Morfem

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Morfem merupakan bagian dari kata


Morfem (bahasa Inggris: Morpheme) adalah satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna. [1] [2] [3] [4] [5] Morfem tidak bisa dibagi kedalam bentuk bahasa yang lebih kecil lagi.[3] Dalam tata bahasa Inggris, Morfem berfungsi untuk membedakan kata jamak (plural), kata masa lampau (past tense), dan sebagainya.[4] Tata Bahasa Tradisional tidak mengenal konsep maupun istilah morfem, sebab morfem bukanlah satuan dalam sintaksis, dan tidak semua morfem mempunyai makna secara filosofis .[2] Konsep morfem baru diperkenalkan oleh kaum strukturalis pada awal abad kedua puluh .[2]

Identifikasi Morfem[sunting | sunting sumber]

Untuk mengidentikasi sebuah morfem perlu dilakukannya perbandingan satuan bentuk kata dengan bentuk-bentuk satuan kata yang lain. Sebuah kata bisa dikatakan morfem apabila bentuk satuan katanya bisa hadir sacara berulang-ulang dalam bentuk yang lain [2]. Perhatikan contoh berikut:

Perbandingan bentuk [kedua]

Bentuk [kedua] jika dibandingkan dengan contoh diatas dapat disegmentasikan sebagai satuan tersendiri dan mempunyai makna yang sama, yaitu menyatakan tingkat atau [[derajat] [2]. Sehingga bentuk ke pada contoh diatas adalah morfem, karena merupakan bentuk terkecil yang berulang-ulang dan mempunyai makna yang sama [2].

Sekarang perhatikan bentuk ke pada daftar berikut:

Perbandingan bentuk [kedua]

(disini atuaran ejaan tidak diindahkan)

Bentuk ke pada contoh diatas juga dapat disegmentasikan sebagai morfem, karena memiliki satuan tersendiri dan mempunyai arti yang sama, yaitu menyatakan arah dan tujuan [2].

Masalah kita sekarang apakah morfem ke pada contoh pertama dan morfem ke pada contoh kedua adalah morfem yang sama ,atau tidak [2]. Pembahasannya adalah, morfem ke pada contoh pertama tidak sama dengan morfem ke pada contoh kedua [2]. Keduanya merupakan dua buah morfem yang berbeda, meskipun bentuknya sama [2]. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, kesamaan arti dan kesamaan bentuk merupakan ciri atau identitas sebuah morfem [2].

Sekarang perhatikan contoh selanjutnya:

Perbandingan bentuk [kedua]

Dari daftar tersebut ternyata ada bentuk yang sama, yang dapat disegmentasikan dari bagian unsur-unsur lainnya, yaitu bentuk tinggal dan ninggal [2]. Bentuk tinggal dan ninggal adalah sebuah morfem karena bentuk dan maknanya sama [2]. Untuk mengetahui sebuah bentuk adalah morfem, perlu diketahui terlebih dahulu maknanya [2]. Perhatikan contoh berikut:

Menelantarkan
Terlantar
Lantaran

Meskipun bentuk lantar terdapat berulang-ulang pada daftar, tetapi bentuk lantar bukanlah sebuah morfem karena tidak ada maknanya [2]. Menelantarkan dengan terlantar memang masih memilik hubungan, tetapi bentuk menelantarkan dan terlantar tidak ada hubungannya dengan lantaran [2].

Dalam studi morfologi, sebuah morfem biasanya dilambangkan dengan mengapitnya diantara kurung kurawal. Berikut ini adalah contohnya [2].

Perbandingan bentuk [kedua]

Klasifikasi Morfem[sunting | sunting sumber]

Morfem-morfem dalam setiap bahasa dapat diklasifikasikan berdasarkan kebebasannya, keutuhannya, maknanya, dan sebagainya. Berikut ini adalah klasifikasi morfem:

Morfem Bebas[sunting | sunting sumber]

Morfem bebas (bahasa Inggris: Free Morpheme) adalah morfem yang dapat berdiri sendiri dalam satu kalimat pertuturan tanpa adanya morfem lain. [3] Sebagai contoh, misalnya, bentuk pulang, makan, rumah, dan bagus. [2] Morfem-morfem tersebut dapat berdiri sendiri dalam satu kalimat tanpa memerlukan morfem lain dan memiliki makna leksikal. [2]

Morfem Terikat[sunting | sunting sumber]

Morfem terikat (bahasa Inggris: Bond Morpheme) adalah morfem yang tidak bisa berdiri sendiri dan selalu terikat pada morfem lain. [4] Contohnya dalam kata Kepemudaan memiliki dua morfem terikat yaitu "ke" dan "an". [2] Contoh yang lain adalah kata perawatan yang terdiri dari dua morfem terikat yaitu "pe" dan "an", kata diperlukan juga terdiri dari dua morfem terikat yaitu "di" dan "an". [2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Indonesia) Kamus Besar Bahasa Indonesia. KBBI Daring. Diakses 17-April-2014. 
  2. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u (Indonesia) Abdul Chaer (Juni 2007). Linguistik Umum. Cetakan Ketiga. Rineka Cipta. hlm. 146 – 158. 
  3. ^ a b c (Inggris) Muhammad Farkhan (2006). An Introduction to Linguistics 1. Lembaga Penelitian UIN Jakarta & UIN Jakarta Press. hlm. 51 – 59. 
  4. ^ a b c (Inggris) George Yule (2006). The Study of Language. Third Edition. Cambridge University Press. hlm. 62 – 67. 
  5. ^ (Inggris) Anita K. Barry (2008). Linguistic Perspectives on Language and Education. Pearson Education, Inc. hlm. 40 –42. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]