Kabupaten Sorong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Sorong
Lambang Kabupaten Sorong.jpg
Lambang Kabupaten Sorong
Moto: -


Peta Sorong.png
Peta lokasi Kabupaten Sorong
Koordinat: -
Provinsi Papua Barat
Dasar hukum -
Tanggal -
Ibu kota Aimas
Pemerintahan
 - Bupati Drs. Stepanus Malak, M.Si
 - DAU Rp. 465.669.519.000.-(2013)[1]
Luas 7.415,29 km2
Populasi
 - Total 90.933 jiwa (2008)
 - Kepadatan 12,26 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon -
Pembagian administratif
 - Kecamatan 14 (distrik)
 - Kelurahan -
 - Situs web www.sorongkab.go.id

Kabupaten Sorong adalah sebuah kabupaten di provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Aimas.[2][3] Kabupaten ini merupakan salah satu penghasil minyak utama di Indonesia.[4] Kawasan perairannya dikenal sebagai habitat penyu belimbing (Dermochelys coriacea vandelli).[4]

Kabupaten Sorong memiliki luas wilayah 18.170 Km2, daerah ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Raja Ampat di sebelah utara dan barat, Kabupaten Sorong Selatan di sebelah selatan, Kabupaten Manokwari di sebelah timur, secara geografis terletak di 00o56 LS dan antara 131o07 BT.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sorong terletak di bagian Barat Provinsi Papua dengan luas wilayah setelah pembentukan kabupaten Tanbrauw ± 13.603 Km2 yang terbagi dalam wilayah daratan seluas 8.457 Km2 dan wilayah lautan seluas 5.146 Km2. (Berdasarkan pembacaan pada Peta Rupa Bumi BAKOSURTANAL skala 1 : 250.000,) Letak geografis Kabupaten Sorong adalah: 130o 40’ 49” – 132o 13’ 48” BT dan 00o 33’ 42” – 01o 35’ 29” LS. Wilayah administrasi Pemerintahan Kabupaten Sorong terdiri dari 19 distrik, 18 kelurahan dan 149 desa/kampung .[5]

Sedangkan Batas Administratif Kabupaten Sorong adalah sebagai berikut :

  • sebelah utara  : Samudera Pasifik dan Selat Dampir
  • sebelah timur  : Kabupaten Tambrauw dan Kab. Sorong Selatan
  • sebelah selatan  : Laut Seram
  • sebelah barat  : Kota Sorong, Kab. Raja Ampat dan Laut Seram

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Menurut sejarah, nama Sorong diambil dari nama sebuah perusahan Belanda yang pada saat itu diberikan otoritas atau wewenang untuk mengelola dan mengeksploitasi minyak di wilayah Sorong yaitu Seismic Ondersub Oil Niew Guines atau disingkat SORONG pemerintah tradisonal di wilayah Kabupaten Sorong awal mulanya dibentuk oleh Sultan Tidore guna perluasan wilayah kesultanan dengan diangkat 4 (empat) orang Raja yang disebut Kalano Muraha atau Raja Ampat .[6] Keempat raja itu diangkat sesuai dengan 4 pulau besar yang tersebar dari gugusan pulau-pulau dengan wilayah kekuasaan adalah sebagai berilkut :

Sorong masuk ke Indonesia setelah penyerahan atas Irian Barat kepada penguasa sementara perserikatan Bangsa-Bangsa / United Nation Teporary Exsecutive (UNTEA) tanggal 1 Okotober 1962 sampai dengan 1 mei 1963 oleh Belanda.

Industri[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten Sorong terdapat tiga perusahaan yang masing-masing bergerak di sektor industri makanan, industri kayu, dan industri produk dari batubara dan pengilangan minyak bumi.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Obyek wisata di kabupaten Sorong terdiri dari objek wisata alam dan bahari. Obyek wisata bahari tersebut meliputi :

  • Wisata Pantai Mailan Makbon, di Distrik Makbon, yang mencakup tanjung dan pantai di Teluk Dore, dengan panorama pasir dan view ke laut lepas Samudera Pasifik, dan pada lokasi ini terdapat juga Tugu Injil;
  • Wisata Pulau UM, di Kampung Malaumkarta, distrik Makbon, dengan panorama pasir putih, terumbu karang, burung kelelawar dan burung camar.
  • Obyek wisata alam air panas, di Kampung Klayili, Distrik Makbon, dengan panorama hutan yang lebat dan beraneka ragam jenis tumbuhan tropis serta jenis burung yang silih berganti datang dari sumber pemandian air panas.[7]

Pemekaran[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Malamoi[sunting | sunting sumber]

Distrik yang mungkin bergabung ke dalam kabupaten ini meliputi :

Kota Aimas[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 
  2. ^ Regional Investment
  3. ^ Peta Kabupaten Sorong
  4. ^ a b "Penanganan Pasca Gempa di Sorong, Papua Barat", TEMPO, No. 3746 (26 Januari-1 Februari 2009)
  5. ^ "Kondisi Geografis Kab Sorong". 20 August 2012. 
  6. ^ "Sejarah Kabupaten Sorong". 20 August 2012. 
  7. ^ "Obyek Wisata di Kabupaten Sorong". 20 August 2012. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]