Perang Saudara Spanyol

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Artikel ini adalah tentang Perang Saudara Spanyol pada 1936-1939. Lihat pula Perang Saudara Spanyol, 1820-1823.
Perang Saudara Spanyol
Capa, Death of a Loyalist Soldier.jpg
Prajurit Republik Spanyol yang tertembak dalam perang.
Tanggal 19361939
Lokasi Spanyol
Hasil Kemenangan kaum Nasionalis
Pihak yang terlibat
Republik Spanyol Kedua
Relawan asing
Uni Soviet
milisi CNT
milisi UGT
milisi POUM
Spanyol Nasionalis
Italia Fasis
Jerman Nazi
Relawan asing
Falangis
Carlis
Komandan
Manuel Azaña
Francisco Largo Caballero
Juan Negrín
Francisco Franco
Emilio Mola

Seri Sejarah Spanyol
Alhambra-petit.jpg
Spanyol Prasejarah
Spanyol Romawi
Spanyol Abad Pertengahan
- Bangsa Visigoth
- Al-Andalus
- Penaklukan Kembali
Zaman Ekspansi
Zaman Pencerahan
Reaksi dan Revolusi
Republik Spanyol Pertama
Restorasi
Republik Spanyol Kedua
Perang Saudara Spanyol
Pemerintahan Diktatur
Transisi menuju demokrasi
Spanyol modern
Topik
Sejarah Ekonomi
Sejarah Militer
Sejarah Sosial

Perang Saudara Spanyol, yang berlangsung dari 17 Juli 1936 hingga 1 April 1939, adalah konflik antara kaum Nasionalis yang dipimpin oleh Jenderal Francisco Franco yang mengalahkan kaum Loyalis yang dipimpin oleh Presiden Manuel Azaña dari Republik Spanyol Kedua. Kaum Loyalis mendapatkan senjata dan relawan dari Uni Soviet dan gerakan Komunis internasional, sementara kaum Nasionalis (atau Francois) didukung oleh negara-negara Fasis, termasuk Italia dan Jerman. Kaum Republikan terdiri atas kaum sentris (tengah) yang mendukung demokrasi liberal kapitalis hingga komunis dan kaum revolusioner anarkis. Basis kekuatan mereka terutama adalah sekular dan urban (meskipun juga termasuk kaum buruh tani yang tidak memiliki tanah) dan khususnya kuat di wilayah-wilayah industri seperti Asturias dan Catalunya. Negeri Basque yang konservatif juga memihak dengan Republik, terutama karena ia, bersama-sama dengan tetangganya Catalunya, berusaha mendapatkan otonomi dari pemerintahan pusat yang belakangan ditindas dengan menciptakan sentralisasi terhadap kaum nasionalis. Kaum Francois umumnya memiliki basis dukungan di pedesaan, masyarakat yang kaya dan konservatif. Pada umumnya mereka Katolik Roma, dan mendukung sentralisasi kekuasaan. Sebagian dari taktik-taktik militer dalam perang ini - termasuk penggunaan taktik-taktik teror terhadap kaum sipil - mendahului apa yang kelak terjadi dalam Perang Dunia II, meskipun baik kaum Nasionalis maupun Republikan sangat mengandalkan pasukan infantri ketimbang menggunakan taktik-taktik modern seperti blitzkrieg (serangan kilat) dengan tank dan pesawat-pesawat terbang.

Sementara perang itu berlangsung hanya sekitar tiga tahun, situasi politiknya sudah penuh dengan kekerasan selama beberapa tahun sebelumnya. Jumlah korbannya dipertikaikan. Perkiraan umum menyebutkan antara 300.000 hingga 1 juta orang terbunuh. Banyak di antara para korban ini disebabkan oleh pembunuhan-pembunuhan massal yang dilakukan kedua belah pihak. Perang ini dimulai dengan pemberontakan militer di seluruh Spanyol dan koloni-koloninya, yang diikuti oleh pembalasan kaum Republikan terhadap Gereja, yang dipandang kaum Republikan radikal sebagai lembaga yang menindas yang mendukung orde lama.

Terjadi pembantaian terhadap rohaniwan-rohaniwati Katolik dan gereja-gereja. Biara-biara dibakar. Dua belas uskup, 283 biarawati, 2.365 biarawan dan 4.184 imam Katolik dibunuh.[1][2] Bekas pemilik tanah dan kaum industrialis juga diserang. Selama dan menjelang pecahnya perang, kaum Nasionalis melaksanakan program pembunuhan massal terhadap lawan-lawan mereka. Dilakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah, dan orang-orang yang tidak disukai seringkali dipenjarakan atau dibunuh. Para aktivis serikat buruh, yang dikenal sebagai simpatisan kaum Republikan dan yang sering mengkritik rezim Franco merupakan orang-orang pertama yang diincar. Kaum Nasionalis juga melakukan pengeboman udara terhadap wilayah-wilayah sipil dengan bantuan angkatan udara Jerman dan Italia. Kebrutalan biasa dilakukan oleh semua pihak.

Dampak perang ini sangat hebat: Dibutuhkan waktu puluhan tahun untuk memulihkan kembali ekonomi Spanyol. Dampak politik dan emosional dari perang ini terus dirasakan jauh melampaui batas-batas negara Spanyol dan menyulut semangat kaum komunitas intelektual dan politik internasional, yang hingga kini masih ditemukan dalam politik Spanyol.

Para simpatisan Republikan menyatakannya sebagai perjuangan antara "tirani dan demokrasi", atau "fasisme dan kebebasan", dan banyak pembaharu muda dan kaum revolusioner yang mempunyai komitmen tinggi bergabung dengan Brigade Internasional, yang merasa bahwa menyelamatkan Republik Spanyol berada di garis depan peperangan melawan fasisme. Namun para pendukung Franco, khususnya anggota-anggota muda dari korps perwira, memandanganya sebagai pertempuran antara gerombolan merah komunisme dan anarkisme di satu pihak melawan "peradaban Kristen" di pihak lain.

Film-film terkait[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Statistik mengenai pembunuhan, penghancuran gedung-gedung keagamaan, dll. tak lama sebelum pecahnya perang berasal dari Historia de la Persecución Religiosa en España (1936-1939) oleh Antonio Montero Moreno (Biblioteca de Autores Cristianos, edisi ke-3, 1999).
  2. ^ http://www.milesjesu.com/missions/mjmonthly-may01a.html

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

  • Alpert, Michael (2004). A New International History of the Spanish Civil War. Basingstoke: Palgrave Macmillan. ISBN 1-4039-1171-1. 
  • Beevor, Antony (penerbitan ulang 2001). The Spanish Civil War. London: Penguin. ISBN 0-14-100148-8. 
  • Brenan, Gerald (penerbitan ulang 1990). The Spanish labyrinth: an account of the social and political background of the Civil War. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-39827-4. 
  • Carr, Raymond (Introduction; tak disebutkan editornya), Images of the Spanish Civil War, London (Allen & Unwin) 1986.
  • Graham, Helen (2002). The Spanish republic at war, 1936-1939. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-45932-X. 
  • Enzensberger, Christian, "The short summer of Anarchy".
  • Howson, Gerald (1998). Arms for Spain. New York: St. Martin’s Press. ISBN 0-312-24177-1. 
  • Jackson, Gabriel (1965). The Spanish Republic and the Civil War, 1931-1939. Princeton: Princeton University Press. ISBN 0-691-00757-8. 
  • Koestler, Arthur (1983). Dialogue with death. London: Macmillan. ISBN 0-333-34776-5. 
  • Kowalsky, Daniel. La Union Sovietica y la Guerra Civil Espanola. Barcelona: Critica. ISBN 84-8432-490-7. 
  • Malraux, André (1941). L'Espoir (Man's Hope). New York: Modern Library. ISBN 0-394-60478-4. 
  • Moa, Pío; Los Mitos de la Guerra Civil, La Esfera de los Libros, 2003.
  • Orwell, George (2000, pertama kali terbit pada 1938). Homage to Catalonia. London: Penguin Books dalam kerja sama dengan Martin Secker & Warburg. ISBN 0-14-118305-5. 
  • Payne, Stanley (2004). The Spanish Civil War, the Soviet Union, and Communism. New Haven ; London: Yale University Press. ISBN 0-300-10068-X. 
  • Preston, Paul, A Concise History of the Spanish Civil War, London (Fontana Press) 1996.
  • Puzzo, Dante Anthony (1962). Spain and the great powers, 1936-1941. Freeport, N.Y: Books for Libraries Press (aslinya Columbia University Press, N.Y.). ISBN 0-8369-6868-9. 
  • Radosh, Ronald; Mary Habeck, Grigory Sevostianov (2001). Spain betrayed: the Soviet Union in the Spanish Civil War. New Haven and London: Yale University Press. ISBN 0-300-08981-3. 
  • Thomas, Hugh (diterbitkan kembali pada 2003). The Spanish Civil War. London: Penguin. ISBN 0-14-101161-0. 

Literatur terkait[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]