Myeongjong dari Joseon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Myeongjong dari Joseon
Hangeul 명종
Hanja 明宗
Alih Aksara yang Disempurnakan Myeongjong
McCune–Reischauer Myŏng-jong
Nama lahir
Hangeul 이환
Hanja 李峘
Alih Aksara yang Disempurnakan I Hwan
McCune–Reischauer I Hwan

Raja Myeongjong (1534–1567, bertahta pada tahun 1545–1567) merupakan raja ke-13 Dinasti Joseon, Korea. Ia merupakan putra kedua Jungjong, dan ibunya adalah Ratu Munjeong, yang merupakan ratu ketiga Jungjong.

Ia menjadi raja pada tahun 1545 di usianya yang ke-12 diikuti dengan kematian saudara tirinya, Injong. Karena ia terlalu muda memerintah kerajaan, Ratu Munjeong memerintah negara tersebut sebagai walinya.

Fraksi-fraksi Politik[sunting | sunting sumber]

Terdapat dua fraksi politik pada saat Myeongjong berkuasa; Yoon Besar, yang dipimpin oleh Yoon Im, yang merupakan paman maternal Injong[1] , dan Yoon Kecil, yang di pimpin oleh kedua paman maternal Myeongjong, Yoon Won-hyeong dan Yoon Wonro. [2]. (Yoon Im dan Yoon Bersaudara dihitung kerabat dekat di masa periode tersebut - kakek buyut Yoon Im adalah abang dari kakek buyut Yoon Bersaudara.) Yoon Besar mengambil kekuasaan pada tahun 1544, ketika Injong menggantikan Jungjong; namun mereka gagal untuk menyapu oposisi mereka, karena Ratu Munjeong melindungi fraksi Yoon Kecil dan oposisi pejabat lainnya.

Setelah kematian Injong pada tahun 1545, Yoon Kecil menggantikan Yoon Besar sebagai mayoritas di dalam istana kerajaan dan dengan brutal menyingkirkan lawan mereka di dalam Pembersihan Sastrawan Keempat Tahun 1545. Yoon Im di eksekusi, begitu pula dengan banyak dari pengikutnya.

Naiknya Yun Won-hyeong[sunting | sunting sumber]

Fraksi Yoon Kecil berlanjut menyerang oposisi mereka. Pada tahun 1546, Yoon Won-hyeong mendakwa abangnya, Yoon Won-ro, yang di eksekusi beberapa hari kemudian bersama dengan para pengikutnya. Dengan tidak terdapatnya oposisi lain yang dapat menandinginya lagi di dalam pemerintah, Yoon Won-hyeong menjadi Menteri Interior pada tahun 1548, Wakil Perdana Menteri pada tahun 1551 dan akhirnya Perdana Menteri pada tahun 1563.

Dibalik pemerintahan Yun Won-hyeong yang kejam, Ratu Munjeong merupakan seorang administrator yang efektif, mendistribusikan bekas tanah yang tadinya dimiliki oleh para nobel. Namun, ia tetap memerintah meskipun raja telah berusia 20 tahun.

Kematian Ratu Munjeong[sunting | sunting sumber]

Setelah kematian Ratu Munjeong pada tahun 1565, raja memutuskan untuk memerintah kerajaan sendiri dan mengeksekusi mati pamannya Yoon Won-hyeong bersama dengan istri keduanya[3] Jeong Nan-jeong, yang juga naik pangkat karena hubungan dekatnya dan menjadi saudara ipar kedua Ratu Munjeong.[4][5] Yun Won-hyeong membiarkan korupsi berkembang biak di dalam pemerintah; ketika kerajaan tidak stabil, pasukan Jurchen, Jepang, dan pemberontak mengamuk semau mereka dan mengancam pemerintahan itu sendiri. Pemimpin pemberontakan Im Kkeok-jeong ditahan dan di eksekusi pada tahun 1552, namun invasi luar berlanjut; Dinasti Joseon harus memobilisasikan kembali pasukan bersama dengan armada angkatan lautnya untuk melindungi perbatasan-perbatasan tersebut.

Kematian & Warisan[sunting | sunting sumber]

Myeongjong mencoba untuk mereformasi pamerintah setelah mendapatkan kekuasaan ke dalam tangannya sendiri dengan memanggil dan menempatkan kembali para sarjana Sarim yang dibuang ke pengasingan di dalam peristiwa pembersihan, namun ia wafat dua tahun kemudian tanpa memiliki keturunan laki-laki[6]. Raja Seonjo, keponakan tirinya, menjadi pewaris tahtanya pada tahun 1567.

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Nama Lengkap Anumertanya[sunting | sunting sumber]

  • Raja Myeongjong Gongheon Heoneui Somun Gwangsuk Gyeonghyo yang Agung Korea
  • 명종공헌헌의소문광숙경효대왕
  • 明宗恭憲獻毅昭文光肅敬孝大王

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Yoon Im is the older brother of Queen Janggyeong (Injong's mother).
  2. ^ They were Queen Munjeong's older brother.
  3. ^ Originally his concubine, Jeong Nan-jeong had the first wife, Lady Kim, poisoned to death.
  4. ^ She became a dictator; the real power behind the veil of Queen Munjeong's regency.
  5. ^ Actually, Jeong Nan-jeong committed suicide as a domino effect of misfortunes: Queen Munjeong's death, and her loss of control of the government.
  6. ^ His only son, the Crown Prince, died 4 years before his own death.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Injong
Daftar Penguasa Korea
(Dinasti Joseon)
1545–1567
Diteruskan oleh:
Seonjo