Kanker usus besar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sembelit merupakan salah satu penyebab utama kanker usus besar.

Kanker usus besar atau kanker kolorektal, termasuk pertumbuhan sel kanker pada usus, anal dan usus buntu. Kanker ini adalah salah satu dari bentuk kanker yang paling umum dan penyebab kedua kematian yang disebabkan oleh kanker di dunia Barat. Kanker usus besar menyebabkan 655.000 kematian di seluruh dunia setiap tahun.[1] Banyak kanker usus besar yang diketahui berasal dari polip adenoma pada usus dan penumpukan tinja akibat konstipasi yang terlalu lama. Perkembangan polip tersebut kadang-kadang berkembang menjadi kanker. Terapi untuk kanker ini biasanya melalui operasi, yang biasanya diikuti dengan kemoterapi. Sekitar 75-95% kasus kanker usus menyerang orang dengan resiko genetika tingkat rendah atau tidak sama sekali.[2][3]

Pencegahan[sunting | sunting sumber]

Diketahui bahwa mereka yang mengonsumsi kopi secara rutin ternyata memiliki 15 persen risiko lebih kecil terkena kanker usus. Sedangkan, mereka yang minum enam gelas atau lebih, maka risiko terserang kanker usus berkurang hingga 40 persen.[4] Lalu, janganlah jajan sembarangan, karena kita tidak tahu apa yang terkandung di dalam jajanan yang akan kita makan. Usahakan menghindari sembelit, karena tumpukan tinja dapat menyebabkan kanker usus besar.

Epidemiologi[sunting | sunting sumber]

Jumlah kematian penderita kanker usus berdasarkan umur per 100000 penduduk pada tahun 2004.[5]
  data tak tersedia
  <2.5
  2.5-5
  5-7.5
  7.5-10
  10-12.5
  12.5-15
  15-17.5
  17.5-20
  20-22.5
  22.5-25
  25-27.5
  >27.5

Di dunia, lebih dari 1 juta orang menderita kanker usus setiap tahunnya,[3] yang mengakibatkan kematian sekitar setengah juta orang.[6]

Di Indonesia, rata-rata angka penderita kanker usus mencapai 19,1 per 100.000 populasi laki-laki di Indonesia, dan 15,6 per 100.000 populasi perempuan di Indonesia.[7]

Di [Amerika Serikat]], berdasarkan data tahun 2007-2009 4,96% pria dan wanita yang lahir sekarang didiagnosa akan menderita kanker usus di masa depan mereka.[8]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Cancer". World Health Organization. February 2006. Diakses 2007-05-24. 
  2. ^ Watson AJ, Collins, PD (2011). "Colon cancer: a civilization disorder.". Digestive diseases (Basel, Switzerland) 29 (2): 222–8. doi:10.1159/000323926. PMID 21734388. 
  3. ^ a b Cunningham D, Atkin W, Lenz HJ, Lynch HT, Minsky B, Nordlinger B, Starling N (2010). "Colorectal cancer.". Lancet 375 (9719): 1030–47. doi:10.1016/S0140-6736(10)60353-4. PMID 20304247. 
  4. ^ ternyata kopi bisa menghindarkan kita dari resiko terkena kanker usus
  5. ^ "WHO Disease and injury country estimates". World Health Organization. 2009. Diakses Nov. 11, 2009. 
  6. ^ Merika E, Saif, MW, Katz, A, Syrigos, K, Morse, M (Sep 2010). "Review. Colon cancer vaccines: an update.". In vivo (Athens, Greece) 24 (5): 607–28. PMID 20952724. 
  7. ^ Warga Kota Besar Rentan Idap Kanker Usus
  8. ^ Howlader N, Noone AM, Krapcho M, Neyman N, Aminou R, Altekruse SF, Kosary CL, Ruhl J, Tatalovich Z, Cho H, Mariotto A, Eisner MP, Lewis DR, Chen HS, Feuer EJ, Cronin KA (eds). "SEER Cancer Statistics Review, 1975-2009 (Vintage 2009 Populations).". National Cancer Institute. Bethesda, MD, http://seer.cancer.gov/csr/1975_2009_pops09/, based on November 2011 SEER data submission, posted to the SEER web site, 2012. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]