Mogadishu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Mogadishu
مقديشو Maqadīshū ("The Seat of the Shah")[1]
Nama lain: Xamar
Mogadishu is located in Somalia
Mogadishu
Location of Mogadishu within Somalia
Koordinat: 2°02′LU 45°21′BT / 2,033°LU 45,35°BT / 2.033; 45.350Koordinat: 2°02′LU 45°21′BT / 2,033°LU 45,35°BT / 2.033; 45.350
Negara  Somalia
Region Benadir
Pemerintahan[2]
 • Mayor Abdurisaq Mohamed Nor [3]
Populasi (2006)[4]
 • Total 2.000.000
Zona waktu EAT (UTC+2)
Peta Somalia

Mogadishu (bahasa Somali: Muqdisho) adalah sebuah kota di Afrika Timur. Mogadishu merupakan kota terbesar sekaligus ibu kota nominal otoritas sementara Somalia. Uniknya, Somalia tidak memiliki pemerintahan de facto selama lebih dari satu dasawarsa. Penduduknya berjumlah 2.450.000 (perkiraan 2004). Kota ini juga dikenal dengan nama Hamar oleh penduduk Somalia.

Sebagai pusat finansial dan komersial di Somalia, industri terbesarnya ialah tekstil dan pangan. Jalanan di Mogadishu menghubungkannya dengan kota-kota lain serta negara Kenya dan Ethiopia. Layanan transportasi udara masih terbatas. Mogadishu terletak pada koordinat 2°02′ LU 45°21′ BT.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Mogadishu ditemukan oleh penghuni etnik Muslim Arab pada abad ke-10, menurut Ross E. Dunn (The Adventures of Ibn Battuta [1986]). Menurut penjelasan Dunn, Mogadishu dan pemukiman Muslim lainnya di Afrika Timur tampaknya "mirip dengan Amerika pada zaman pertengahan, suatu daratan subur berpeluang emas dan tempat untuk berlindung dari kemarau, kelaparan, overpopulasi, dan perang yang melanda tanah air." Kebanyakan pendatang tergolong kaya dan mereka berasal dari Jazirah Arab. Perkawinan mereka dengan penduduk pribumi menghasilkan hubungan yang menguntungkan dari segi ekonomi. Mogadishu berlokasi di ujung bagian utara negara Kota Afrika Timur. Ajaran Islam tersebar di seluruh wilayah Somalia.

Ketika Ibnu Batuta mengunjungi Mogadishu pada 1330, dia kagum melihat makanan yang berlimpah-limpah dan bergumam bahwa seseorang di sana "porsi makanannya sama banyak dengan porsi rombongan kami, dan tubuh mereka sangat gemuk."

Asal usul nama "Mogadishu" masih samar-samar; suatu cerita mengklaim nama itu sebagai istilah bahasa Arab versi etnik Somali "maqad shah" (kursi kekaisaran shah), cerita yang lain mengklaimnya sebagai istilah bahasa Swahili versi Somali "mwyu ma" (kota terakhir di bagian utara). Bangunan-bangunan bersejarah di Mogadishu antara lain Masjid Fakr ad-Din (1269) dan Istana Garesa, dibangun pada akhir abad ke-19 untuk kediaman administrator lokal dari sultan Zanzibar yang kini menjadi museum dan perpustakaan.

Pada 1871 Mogadishu diduduki oleh sultan Zanzibar, yang kemudian menyewakannya kepada Italia tahun 1892. Pada 1905 Italia membeli kota tersebut, menamakannya Mogadiscio, dan menjadikannya ibu kota koloni Somaliland Italia. Pada Perang Dunia II Mogadishu dikuasai oleh pasukan Britania yang bermarkas di Kenya. Selama perang saudara berkepanjangan yang melanda Somalia sejak 1970-an, pasukan pemberontak berhasil menguasai Mogadishu pada 1990. Pertempuran sengit antara faksi-faksi pemberontak berbasis klan menghancurkan sebagian besar wilayah Mogadishu pada 1991-1992. Pasukan penjaga perdamaian bertugas di sana pada 1992-1995.

Pada 3 Oktober 1993, Amerika Serikat melaksanakan misi untuk menangkap dua anak buah seorang pemimpin militan bernama Mohamed Farrah Aidid, walaupun sukses, misi ini menelan banyak korban jiwa. Pada Pertempuran Mogadishu, 19 serdadu AS tewas dan beberapa lainnya mengalami cedera, tetapi jumlah korban di pihak Somalia diperkirakan antara 500-1.000 militan dan warga sipil tewas serta 3.000-4.000 lainnya cedera. Kejadian tersebut kemudian menjadi tema utama novel Black Hawk Down: A Story of Modern War dan film Black Hawk Down (2001).

Mogadishu kini[sunting | sunting sumber]

Mogadishu merupakan ibu kota Pemerintah Nasional Transisi Somalia yang diakui oleh dunia internasional. Sesi Parlemen diselenggarakan di luar negeri (Nairobi).

Kondisi di wilayah Mogadishu bagian selatan lebih tenang dan modern. Sebaliknya, bagian utara kota itu dikuasai oleh klan-klan militan. Beberapa di antaranya telah membentuk wilayahnya masing-masing dan mengklaim kemerdekaan dari negara itu.

Walaupun dililit oleh banyak masalah, kondisi Mogadishu telah pulih dari segi ekonomi. Perdagangan bebas tanpa berkuasanya pemerintah de facto berarti tidak ada pajak sehingga berbisnis di sana relatif murah. Para pebisnis menyewa petugas keamanan untuk melindungi diri dari kaum militan. Kerusuhan makin jarang terjadi.

Di antara kota-kota di Afrika Timur, Mogadishu tumbuh pesat di bidang telekomunikasi dan internet dengan jaringan telepon modern. Warung-warung internet bertebaran di Mogadishu.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Data iklim Mogadishu
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rekor tertinggi °C (°F) 34 32 33 36 34 32 32 30 32 32 32 34 36
(nil)
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30 30 31 32 32 29 28 28 29 30 31 30 30
Rata-rata terendah °C (°F) 23 23 24 26 25 23 23 23 23 24 24 24 24
Rekor terendah °C (°F) 20 18 20 20 18 20 15 16 18 18 21 20 15
(nil)
Presipitasi mm (inci) 0 0 0 58 58 97 64 48 25 23 41 13 427
Sumber: BBC Weather [5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Laitin
  2. ^ http://www.globalsecurity.org/military/library/news/2007/08/mil-070813-irin02.htm
  3. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Mayor_Abdurisaq
  4. ^ http://www.iaed.org/somalia/
  5. ^ "Average Conditions Mogadishu, Somalia". BBC Weather. Diakses August 18, 2009. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]