Candi Brahu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari


Candi Brahu
Brahu Temple Trowulan.jpg
Candi Brahu, tersusun dari batu bata merah.
Candi Brahu is located in Jawa
Lokasi dalam Java Topography
Informasi bangunan
Lokasi dekat Mojokerto, Jawa Timur
Negara  Indonesia
Koordinat 7°32′34″LS 112°22′27″BT / 7,542778°LS 112,374167°BT / -7.542778; 112.374167Koordinat: 7°32′34″LS 112°22′27″BT / 7,542778°LS 112,374167°BT / -7.542778; 112.374167
Klien Majapahit
Penyelesaian abad ke-15
Jenis Candi Jawa Timur
Ukuran 22,5m x 18 m

Candi Brahu merupakan salah satu candi yang terletak di dalam kawasan situs arkeologi Trowulan, bekas ibu kota Majapahit. Tepatnya, candi ini berada di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, atau sekitar dua kilometer ke arah utara dari jalan raya MojokertoJombang.

Asal Nama[sunting | sunting sumber]

Nama candi ini, yaitu 'brahu', diduga berasal dari kata wanaru atau warahu. Nama ini didapat dari sebutan sebuah bangunan suci yang disebut dalam Prasasti Alasantan. Prasasti tersebut ditemukan tak jauh dari Candi Brahu. [1]

Bangunan[sunting | sunting sumber]

Candi Brahu dibangun dengan batu bata merah, menghadap ke arah barat dan berukuran panjang sekitar 22,5 m, dengan lebar 18 m, dan berketinggian 20 meter.

Candi Brahu dibangun dengan gaya dan kultur Budha. Diperkirakan, candi ini didirikan pada abad ke-15 Masehi meskipun masih terdapat perbedaan pendapat mengenai hal ini. Ada yang mengatakan bahwa candi ini berusia jauh lebih tua daripada candi-candi lain di sekitar Trowulan.

Fungsi sebagai krematorium[sunting | sunting sumber]

Dalam prasasti yang ditulis Mpu Sendok bertanggal 9 September 939 (861 Saka), Candi Brahu disebut merupakan tempat pembakaran (krematorium) jenazah raja-raja. Akan tetapi, dalam penelitian tak ada satu pakar pun yang berhasil menemukan bekas abu mayat dalam bilik candi. Hal ini diverifikasi setelah dilakukan pemugaran candi pada tahun 1990 hingga 1995.

Sekitar Candi[sunting | sunting sumber]

Diduga di sekitar candi ini banyak terdapat candi-candi kecil. Sisa-sisanya yang sebagian sudah runtuh masih ada, seperti Candi Muteran, Candi Gedung, Candi Tengah, dan Candi Gentong. Saat penggalian dilakukan di sekitar candi banyak ditemukan benda benda kuna, semacam alat-alat upacara keagamaan dari logam, perhiasan dari emas, arca, dan lain-lainnya. [2]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ I G. Bagus Arnawa, Mengenal Peninggalan Majapahit di Daerah Trowulan
  2. ^ I G. Bagus Arnawa, Mengenal Peninggalan Majapahit di Daerah Trowulan