Masjid Gedhe Kauman

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Masjid Gedhe Kauman
GrandMosqueYogya.JPG

Tampak depan Masjid Gedhe Kauman

Masjid Gedhe Kauman is located in Jawa
Diperlihatkan dalam Topografi Jawa
Letak Kota Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia
Koordinat geografi 7°48′14″LS 110°21′45″BT / 7,803951°LS 110,362617°BT / -7.803951; 110.362617Koordinat: 7°48′14″LS 110°21′45″BT / 7,803951°LS 110,362617°BT / -7.803951; 110.362617
Afiliasi agama Islam
Situs web www.masjidgedhe.or.id
Deskripsi arsitektur
Arsitek Kyai Wiryokusumo
Jenis arsitektur Masjid
Gaya arsitektur Tajug lambang teplok
Tahun selesai 1773
Spesifikasi
Kubah 0
Menara 0


Mesjid Gedhe Kauman (bahasa Jawa: Masjid Gedhe Kauman Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat) adalah masjid raya Kesultanan Yogyakarta, atau Masjid Besar Yogyakarta, yang terletak di sebelah barat kompleks Alun-alun Utara Kraton Yogyakarta.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Masjid Gedhe Kauman dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I bersama Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat (penghulu kraton pertama) dan Kyai Wiryokusumo sebagai arsiteknya. Masjid ini dibangun pada hari Ahad Wage, 29 Mei 1773 M atau 6 Robi’ul Akhir 1187 H.

Arsitektur[sunting | sunting sumber]

Kompleks Mesjid Gedhe Kauman dikelilingi oleh suatu dinding yang tinggi. Pintu utama kompleks terdapat di sisi timur dengan konstruksi semar tinandu. Arsitektur bangunan induk berbentuk tajug persegi tertutup dengan atap bertumpang tiga. Untuk masuk ke dalam terdapat pintu utama di sisi timur dan utara. Di sisi dalam bagian barat terdapat mimbar bertingkat tiga yang terbuat dari kayu, mihrab (tempat imam memimpin ibadah), dan sebuah bangunan mirip sangkar yang disebut maksura. Pada zamannya (untuk alasan keamanan) di tempat ini sultan melakukan ibadah. Serambi masjid berbentuk limas persegi panjang terbuka.

Lantai ruang utama dibuat lebih tinggi dari serambi masjid dan lantai serambi sendiri lebih tinggi dibandingkan dengan halaman masjid. Di sisi utara-timur-selatan serambi terdapat kolam kecil. Pada zaman dahulu kolam ini untuk mencuci kaki orang yang hendak masuk masjid.

Di depan masjid terdapat sebuah halaman yang ditanami pohon tertentu. Di sebelah utara dan selatan halaman (timur laut dan tenggara bangunan masjid raya) terdapat sebuah bangunan yang agak tinggi yang dinamakan Pagongan. Pagongan di timur laut masjid disebut dengan Pagongan Ler (Pagongan Utara) dan yang berada di tenggara disebut dengan Pagongan Kidul (Pagongan Selatan). Saat upacara Sekaten, Pagongan Ler digunakan untuk menempatkan gamelan sekati Kangjeng Kyai (KK) Naga Wilaga dan Pagongan Kidul untuk gamelan sekati KK Guntur Madu.

Di barat daya Pagongan Kidul terdapat pintu untuk masuk kompleks masjid gedhe yang digunakan dalam upacara Jejak Bata pada rangkaian acara Sekaten setiap tahun Dal. Selain itu terdapat Pengulon, tempat tinggal resmi kangjeng kyai pengulu di sebelah utara masjid dan pemakaman tua di sebelah barat masjid.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]


Templat:Masjid di indonesia