Denny Januar Ali

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Denny JA. Ph.D
Intelektual Entrepreneur
Informasi pribadi
Lahir 4 Januari 1963 (umur 51)
Palembang, Sumatera Selatan

Denny Januar Ali,atau Denny J.A. (lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 4 Januari 1963; umur 51 tahun) adalah pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI, 2003)[1] Lingkaran Survei Indonesia (2005), Asosiasi Riset Opini Publik (AROPI, 2007), serta Asosiasi Konsultan Politik Indonesia (AKOPI, 2009).

Kontrak pertama dibuatnya dengan partai politik (Golkar) pada bulan Febuari 2005.

Sebagai aktivis, Denny JA juga mematahkan dua undang-undang . Yaitu UU Pemilu Legislatif 2009 dan UU Pemilu Presiden 2009. Dua kali Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugataan Denny JA yg bertindak selaku ketua umum asosiasi lembaga survei (AROPI). Pasal yang membatasi kebebasan akademis, seperti larangan mengumumkan quick count di hari pemilu dan survei di hari tenang, dibatalkan Mahkamah Konstitusi.[2][3]

Sejak tahun 2012, Denny JA aktif dalam gerakan anti-diskriminasi. Ia mendirikan Yayasan Denny JA untuk Indonesia Tanpa Diskriminasi. Yayasan ini bergerak mempublikasi aneka karya budaya: puisi, teater, lagu, foto, lukisan dan film, untuk menularkan gagasan modern: equality dan perlindungan hukum warga negara, apapun identitas sosialnya.[4]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Denny JA menyelesaikan pendidikan strata satu di Universitas Indonesia Jurusan Hukum pada tahun 1989, gelar Master of Public Administration (MPA) diperolehnya dari University of Pittsburg Amerika Serikat pada tahun 1994, sementara itu gelar Ph.D di bidang Comparative Politics and Business History didapatkan dari Ohio State University pada tahun 2001.

Karier[sunting | sunting sumber]

Selain sebagai kolumnis di sembilan surat kabar nasional (1986-2005), Denny JA mulai mengawali karier sebagai Direktur Eksekutif Universitas Jayabaya Jakarta pada tahun (2000-2003). Ia juga dipercaya menjadi host untuk program politik di Metro TV dan Radio Delta FM pada tahun (2002-2004). Kariernya kemudian mulai merambah dunia survei dan konsultansi politik. Pada tahun 2005 sampai sekarang Denny JA menjadi Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI), sebuah lembaga penelitian dan konsultan politik pertama berskala nasional yang berada di Indonesia. Saat ini Denny JA juga tercatat sebagai anggota WAPOR (World Association for Public Opinion Research) untuk periode 2007 sampai sekarang dan Ketua Umum AROPI (Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia) untuk periode 2007 – 2010, dan 2010- 2013.

Buku "33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh" yang diluncurkan pada 3 Januari 2014 oleh Tim 8: Jamal D Rahman, Acep Zamzam Noor, Agus R Sarjono, Ahmad Gaus, Berthold Damshäuser, Joni Ariadinata, Maman S. Mahayana, dan Nenden Lilis Aisyah memasukkan nama Denny JA sebagai salah satu tokoh sastra paling berpengaruh sejak 1900. Namun semua kalangan, khususnya sastrawan dan peminat sastra Indonesia, menggugatnya. Setelah peluncuran buku tersebut nama Denny JA dicap melakukan pembodohan sastra. Akibatnya, salah satu juri dari Tim 8 Maman S. Mahayana menyatakan mengundurkan diri dan mencabut 5 esainya.[5] Selain itu, Denny JA juga berusaha mempengaruhi para penyair ternama untuk membuat puisi esai yang diklaim sebagai idenya. Melalui Fatin Hamama, para penyair tersebut bersedia "melacurkan" kepenyairannya dengan menulis puisi esai asal dibayar mahal[6]. Setelah terbongkarnya ketidakjujuran Denny JA agar diakui sebagai tokoh sastra yang paling berpengaruh tersebut, empat penyair yang merasa diperdayai juga menyatakan mencabut puisinya dan mengembalikan uangnya.[7] Sejak itu di media massa karena dianggap telah mendanai buku "33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh" dimana di dalamnya dia sendiri menjadi salah satu tokoh. Banyak kalangan yang tidak suka dengan keikutsertaannya sebagai tokoh sastra paling berpengaruh di Indonesia. Karena itu sekelompok sastrawan membikin petisi menolak buku ini. Anda dapat gabung mendukung petisi tersebut di link berikut: http://www.change.org/id/petisi/ayo-tanda-tangani-petisi-terhadap-buku-33-tokoh-sastra-indonesia-paling-berpengaruh?share_id=DLTPLXeyRw&utm_campaign=share_button_action_box&utm_medium=facebook&utm_source=share_petition

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Denny JA menikah dengan Mulia Jayaputri dan dari pernikahan ini dianugerahi dua orang anak laki-laki, Rafi Moeslim Auliya Denny dan Ramy Bary Denny.

Buku dan karya[sunting | sunting sumber]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]