I Made Mangku Pastika

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
I Made Mangku Pastika
Gubernur Bali ke-9
Petahana
Mulai menjabat
28 Agustus 2008
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Deputi Drs. A.A. Ngurah Puspayoga
(2008 - 2013)
Drs. I Ketut Sudikerta
(2013 - sekarang)
Didahului oleh Dewa Made Beratha
[1]]
Masa jabatan
2003 – 2005
Digantikan oleh Brigjen Pol Soenarko
Kepala Kepolisian Daerah Papua
Masa jabatan
22 Januari 2001 – 2003
Didahului oleh FX Soemardi (alm)
Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur
Masa jabatan
7 Oktober 2000 – 22 Januari 2001
Digantikan oleh Brigjen Pol Jacky Ulli
Informasi pribadi
Lahir I Made Mangku Pastika
22 Juni 1951 (umur 63)
Bendera Indonesia Kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Partai politik Lambang PDIP PDIP (2008-2013)
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat (2013-sekarang)
Suami/istri Ni Made Ayu Putri
Agama Hindu

Komjen Pol (Purn) I Made Mangku Pastika (lahir di Kabupaten Buleleng, Bali, 22 Juni 1951; umur 63 tahun) adalah Gubernur Bali saat ini. Ia juga merupakan seorang tokoh kepolisian dan politikus Indonesia. Putra kedua dari enam bersaudara (lima laki-laki dan satu perempuan). Bapaknya seorang pendidik, guru tari, dan juga guru silat.

Ia menguasai enam bahasa asing dan merupakan lulusan Akabri Kepolisian pada tahun 1974 atau yang dikenal dengan nama Praja Gupta.

Perjalanan Hidup[sunting | sunting sumber]

1951[sunting | sunting sumber]

Pada 22 Juni, beliau dilahirkan di Desa Petemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Indonesia

1961-1962[sunting | sunting sumber]

  • Perjuangan hidup yang penuh tantangan, sudah dilakoni Mangku Pastika sejak duduk di Kelas V, Sekolah Rakyat, (kini Sekolah Dasar). Mencari rumput di sawah, untuk dijual kepada pemilik dokar adalah bagian dari masa lalu.
  • Hanya mendapat nilai 8, 9, dan 10 di raport.
  • Untuk menambah uang jajan sekolah, ia juga harus bangun pagi dan berangkat mencari bunga. Lagi-lagi untuk dijual di Seririt, terutama di Banjar Uma. Mangku Pastika menaruh bunga dalam sebuah ingke, dipajang di atas leneng (tempat duduk yang dibuat di atas sungai kecil). Langganan saya banyak dari Dusun Jeroan. Mereka memberi uang setalen atau dua talen, ceritanya tentang pengalaman pada tahun 1961-1962.

1962-1963[sunting | sunting sumber]

  • Sepulang sekolah, ia pergi menyabit rumput, mencuci di sungai sebelum dijual. Begitu terus berlanjut, napasnya mengalir seirama arus sungai di pedesaan. Profesi penjual rumput, ternyata tak sepenuhnya menutup lembaran hidup Mangku Pastika kecil. Jika sore tiba, ia berangkat lagi ke sawah mencari daun kesimbukan dan cacing. ”Saya cacah dan campur jadi satu, lalu ditaruh dalam bubu untuk kemudian dipasang di pematang sawah,” urainya.
  • Ia menyebutkan, di belakang tempat tinggal keluarganya ada sawah. Memasang bubu (jaring dari bambu) pukul 20.00, sebelum tidur lelap sambil berharap dapat rezeki untuk meringankan beban dapur orangtua. Pukul 04.00 dini hari, Mangku Pastika bangun, membuang rasa kantuk seraya lari ke pematang sawah. Hasilnya? ”Saya dapat lindung (belut), walaupun cuma satu. Terkadang juga dapat ular.”

1963-19xx[sunting | sunting sumber]

  • Gunung Agung meletus, beliau beserta keluarga bertransmigrasi ke Provinsi Bengkulu.
  • Tinggal di hutan, tidak ada tempat untuk menuntut ilmu.
  • Pindah ke kota, menjadi pembantu rumah tangga di rumah seorang warga Tionghoa.
  • Menjadi asisten pedagang es, rujak, dan gado-gado.
  • Bersekolah di SMP.
  • Lulus dari SMP di Palembang.
  • Bersekolah di SMA, sambil mengajar anak SD di sore hari.
  • Lulus dari SMA Negeri 2 Palembang.

1974[sunting | sunting sumber]

  • Lulus Akademi Kepolisian AKABRI

1975[sunting | sunting sumber]

1977[sunting | sunting sumber]

1977-1981[sunting | sunting sumber]

  • Menjadi ajudan Menteri Pertahanan dan Keamanan / Panglima ABRI, Jenderal TNI Maraden Panggabean.

1984[sunting | sunting sumber]

  • Menyelesaikan pendidikan di PTIK
  • Kepala Sub Dinas Pencurian Berat, Direktorat Reserse Polda Metro Jaya.

1985[sunting | sunting sumber]

  • Kepala Unit Kejahatan Harta Benda, Direktorat Reserse Kepolisian Daerah Metro Jaya.

1987[sunting | sunting sumber]

  • Kapolsek Tambora Jakarta Barat

1988-1989[sunting | sunting sumber]

  • Anggota Kontingen Garuda IX bergabung dengan pasukan PBB di Namibia.

1990-1991[sunting | sunting sumber]

  • Melanjutkan pendidikan di Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (SESKOAD).

1991[sunting | sunting sumber]

  • Kepala Satuan Penyidik Kejahatan Perbankan, Sub Direktorat Reserse Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia
  • Kepala Bagian Reserse Ekonomi, Polda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara (hingga tahun 1992)

1992[sunting | sunting sumber]

  • Kepala Satuan Penyidik Perbankan di Mabes Polri, mendapatkan pelatihan di Inggris dalam bidang penanganan krisis.

1993[sunting | sunting sumber]

  • Mendapatkan pelatihan di Australia dalam bidang penanganan kejahatan berat.

1994-1995[sunting | sunting sumber]

  • Kepala Kepolisian Resort Jakarta Barat

1996-1997[sunting | sunting sumber]

  • Wakil Asisten Perencanaan dan Anggaran Kapolda Metro Jaya
  • menempuh pendidikan di Sekolah Staf Komando ABRI (hingga tahun 1997), satu-satunya Perwira Polri yang menempuh pendidikan di SESKO ABRI, karena Perwira Polri menempuh dijalur pendidikan Polri (SESPIM dan SESPATI).

1997-1999[sunting | sunting sumber]

  • Kepala Departemen Kerjasama Internasional di NCB/Interpol
  • Belajar di Sekolah Staf Komando ABRI (lulus 1997) dan mendalami Ilmu Investigasi Kriminal Internasional Tokyo, Jepang.
  • Direktur Reserse Ekonomi Mabes Polri
  • Kepala Departemen Informasi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia
  • Korserse Polri (sampai tahun 1999)

1999[sunting | sunting sumber]

  • Direktur Tindak Pidana Tertentu Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia
  • Tugas BKO Polda Timor Timur

2000[sunting | sunting sumber]

  • Sekretariat Interpol Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia
  • Sekretaris NCB-Interpol Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia
  • Direktur Reserse Pidana Tertentu Sekretaris NCB/Interpol
  • Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur

2000-2003[sunting | sunting sumber]

  • Kepala Kepolisian Daerah Irian Jaya
  • Ketua Tim Investigasi Bom Bali.

2003-2005[sunting | sunting sumber]

  • Ketua Tim Gabungan Investigasi Bom Bali
  • Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri
  • Kepala Kepolisian Daerah Bali

2005-2008[sunting | sunting sumber]

  • Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional prestasinya antara lain : Pengungkapan pabrik Ekstasi Terbesar 3 didunia yang berada di Cikande, Tangerang-Banten.
  • Ia non-aktif dalam jabatannya di Badan Narkotika Nasional sejak 1 April 2008 untuk berkonsentrasi dalam kampanye pencalonan dirinya sebagai Gubernur Bali. Dengan didukung PDI-Perjuangan, Pastika mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Bali berpasangan dengan A.A.G.N Puspayoga dan berhasil memenangi pemilu dengan meraih 55,04 persen suara.

2008-2013[sunting | sunting sumber]

  • Gubernur Bali (Periode pertama).
  • Pada periode ini Made Mangku Pastika menggugat Bali Post karena dinilai telah memberikan sebuah berita bohong terkait konflik desa adat (pakraman) yang terjadi di Kabupaten Klungkung. Berdasarkan vonis hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Bali Post dinyatakan bersalah dan dihukum untuk meminta maaf kepada Mangku Pastika selaku Gubernur Bali secara terbuka di media massa lokal dan nasional selama tujuh hari berturut-turut.

2013-2018[sunting | sunting sumber]

  • Gubernur Bali (Periode kedua)
  • Dalam Pilgub Bali 2013, I Made Mangku Pastika berpasangan dengan I Ketut Sudikerta, Ketua DPD Golkar Bali, yang diusung oleh Partai Golkar, Partai Demokrat dan parti pendukung lainnya berhasil mengalahkan A.A.G.N Puspayoga yang berpasangan dengan Dewa Nyoman Sukrawan yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan dukungan media Bali Post. Kekalahan pada Pilgub Bali 2013 ini membuat Bali Post menggunakan isu reklamasi untuk menyerang Gubernur Bali.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Dewa Made Beratha
Gubernur Bali
2008–sekarang
Petahana