan  —
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Probolinggo
Pemerintahan
 • Camat Selamet, SH
Luas - km²
Jumlah penduduk -
Kepadatan - jiwa/km²
Desa/kelurahan 20 desa

Paiton adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, Indonesia yang dikenal dengan kehadiran kompleks Pembangkit Listrik nya.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Paiton terletak di tepi pantai utara provinsi Jawa Timur. Wilayahnya berbatasan dengan Selat Madura di utara, Kecamatan Kraksaan di sebelah barat, serta Kabupaten Situbondo di sisi Timur. Berada di koordinat 7°43'30"S 113°32'32"E.

Industri Pembangkit Listrik[sunting | sunting sumber]

Di sini terletak kompleks Pembangkit Listrik, tepatnya di desa Bhinor. Terdapat 6 unit pembangkit listrik:

  • Unit 1 & 2 dengan kapasitas paling kecil, yakni 800MW dimiliki dan dioperasikan oleh Unit Pembangkitan Paiton
  • Unit 5 & 6 berkapasitas 1260MW dimiliki oleh Jawa Power dan dioperasikan oleh YTL Jawa Timur.
  • Unit 7 & 8 memiliki kapasitas 1200MW dimiliki oleh Paiton Energy Co dan dioperasikan oleh PT. International Power Mitsui Operation & Maintenence Indonesia (IPMOMI).
  • Unit 3 memiliki kapasitas 815MW yang pembangunannya telah dirampungkan di bulan Februari 2012 dan menjalankan produksi komersialnya, terhitung sejak April 2012. Unit ini merupakan singel unit pembangkit terbesar yang dimiliki Indonesia saat ini, dengan teknologi Super Critical Boiler. Teknologi ini memungkinkan pembangkitan listrik dilakukan dengan sangat efisien.
  • Unit 9 saat ini (2012 - red) telah selesai dibangun oleh konsorsium kontraktor dari China, dan masih dalam taraf ujicoba akhir.

Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Selain itu, di Paiton menjadi daerah penyangga industri rokok berskala internasional. Pasar Baru Paiton , dahulu disini berdiri CV Daoen Mas yang turut mengemas tembakau yang akan dikirim ke Bremeen Jerman. Generasi berikutnya bekerjasama dengan GG-Kediri mendirikan Gudang GG di Sumberanyar, Paiton. Sekarang ada gudang tembakau dari perusahaan lain a.l Djarum-Kudus, PT Sampoerna, Noyorono, PT Bentoel Indonesia.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Paiton, masih memiliki nuansa pondok pesantren tradisional yang tersebar merata.

Sedangkan untuk pendidikan formal, Paiton memiliki rata-rata 1 Sekolah Dasar Negeri di setiap desanya. Bahkan beberapa desa juga mempunyai Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Beberapa Lembaga Pendidikan yang berada di Kecamatan paiton, diantaranya:

Tempat Wisata dan Penginapan[sunting | sunting sumber]

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Mata pencarian masyarakat Paiton umumnya adalah sebagai petani, nelayan, pedagang barter seperti tembakau (blandang), PNS seperti guru banyak berasal dari Yogyakarta. Bahkan para guru yang berasal dari Yogyakarta tersebut membentuk koperasi yang di beri nama Koperasi Keluarga Guru Yogyakarta (KKGY) yang sejak dari awal berdirinya di pimpin oleh alm. Anton Djupri BA hingga tahun 2001. Pembauran tampak dilakukan oleh para guru Yogyakarta yang sering di sebut sebagai pendatang oleh masyarakat asli setempat tampak berjalan dengan baik. Kehadiran kompleks Pembangkit Listrik memberi nuansa baru di Paiton sejak 1987 sebagai lapangan kerja era industri.

Mekanisme pasar tembakau Paiton menghadirkan Gudang Garam, Djarum dan HM Sampoerna sebagai pembeli utama tembakau Paiton.

Para Nelayan Paiton sejak menggunakan tenaga mesin memberi perubahan ekonomi luar biasa, beberapa tempat sekarang nampak tidak kumuh lagi. Di Sumber Anyar terdapat TPI ( Tempat Pelelangan Ikan ), banyak nelayan dari Pasuruan,Sampang, Muncar singgah disini.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Terdapat sisa-sisa jalur transportasi kereta api yang berupa pondasi jembatan dan rangkanya, sedangkan bekas Stasiun Paiton sendiri dibongkar tahun 1985 dan digunakan sebagai Koramil dan studio foto, sebagian lahan milik PT. KAI ini juga dijadikan rumah hunian oleh warga dengan status sewa. Dulu juga terdapat pabrik gula yang hancur pada masa penjajahan Jepang antara tahun 1942-1943 dan sekarang menjadi lapangan sepak bola, kantor pos, diknas Paiton, SMP BP, Kantor Pengairan dan Polsek Paiton.

Sejarah menempatkan Paiton sebagai tempat penting, dengan ditemukannya peninggalan purbakala Candi Jabung di desa Jabung Candi tempat upacara sraddha diselenggarakan pada masa Majapahit.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]