Aliran pemikiran ekonomi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Aliran pemikiran ekonomi atau mazhab pemikiran ekonomi adalah beragam pendekatan dalam sejarah pemikiran ekonomi yang cukup penting untuk dikelompokkan sebagai aliran pemikiran. Meskipun para ekonom tidak selalu tergabung dalam aliran tertentu, terutama di era modern, pengelompokan ekonom ke dalam sejumlah aliran pemikiran umum terjadi dalam ilmu ekonomi. Pemikiran ekonomi dapat dibagi menjadi tiga tahap, yakni pramodern (Yunani-Romawi, India, Persia, Arab, dan Tiongkok), modern awal (merkantilisme, fisiokrat), dan modern (dimulai dengan pemikiran Adam Smith dan ekonomi klasik pada akhir abad ke-18). Teori ekonomi yang sistematis telah berkembang sejak awal era modern.

Saat ini, sebagian besar ekonom mengikuti pendekatan yang disebut dengan ekonomi arus utama (atau 'ekonomi ortodoks'). Ekonomi arus utama terbagi menjadi dua aliran, yakni aliran 'air asin' (terkait dengan Berkeley, Harvard, MIT, Pennsylvania, Princeton, dan Yale), dan pemikiran laissez-faire dari aliran 'air tawar' (terkait dengan Universitas Carnegie Mellon, Rochester, Minnesota, dan Eropa). Kedua aliran pemikiran ini dikenal dengan sintesis neoklasik.

Beberapa pendekatan yang berpengaruh di masa lalu, seperti aliran sejarah ekonomi dan ekonomi institusional, tidak lagi berlaku atau berkurang pengaruhnya, dan saat ini dianggap sebagai pendekatan heterodoks. Pemikiran heterodoks terkini termasuk feminis, ekonomi hijau, ekonomi pascaautistik, dan termoekonomi.

Pemikiran ekonomi kuno[sunting | sunting sumber]

Ekonomi Islam[sunting | sunting sumber]

Ekonomi Islam adalah praktik ekonomi yang sesuai dengan hukum Islam. Asal usulnya dapat ditelusuri sejak zaman Khalifah,[1] saat ekonomi pasar dan kapitalisme perdagangan mulai berakar pada abad ke-8 sampai ke-12, yang sering disebut dengan "kapitalisme Islam".[2]

Skolastisisme[sunting | sunting sumber]

Merkantilisme[sunting | sunting sumber]

Merkantilisme lahir di Eropa pada akhir Abad Pertengahan dan awal Renaisans. Kegiatan ekonomi diatur oleh hak-hak feodal, seperti hak untuk memungut pajak, melakukan perdagangan, dan pembatasan pinjaman. Kebijakan ekonomi seperti itu diterapkan untuk mendukung kegiatan perdagangan di luar negeri, di tengah berkembangnya kolonialisme bangsa-bangsa Eropa.

Fisiokrat[sunting | sunting sumber]

Dalam Austrian Perspective on the History of Economic Thought, Murray Rothbard berpendapat bahwa sejarah ekonomi modern diawali oleh para ekonom fisiokrat, bukannya oleh Adam Smith.

Ekonomi politik klasik[sunting | sunting sumber]

Ekonomi klasik, juga disebut ekonomi politik klasik, adalah bentuk awal ekonomi arus utama pada abad ke-18 dan ke-19. Ekonomi klasik berfokus pada kecenderungan pasar untuk berpindah pada ekuilibrium dan teori objektif nilai. Tokoh terkemuka yang berasal dari era ini termasuk Adam Smith, David Ricardo, Karl Marx, dan Thomas Malthus.

Aliran Amerika[sunting | sunting sumber]

Aliran liberal Perancis[sunting | sunting sumber]

Aliran Jerman[sunting | sunting sumber]

Aliran Inggris[sunting | sunting sumber]

Aliran Perancis[sunting | sunting sumber]

Ekonomi utopia[sunting | sunting sumber]

Ekonomi Marxian[sunting | sunting sumber]

Ekonomi negara[sunting | sunting sumber]

Sosialisme Ricardian[sunting | sunting sumber]

Ekonomi anarkis[sunting | sunting sumber]

Distribusisme[sunting | sunting sumber]

Ekonomi institusional[sunting | sunting sumber]

Ekonomi neoinstitusional[sunting | sunting sumber]

Ekonomi neoklasik[sunting | sunting sumber]

Aliran Lausanne[sunting | sunting sumber]

Aliran Austria[sunting | sunting sumber]

Aliran Stockholm[sunting | sunting sumber]

Ekonomi Keynesian[sunting | sunting sumber]

Aliran Chicago[sunting | sunting sumber]

Aliran Carnegie[sunting | sunting sumber]

Neo-Ricardianisme[sunting | sunting sumber]

Aliran modern[sunting | sunting sumber]

Aliran heterodoks saat ini[sunting | sunting sumber]

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ The Cambridge economic history of Europe, p. 437. Cambridge University Press, ISBN 0-521-08709-0.
  2. ^ Subhi Y. Labib (1969), "Capitalism in Medieval Islam", The Journal of Economic History 29 (1), pp. 79–96 [81, 83, 85, 90, 93, 96].

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]