Kraksaan, Probolinggo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kraksaan
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Probolinggo
Pemerintahan
 • Camat M.Yasin,SE.M.Si;
Luas - km²
Jumlah penduduk 65.622 jiwa;
Kepadatan 65.622 jiwa/km²
Desa/kelurahan 5 Keluarahan 13 Desa;
Foto bersama para pamong praja pribumi Kraksaan di masa Hindia Belanda

Kraksaan adalah sebuah kecamatan sekaligus kota kecil yang juga merupakan pusat administrasi Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Saat ini Kraksaan sudah menjadi ibukota kabupaten Probolinggo yang disahkan negara melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 02 tahun 2010 tertanggal 5 Januari 2010. Kraksaan berjarak 27 km ke arah timur Kota Probolinggo. Pengembangan ekonomi, pendidikan, dan tata ruang mulai dilaksanakan dengan memindahkan hampir semua gedung pemerintahan dari Kota Probolinggo dan Kec. Dringu ke Kec. Kraksaan.

Geografis dan hasil bumi[sunting | sunting sumber]

Daerah strategis yang dilalui oleh jalur postweg Anyer-Panarukan serta kondisi alam yang tidak terlalu panas, memberikan kenyamanan bagi siapapun yang berdiam di wilayah ini.Kontur tanah sebagian besar datar yang berdekatan dengan pantai sangat mudah untuk mendirikan bangunan apapun dengan aman. Kondisi tanah yang subur dengan sistem irigasi yang sangat mendukung, memberikan manfaat untuk semua jenis tanaman tumbuh di wilayah ini. Walaupun terdapat sungai besar yang melintasi kota, namun daerah ini bebas dari bencana banjir, ini dikarenakan sungai yang masih dalam dan sepanjang pinggiran sungai masih tumbuh pohon-pohon yang cukup besar untuk mencegah longsor. Terdapat 2 sungai besar melewati kota ini, yaitu :

  1. Sungai Rondoningo di sebelah barat
  2. Sungai Kertosono di tengah-tengah kota

Hasil bumi selama ini masih didominasi padi pada musim hujan dan tembakau pada musim kemarau. Selain itu, buah-buahan seperti mangga, semangka, dan blewah menjadi primadona bagi para petani.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Nama Kraksaan sebetulnya tidak lepas dari asal usul Kabupaten Probolinggo. Menurut cerita masyarakat, Kraksaan sebetulnya merupakan perubahan ucap dari "Krasan" yang artinya betah, dimana pada waktu Hayam Wuruk merasa betah selama beristirahat di wilayah ini. Semenjak saat itu, wilayah ini disebut Krasan, Kraksan, dan beralih ucap menjadi "Kraksaan". Pada tahun 1800-an, Kraksaan merupakan sebuah kabupaten yang membawahi beberapa wilayah mulai dari Dringu sampai Paiton yang dibuktikan adanya peta kuno zaman Hindia Belanda. Seiring perubahan pemerintahan, Kabupaten Kraksaan dilebur menjadi Kabupaten Probolinggo karena pusat pemerintahan dipindah ke Kota Probolinggo.

Sarana ekonomi[sunting | sunting sumber]

Sarana perkotaan yang sudah berdiri kokoh seperti pusat informasi di Gedung Islamic Centre, Masjid Agung, Polres Probolinggo, GOR Sasana Krida, Alun-alun Kecamatan, dan namun Kantor Pemerintahan terpusat yang memudahkan warga masih belum ada. Pusat perbelanjaan tingkat menengah yang cukup prestisius dimiliki oleh perseorangan dan tanpa kendali Pemerintah.

Wilayah yang terkenal dengan buah mangga ini sudah meraih adipura 3 kali berturut-turut pada 2008,2009, dan 2010. Meskipun modernitas sudah mulai tumbuh, namun budaya tradisional masih dapat ditemukan di setiap sudut kota, bahkan pasar tradisional masih menjadi tempat belanja utama masyarakat. Oleh karena itu, Pemkab Probolinggo merenovasi pasar-pasar tradisional seperti pasar ikan Sidomukti, Pasar Baru Sumberlele, dan Pasar Semampir.

Masyarakat yang tinggal di pesisir pantai terutama di desa Kalibuntu rata-rata bekerja sebagai nelayan dan petani tambak. Dukungan pemerintah setempat ditandai dengan membangun pelabuhan lokal dan balai karantina hewan.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Sebagai Ibukota Kabupaten Probolinggo, gedung-gedung pemerintahan sudah berada di wilayah ini seperti Gedung DPRD, Gedung Polres Probolinggo, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, KPU, Sekretariat Daerah, dan instansi kedinasan. Kecamatan ini terbagi atas 12 desa dan 5 kelurahan.

Tempat Wisata[sunting | sunting sumber]

Kraksaan memiliki beberapa tempat wisata yang biasa dikunjungi masyarakat untuk berkumpul,yaitu :

  1. Alun-alun Kraksaan
  2. Semarak Kraksaan (pusat kuliner)
  3. Pelabuhan Kalibuntu
  4. Taman Gelora Merdeka
  5. Pemandian Taman Sari

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Sistem transportasi di kota kecil ini terkesan masih kurang memadai. Kendaraan umum hanya lewat jalan utama, seperti bus dan angkutan kota yang mengangkut penumpang sepanjang Probolinggo dan Situbondo, angkutan ke desa masih jarang sehingga selang waktu antara kendaraan satu dengan yang lain sangat lama, ojek motor, dan becak masih menjadi transportasi utama mobilitas penduduk. Sebagian besar penduduk sudah memiliki sepeda motor sebagai transportasi utama.

Dulu, terdapat sebuah stasiun kraksaan dengan bangunan yang cukup megah terletak di tengah kota, tepatnya gedung yang saat ini dipakai oleh radio swasta dan beberapa toko (terpasang papan nama PT. KAI). Berdasarkan pada rute tram milik website Belanda terdapat dua halte trem di daerah Semampir, Kraksaan wetan dan Patokan. Rel ini juga digunakan untuk mengangkut gula dari PG. Kandang Djati, PG.Paiton, PG. Djaboeng dan PG. Bago di daerah Besuk. Seiring perkembangan jalan dan angkutan yang semakin maju, moda kereta api bekas PbSM ini akhirnya ditutup oleh pemerintah.walaupun saat ini ada wacana untuk merevitalisasi jalur mati yang cukup strategis. Selain itu, tol trans-jawa direncanakan melintas di sebelah selatan kecamatan kraksaan dengan salah satu pintu gerbang nya berada di sekitar desa rangkang.

Pendidikan dan budaya[sunting | sunting sumber]

Pendidikan menjadi sarana penting untuk memajukan masyarakat. Berbagai elemen pendidikan sudah berdiri sejak zaman belanda di kota ini. Sebgaian besar sekolah ex. belanda saat ini menjadi sekolah dasar, SD Negeri Patokan 1 misalnya. Pendidikan formal mulai dari TK sampai perguruan tinggi sudah dibangun guna memudahkan masyarakat menimba ilmu. Sekolah-sekolah unggulan rencananya akan dikumpulkan dalam satu komplek di Jl. Imam Bonjol, yaitu SD Patokan 1, SMA 1 Kraksaan, SMK 1 Kraksaan dan SMP 1 Kraksaan.

Daftar Sekolah dan Perguruan Tinggi di Kraksaan :

  1. TK Negeri Pembina
  2. TK Kusuma
  3. TK Bhayangkari
  4. TK Al-Irsyad
  5. SD N Patokan 1
  6. SD Islam Al-Irsyad
  7. MI Nahdatul Ulama
  8. SD Katolik St.Pius
  9. SMP N 1 Kraksaan
  10. SMP N 2 Kraksaan
  11. SMP N 3 Kraksaan
  12. SMP N 4 Kraksaan
  13. SMP Katolik St.Paulus
  14. SMA N 1 Kraksaan
  15. SMK N 1 Kraksaan
  16. SMK N 2 Kraksaan
  17. SMK Dharma Siswa
  18. SMA Taman Siswa
  19. MA. Zainul anwar
  20. Universitas Zainul Hasan
  21. STIA Zainul Hasan

Kuliner Khas[sunting | sunting sumber]

Kota ini memiliki makanan khas yang hampir sama namun memiliki ciri tersendiri yaitu Soto Kraksaan. Soto dapat dijumpai dimana-mana, namun Soto Kraksaan berbeda pada bahan dan bumbunya. Daging ayam yang dipakai haruslah ayam jantan dengan bumbu kuah santan serta dilengkapi dengan serbuk kelapa yang disangrai atau lebih dikenal dengan koya. Soto Kraksaan juga dilengkapi dengan irisan kentang kukus serta kerupuk udang sebagai pelengkap. Hanya ada dua tempat yang menjual Soto Kraksaan, yaitu di utara Masjid Agung Ar-Raudlah dan di sebelah timur Rutan Kraksaan.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]