Buddha Gautama dalam Agama-Agama Lain

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Buddha Gautama adalah salah seorang tokoh sejarah yang banyak terdapat dalam berbagai literatur agama lainnya. Beliau dianggap sebagai reinkarnasi Tuhan dalam agama Hindu, komunitas Muslim Ahmadiyya dan penganut keyakinan Bahá'í.

Agama Hindu[sunting | sunting sumber]

Beberapa tradisi Hindu menganggap Buddha Gautama sebagai avatar ke-9 Dewa Wisnu

Buddha Gautama disebutkan sebagai seorang avatar Dewa Wisnu dalam kitab Puranic.[1] Dalam Bhagavata Purana, Buddha adalah avatar ke 24 dari 25 avatar. Sejumlah tradisi Hindu menggambarkan Buddha sebagai avatar terbaru dari sepuluh avatar utama, yang dikenal sebagai Dashavatara (Sepuluh Inkarnasi Tuhan).

Taoisme, Kong Hu Cu dan Shinto[sunting | sunting sumber]

Agama Buddha telah memainkan peranan penting dalam perkembangan kebudayaan dan agama-agama Asia Timur seperti Taoisme dan Kong Hu Cu di Cina dan Shinto di Jepang. Bahkan beberapa Taoist-Buddhis Cina awal menganggap Buddha sebagai reinkarnasi dari Lao Tzu.[2]

Di Jepang, karena salah satu simbol Dainichi Nyorai (salah satu dari Buddha non-historis dalam Buddhisme Mahayana) adalah matahari, banyak yang beranggapan bahwa Amaterasi, Dewi Matahari (dewa utama dalam keyakinan Shinto), adalah reinkarnasi dari bodhisattwa Dainichi Nyorai.

Ahmadiyya[sunting | sunting sumber]

Mirza Tahir Ahmad, Caliph ke-4 dari komunitas Muslim Ahmadiyya, di dalam bukunya Revelation, Rationality, Knowledge & Truth, menyebutkan bahwa Buddha sesungguhnya adalah seorang Nabi Tuhan yang mengajarkan monotheisme. Dia mengutip dari inskripsi stupa Ashoka yang menyebutkan "Isa'na" yang berarti Tuhan.[3] Komunitas Muslim Ahmadiyya memegan pandangan bahwa Buddha sesungguhnya adalah nabi Tuhan.

Mirza Tahir Ahmad juga menyebutkan bahwa salah satu figur Qur'anic yang disebut Dhul-Kifl bisa jadi adalah Buddha.[4]

Kristen dan Yahudi[sunting | sunting sumber]

Legenda Yunani "Barlaam dan Josaphat", yang kemudian menjadi cerita utama dari Santo dalam agama Kristen dan kemudian menyebar luas dalam berbagai versi termasuk bahasa Arab dan Georgia sesungguhnya berasal dari cerita kehidupan Buddha Gautama. Raja yang berubah menjadi seorang biarawan (Georgia Iodasaph, Arab Yūdhasaf atau Būdhasaf: dalam bahasa Arab "b" dapat dibaca "y").[5][6]

Cerita ini diterjemahkan kedalam bahasa Hebrew pada abad ke-13 Masehi oleh Abraham Ibn Chisdai (atau Hasdai) sebagai "Ben-Hamelekh Vehanazir" ("Sang Pangeran dan orang-orang Nazirite"), dan dibaca luas oleh umat Yahudi saat ini.[butuh rujukan]

Bahá'í[sunting | sunting sumber]

Menurut pandangan Bahá'í, Buddha diklasifikasikan sebagai salah satu menifestasi (perwujudan) Tuhan dan merupakan salah satu nabi utama dalam keyakinan Bahá'í.[7] Demikian pula, nabi Bahá'í yakni Bahá'u'lláh, disebut sebagai Buddha Kelima.[8]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Bhagavata Purana, Canto 1, Chapter 3 - SB 1.3.24: "Then, in the beginning of Kali-yuga, the Lord will appear as Lord Buddha, the son of Anjana, in the province of Gaya, just for the purpose of deluding those who are envious of the faithful theist." ... SB 1.3.28: "All of the above-mentioned incarnations [avatars] are either plenary portions or portions of the plenary portions of the Lord [Krishna or Vishnu]"
  2. ^ The Cambridge History of China, Vol.1, (The Ch'in and Han Empires, 221 BC—220 BC) ISBN 0-521-24327-0 hardback
  3. ^ [1] Revelation, Rationality, Knowledge & Truth, Mirza Tahir Ahmad, Chapter, Buddhism.
  4. ^ http://www.alislam.org/books/study-of-islam/prophets.html
  5. ^ Wikisource-logo.svg "Barlaam and Josaphat". Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company. 1913. 
  6. ^ "Encyclopaedia Britannica Article on Barlaam and Josaphat". 
  7. ^ Hornby, Helen Bassett (1994). Lights of Guidance: A Bahá'í Reference File. Bahá'í Publishing Trust (New Deli, India), p. 502 (#1684). ISBN 81-85091-46-3
  8. ^ The Kitáb-i-Aqdas: The Most Holy Book. Bahá'í Publishing Trust (Wilmette, Illinois, USA), p. 233 (#1684). ISBN 0-85398-999-0