Kwaidan: Stories and Studies of Strange Things

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Kwaidan: Stories and Studies of Strange Things (Kwaidan: Cerita dan Studi Hal-hal Aneh), atau sering disingkat Kwaidan adalah buku karya Lafcadio Hearn yang diterbitkan tahun 1904. Buku ini merupakan kumpulan 17 cerita hantu dan legenda dari berbagai daerah di Jepang, dan 3 studi tentang serangga. Dalam bahasa Jepang dialek Izumo, "ka" diucapkan sebagai "kwa" sehingga kata "kaidan" (怪談?) (cerita hantu) ditulis sebagai Kwaidan.

Sutradara Masaki Kobayashi mengangkat karya Hearn sebagai film berjudul Kwaidan produksi tahun 1964. Film terdiri dari 4 bagian yang masing-masing berasal dari cerita karya Hearn. Cerita yang diambil dari buku Kwaidan adalah cerita bagian 2 Yuki-Onna (Wanita Salju), dan bagian 3 The Story of Mimi-Nashi-Hoichi (Hoichi Tanpa Daun Telinga).

Daftar cerita[sunting | sunting sumber]

Pengantar edisi pertama ditulis Hearn pada 20 Januari 1904, tidak lama sebelum dirinya tutup usia. Hearn menulis bahwa sebagian besar cerita diterjemahkannya ke dalam bahasa Inggris dari buku teks kuno bahasa Jepang (mungkin dengan bantuan istrinya, Setsu Koizumi). Menurut Hearn, cerita berjudul Yuki Onna (Wanita Salju) dikisahkan kepadanya oleh seorang petani di Provinsi Musashi. Hearn sendiri tidak yakin cerita tersebut sudah pernah ditulis sebelumnya dalam bahasa Jepang. Selain itu, cerita Riki-Baka (Riki Si Bodoh) merupakan pengalaman pribadinya. Walaupun tidak dinyatakan dalam pengantar, cerita Hi-Mawari juga terlihat seperti pengalaman masa kecil Hearn. Cerita ditulis dari sudut pandang orang pertama dengan latar belakang daerah pedesaan di Wales.

  • The Story of Mimi-Nashi-Hoichi (Hoichi Tanpa Daun Telinga)
  • Oshidori (Tanda Cinta Suami Istri)
  • The Story of O-Tei (Kisah O-Tei)
  • Ubazakura (Pohon Sakura Ibu Susu)
  • Diplomacy (Diplomasi)
  • Of A Mirror And A Bell (Cerita Kaca dan Genta)
  • Jikininki (Oni Pemakan Manusia)
  • Mujina
  • Rokuro-Kubi
  • A Dead Secret (Rahasia Abadi)
  • Yuki-Onna (Wanita Salju)
  • The Story Of Aoyagi (Kisah Aoyagi)
  • Jiu-Roku-Zakura (Pohon Sakura Hari Keenambelas)
  • The Dream of Akinosuke (Mimpi Akinosuke)
  • Riki-Baka (Riki Si Bodoh)
  • Hi-Mawari (Bunga Matahari)
  • Horai

Sebagai penutup cerita, Hearn menyajikan kepercayaan orang Tiongkok dan Jepang tentang serangga.

  • Kupu-kupu: personifikasi arwah manusia
  • Nyamuk: reinkarnasi manusia rakus dan iri dalam bentuk setan lapar peminum darah (Jiki-ketsu-gaki)
  • Semut: makhluk yang lebih superior dibandingkan manusia dalam soal etika dan struktur sosial.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]