Kilimanjaro

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kilimanjaro
Ketinggian 5.895 meter (19.340 kaki)
Lokasi
Lokasi Timur laut Tanzania
Koordinat 03°04′33″S, 37°21′12″EKoordinat: 03°04′33″S, 37°21′12″E
Geologi
Jenis Stratovolcano
Letusan terakhir Tidak pernah meletus sepanjang catatan sejarah

Kilimanjaro (bahasa Swahili: kilima, gunung; njaro, bercahaya) atau dulu disebut Kaiser-Wilhelm-Spitze adalah gunung di timur laut Tanzania. Gunung ini adalah gunung tertinggi di dunia yang berdiri bebas,[1] tingginya 4.600 m bila diukur dari kaki gunung.

Puncak Kilimanjaro sekaligus merupakan puncak tertinggi di Afrika, dengan ketinggian 5.895 meter di atas permukaan laut. Gunung ini juga disebut Kilima Dscharo atau Oldoinyo Oibor yang berarti gunung putih dalam bahasa Masai.[2]

Kilimanjaro adalah gunung api strato raksasa yang sekarang tidak aktif, namun memiliki fumarol yang mengeluarkan gas di kawah yang terletak di puncak utama Kibo. Di Tanzania, puncak Kibo dikenal sebagai Puncak Uhuru.[3] Pada tahun 2003, vulkanolog Jerman bernama Volker Lorenz memperkirakan magma cair terdapat di bawah permukaan kawah pada kedalaman 121,9 m (400 kaki).[4]

Garis besar[sunting | sunting sumber]

Pemandangan Kilimanjaro dari Taman Nasional Amboseli

Titik tertinggi adalah Puncak Uhuru yang tingginya 5.895 meter, dan merupakan salah satu dari Tujuh Puncak Gunung Tertinggi Dunia. Di atasnya terdapat kawah yang lebarnya 2,4 kilometer. Johannes Kinyala Lauwo dari korps pengintai angkatan darat Marangu adalah orang pertama yang berhasil mencapai Puncak Uhuru, dan berhasil mendakinya berulang-ulang hingga 9 kali. Orang asing pertama yang berhasil mencapai Puncak Uhuru adalah Hans Meyer, pendaki dari Jerman, dan Ludwig Purtscheller pendaki dari Austria. Mereka berdua dipandu Johannes Lauwo sampai ke Puncak Uhuru pada 6 Oktober 1889. Dua puncak Kilimanjaro yang lain adalah Puncak Mawenzi (5.149 m) dan Puncak Shira (3.962 m). Puncak Mawenzi adalah puncak ke-3 tertinggi di Afrika setelah Gunung Kenya. Pada tahun 1889, pemerintah Jerman memberi hadiah rumah bagi Johannes Lauwo di Ashira Marangu atas jasanya sebagai pemandu dalam ekspedisi yang dipimpin Hans Meyer. Kerabat Johannes Lauwo yang bernama Trilas Lauwo (1952-) juga menjadi wanita Tanzania pertama yang mencapai Puncak Uhuru lewat rute Mweka pada tahun 1972.

Pendakian Puncak Mawenzi memerlukan keterampilan panjat tebing sekaligus panjat perbukitan es dan salju. Pendakian ke Puncak Uhuru terbilang tidak ruwet, tapi perlu waktu yang cukup untuk melakukan aklimatisasi agar tidak terkena penyakit ketinggian. Tiga rute termudah: Marangu, Rongai, dan Machame, bahkan bisa didaki siapa saja yang berbadan sehat tanpa perlu pengalaman mendaki gunung. Pendaki dianjurkan membawa obat-obatan untuk mencegah penyakit ketinggian yang diminum ketika sedang sakit kepala akibat ketinggian. Pendaki yang mengambil rute Marangu biasanya perlu 4-5 hari untuk sampai di puncak.

Hutan sepanjang rute pendakian Marangu

Di sepanjang rute pendakian tersedia pondok-pondok dengan fasilitas untuk memasak dan mandi. Beberapa pondok di antaranya bahkan memiliki aliran listrik. Tahap terakhir pendakian, dari pondok Kibo di ketinggian 4.720 m hingga sampai di puncak biasanya dijalani di malam hari ketika batu-batu kecil menjadi berkelompok karena membeku, dan jalan lebih mudah dilewati. Pendaki biasanya sudah sampai di Titik Gilman di pinggiran kawah sekitar jam lima atau jam enam pagi. Dari sana hanya perlu 1½ jam lagi untuk sampai di Puncak Uhuru. Pendaki yang masih kuat berjalan dapat melanjutkan perjalanan di bawah hangatnya sinar matahari. Setiap tahunnya, Kilimanjaro dikunjungi sekitar 15.000 pendaki, dan 40% di antaranya berhasil sampai ke puncak.

Di puncak gunung terdapat papan ucapan dalam bahasa Inggris dari pemerintah Tanzania: "Congratulations! You are now at Uhuru Peak, Tanzania, 5,895 m. AMSL. Africa's Highest Point. World's Highest Free-Standing Mountain. One of World's Largest Volcanos. Welcome." (Selamat! Anda sudah sampai di Puncak Uhuru, Tanzania, 5.895 m dpl. Titik tertinggi di Afrika. Gunung berdiri bebas tertinggi di dunia. Salah satu kawah terbesar di dunia. Selamat Datang)". Papan ini sering ditempeli stiker oleh para pendaki yang berhasil sampai di puncak. Di dekat papan terdapat sebuah kotak berisi buku tamu untuk diisi para pendaki.

Sewaktu menjalani tahap-tahap pendakian, pendaki bisa merasakan hampir semua jenis iklim yang ada di bumi. Gunung ini sangat tinggi walaupun terletak di ekuator, sehingga puncaknya selalu diselimuti salju abadi.

Kilimanjaro adalah titik tertinggi di dunia yang dilayani jaringan telepon genggam GSM.[5] Pelanggan telepon genggam Vodacom (anak perusahaan Vodafone) masih bisa menelepon dari atas sana.

Kondisi pendakian[sunting | sunting sumber]

Gletser Furtwängler di dekat puncak yang semakin menipis

Gunung Kilimanjaro sekarang mulai kehilangan salju yang menyelimuti puncaknya. Gletser yang menyelimuti puncak gunung ini sejak 11.700 tahun yang lalu semakin menipis. Dibandingkan dengan abad lalu, volume es di puncak Kilimanjaro sudah berkurang lebih dari 80%,[6] dan penelitian yang dipimpin seorang paleoklimatologis dari Ohio State University bernama Lonnie Thompson[7] memperkirakan salju yang menyelimuti puncak gunung ini akan menghilang sekitar tahun 2015 hingga 2020.[8][9]

Mulai bulan Januari 2006, rute pendakian Western Breach ditutup oleh pemerintah Tanzania setelah terjadi longsoran batu yang mengakibatkan tewasnya 4 orang pendaki di kemah Arrow Glacier. Longsor diperkirakan terjadi akibat pecahnya batu-batuan di daerah tersebut yang tidak lagi membeku secara permanen.

Rute-rute pendakian resmi:

  • Machame
  • Marangu
  • Rongai
  • Lemosho
  • Umbwe
  • Shira
  • Mweka (hanya untuk turun)

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "SRTM Tanzania Images (deskripsi Kilimanjaro atau Kilima Njaro)". Jet Propulsion Laboratory, California Institute of Technology.  Unknown parameter |accessdaymonth= ignored (help); Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  2. ^ "Over Kilimanjaro". Universities Space Research Association (USRA) Earth System Science Education (ESSE) program.  Unknown parameter |accessdaymonth= ignored (help); Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  3. ^ "Kilimanjaro Mungkin Kehilangan Saljunya Tahun 2020". Kompas.  Unknown parameter |accessdaymonth= ignored (help); Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  4. ^ "Volcano Above the Clouds". PBS Online.  Unknown parameter |accessdaymonth= ignored (help); Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  5. ^ "Vodacom's milestones of the last decade, 10 years of service excellence". vodacom.  Unknown parameter |accessdaymonth= ignored (help); Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  6. ^ "Melting snows of Kilimanjaro". NASA Goddard Space Flight Center.  Unknown parameter |accessdaymonth= ignored (help); Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  7. ^ Krajick, Kevin. "Glaciology: Ice Man: Lonnie Thompson Scales the Peaks for Science". Science.  Unknown parameter |accessdaymonth= ignored (help); Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  8. ^ "African Ice Core Analysis Reveals Catastrophic Droughts, Shrinking Ice Fields and Civilization Shifts". Ohio State University Research News.  Unknown parameter |accessdaymonth= ignored (help); Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  9. ^ Lonnie G. Thompson, et al. "Kilimanjaro Ice Core Records: Evidence of Holocene Climate Change in Tropical Africa". Ohio State University Research News.  Unknown parameter |accessdaymonth= ignored (help); Unknown parameter |accessyear= ignored (help)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]