Kriegsmarine

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bendera Kriegsmarine

Kriegsmarine adalah nama resmi dari angkatan laut Jerman pada masa Nazi berkuasa. Nama ini mulai 1 Juni 1935 dipakai sebagai pengganti sebutan sebelumnya, Reichsmarine.

Struktur Komando[sunting | sunting sumber]

Ketika Perang Dunia Kedua, Jerman yang pada waktu itu di bawah kepemimpinan Adolf Hitler (20 April 1889 – 30 April 1945), adalah pemimpin tertinggi seluruh angkatan perang, termasuk Kriegsmarine. Kekuasaannya berjalan melalui Oberkomando der Marine (OKM), Panglima Angkatan Laut (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Kepala Staf Angkatan Laut (Chef der Stabes der Seekriegsleitung), dan seorang Kepala Departemen Operasi Agkatan Laut (Chef der Operationsabteilung) Berikut adalah komando dari Kriegsmarine berdasarkan regional, skuadron dan komando armada kecil:

Regional[sunting | sunting sumber]

Suatu regional/divisi dipimpin oleh seorang Generaladmiral atau Laksamana, yang mana subdivisi mereka dibagi-bagi lagi apabila diperlukan. Setiap regional ada Marineoberkomando untuk Armada Laut Baltik, Nord (Utara Jerman/Denmark dan sekitarnya), Nordsee (Laut Utara), Ost/Ostsee (Dahulu Baltik), Selatan (Laut Tengah) dan Barat (Samudera Atlantik). Kriegsmarine menggunakan sistem pengodean yang disebut Gradnetzmeldeverfahren untuk memetakan daerah komando.

Skuadron[sunting | sunting sumber]

Setiap tipe kapal perang Jerman, mempunyai sistem komando yang dipimpin oleh seorang perwira kepala kapal (seperti Fregattenkapitän maupun Korvettenkapitän). Mereka mengomandoi kapal perang (Battleship), Cruiser, Destroyer, kapal selam (Führer der U-Boote), kapal bertorpedo (MTB), kapal anti-ranjau, kapal pengangkut, kapal patroli dan senjata anti-kapal.

Komando Armada Kecil[sunting | sunting sumber]

Suatu operasi besar dikomandoi oleh seorang Flottenchef (Kepala Armada Kecil) yang biasanya bersifat sementara.


Sejarah[sunting | sunting sumber]

Schlesien dan Schleswig-Holstein

Sesuai dengan Perjanjian Versailles, Jerman hanya boleh memiliki angkatan bersenjata yang kecil. Setelah Machtergreifung pada tahun 1933, Jerman mulai mempersenjatai diri kembali. Perjanjian angkatan laut antara Britania Raya dan Jerman (bahasa Inggris Anglo-German Naval Agreement; bahasa Jerman Deutsch-britisches Flottenabkommen)pada tanggal 18 Juni 1935 mengizinkan pembangunan armada atas permukaan 35 % dari tonnase kapal atas permukaan Inggris, 45 % dari tonnase kapal selam Inggris, dan kapal perang tidak tidak melebihi 35.000 Ton. Kriegsmarine sampai dengan tahun 1947 sesuai dengan apa yang disebut sebagai "Rencana-Z" (Z-Plan) harus memiliki sejumlah besar kapal baru di antaranya kapal induk. kapal perang, kapal penjelajah, kapal selam dan kekuatan laut ringan lainnya.

Pada tahun 1935 digunakan bendera baru, bendera swastika dengan palang besi (bahasa Jerman Eisernes Kreuz) di kiri atas.

Kriegsmarine pertama kali diturunkan dalam peperangan pada Perang Saudara Spanyol. Bersama-sama dengan angkatan laut Britania Raya, Italia dan Perancis dalam blokade laut internasional dalam rangka embargo senjata terhadap Spanyol. Penempatan Kriegsmarine ini dilakukan untuk mendukung upaya kudeta kaum Nasionalis Spanyol pimpinan Francisco Franco. Pada 29 Mei 1937, kapal Deutschland dibombardir dan mengalami kerusakan di dekat Ibiza.