Kerahasiaan pribadi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Kerahasiaan pribadi (Bahasa Inggris: privacy) adalah kemampuan satu atau sekelompok individu untuk mempertahankan kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka. Privasi kadang dihubungkan dengan anonimitas walaupun anonimitas terutama lebih dihargai oleh orang yang dikenal publik. Privasi dapat dianggap sebagai suatu aspek dari keamanan.

Hak pelanggaran privasi oleh pemerintah, perusahaan, atau individual menjadi bagian di dalam hukum di banyak negara, dan kadang, konstitusi atau hukum privasi. Hampir semua negara memiliki hukum yang, dengan berbagai cara, membatasi privasi, sebagai contoh, aturan pajak umumnya mengharuskan pemberian informasi mengenai pendapatan. Pada beberapa negara, privasi individu dapat bertentangan dengan aturan kebebasan berbicara, dan beberapa aturan hukum mengharuskan pemaparan informasi publik yang dapat dianggap pribadi di negara atau budaya lain.

Privasi dapat secara sukarela dikorbankan, umumnya demi keuntungan tertentu, dengan risiko hanya menghasilkan sedikit keuntungan dan dapat disertai bahaya tertentu atau bahkan kerugian. Contohnya adalah pengorbanan privasi untuk mengikut suatu undian atau kompetisi; seseorang memberikan detail personalnya (sering untuk kepentingan periklanan) untuk mendapatkan kesempatan memenangkan suatu hadiah. Contoh lainnya adalah jika informasi yang secara sukarela diberikan tersebut dicuri atau disalahgunakan seperti pada pencurian identitas.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Dennis Bailey, Open Society Paradox: Why The Twenty-first Century Calls For More Openness--not Less, Brasseys Inc (November, 2004), hardcover, 224 pages, ISBN 1-57488-916-8
  • Ruth Gavison, "Privacy and the Limits of the Law," in Michael J. Gorr and Sterling Harwood, eds., Crime and Punishment: Philosophic Explorations (Belmont, CA: Wadsworth Publishing Co., 2000, formerly Jones and Bartlett Publishers, 1996), paperback, 552 pages, pp. 46-68.
  • Robert O Harrow, No Place To Hide: Behind The Scenes Of Our Emerging Surveillance Society, Free Press or Simon and Schuster (January, 2005), hardcover, 304 pages, ISBN 0-7432-5480-5
  • David H. Holtzman, Privacy Lost: How Technology Is Endangering Your Privacy, Jossey-Bass (September, 2006), hardcover, 278 pages, ISBN 0-7879-8511-2
  • Perry Metzger (1993) A Parable.
  • K. A. Taipale, "Technology, Security and Privacy: The Fear of Frankenstein, the Mythology of Privacy, and the Lessons of King Ludd," 7 Yale J. L. & Tech. 123 ; 9 Intl. J. Comm. L. & Pol'y 8 (Dec. 2004) (arguing for incorporating privacy protecting features in the construction of information systems through value sensitive design).
  • Judith Jarvis Thomson, "The Right to Privacy," in Michael J. Gorr and Sterling Harwood, eds., Crime and Punishment: Philosophic Explorations (Belmont, CA: Wadsworth Publishing Co., 2000, formerly Jones and Bartlett Publishers, 1995), 552 pages, pp. 34-46.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]