Suster N

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Suster N
SusterNposter.jpg
Sutradara Viva Westi
Penulis Syamarhan
Viva Westi
Pemeran Wulan Guritno
Atiqah Hasiholan
Ardina Rasti
Bob Seven
Titi Qadarsih
Distributor Virgo Putra Film
Durasi
115 menit
Negara Indonesia

Suster N adalah sebuah film horor Indonesia tahun 2007 yang bukan merupakan sekuel dari film Suster Ngesot (2007). Film Suster N dibuat oleh Rumah Produksi PT Virgo Putra Film sedangkan film Suster Ngesot dibuat oleh Rumah Produksi MD Entertainment. Kedua film tersebut mengambil versi yang berbeda dari sekian banyak versi mengenai hantu Suster Ngesot. Film Suster N lebih dahulu dipersiapkan (sejak awal tahun 2007, dan tercatat melalui weblog http://sustern.blogspot.com), namun film Suster Ngesot yang dibuat dengan waktu singkat, ditayangkan lebih dahulu di bioskop.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Mitos hantu suster ngesot yang berlokasi di Jawa Barat mengisahkan tentang Suster Norah, cucu seorang nyai (wanita pribumi yang menikah dengan pria Belanda) yang cantik dan bekerja sebagai perawat di sebuah panti jompo yang diperuntukkan bagi keturunan Belanda di Jawa Barat.

Asal usul Norah yang setengah Belanda dan nenek Norah yang ditengarai mempunyai ilmu gaib dan barang-barang pusaka yang salah satunya berupa gelang keramat yang dipercaya dapat membuatnya berada dalam dua alam yang berbeda. Atas alasan tersebut pertunangan Norah putus dengan pria Belanda.

Kemarahan dan ketidakberdayaan mengubah Norah menjadi sosok yang dingin dan kejam. Satu per satu ia membunuhi penghuni panti dengan berbagai cara. Norah juga merayu tunangan pemilik panti.

Kedok Norah akhirnya terbongkar dan dihentikan dengan jalan memukul kaki Norah dengan tongkat hingga remuk dan tak berdaya. Kisah tersebut kemudian diramu oleh tim penulis "Syamarhan" pimpinan Viva Westi untuk menjadi latar belakang pembuatan skenario film Suster N.

Karakter[sunting | sunting sumber]

Karakter Utama[sunting | sunting sumber]

  • Sarah (Atiqah Hasiholan) : Seorang wanita muda yang mewarisi panti jompo Rose, neneknya yang dibesarkan oleh orang Belanda. Ia dan suaminya Jonathan, membuka kembali panti jompo itu. Beberapa orang telah datang untuk tinggal di panti jompo yang terpencil itu, namun hampir setiap hari para penghuni panti itu meninggal dengan dicekik. Tentu saja, kematian adalah satu hal yang lazim di sebuah panti jompo, tetapi Sarah percaya ada sesuatu yang ganjil dalam Villa Rose. Dia sering bermimpi tentang seorang hantu yang mengesot dengan baju perawat. Sayangnya tidak ada yang mempercayainya, bahkan dia dituduh sebagai orang gila. Sarah tertinggal sendiri untuk memecahkan misterinya, sebelum semuanya terlambat.
  • Wulan (Wulan Guritno) : Seorang wanita asing yang meminta pekerjaan di Villa Rose. Dia disewa sebagai seorang perawat untuk menjaga penghuni - penghuni di panti jompo itu. Dialah yang biasanya menemukan mayat - mayat yang meninggal secara misterius tersebut, dan tentu itu membuat Sarah mulai mencurigai dia. Ia kemudian mulai menggoda Jonathan dan ketika Sarah tahu, dia sangat marah. Kemudian diketahui bahwa dia adalah hantu dari Norah, perawat yang telah dibunuh oleh Rose ketika dia ditemukan menggoda kakeknya Sarah. Dia datang kembali dari gelang yang dipakai Norah ketika ia dibunuh oleh Rose. Dia menipu Joe dan kabur bersamanya, sedangkan yang sang Suster N menyerang ibu Sarah di villa. Wulan hampir jatuh dari sebuah turunan tanah yang curam. Joe mencoba menyelamatkannya, namun ketika ibu Sarah menyuruh Maya untuk memukul kaki Suster N yang mencekiknya, Wulan pun jatuh dan gelang itu pun hancur.
  • Jonathan (Bob Seven) : Suami Sarah yang ikut membuka kembali Villa Rose. Ia mulai memperhatikan hal - hal tidak wajar yang dikatakan Sarah, seperti hantu - hantu muncul di cermin dan para penghuni panti yang meninggal, yang mulai membuatnya yakin bahwa istrinya itu gila. Adiknya Maya datang (secara rahasia dikirim oleh ibunya Sarah) untuk ikut tinggal di panti jompo itu. Wulan pun mulai mencoba untuk menggoda Jonathan dan hampir pergi meninggalkan Sarah di villa itu. Untungnya, Sarah mencegah niat jahat Wulan dan menyelamatkannya dari bahaya yang akan datang.
  • Maya (Ardina Rasti) : Adik Jonathan yang nyentrik dan agak Gothic. Ia secara rahasia dikirim oleh ibunya Sarah untuk menjaganya dari bahaya. Ia pun beberapa kali hampir dibunuh oleh Suster N (walaupun dia tidak menyadarinya), dan ternyata Maya pun mempunyai indra ke-enam. Di saat akhir film, Maya mengatakan bahwa sebenarnya dari awal penghuni villa ini hanya tiga, yaitu dia, Sarah dan Jonathan, dan orang lain hanyalah "penghuni".

Keluarga Sarah dan Penghuni Villa Rose[sunting | sunting sumber]

  • Tince (Lily SP) : Ibu angkat yang mengasuh Sarah sejak Rose meninggal. Semasa muda, ia juga perawat di Villa Rose, karena itu ia mengetahui dengan jelas apa yang pernah terjadi. Meski demikian, ia tidak segera memberitahu Sarah, karena sebagai keturunan Rose yang masih hidup, Sarah lah yang harus menyelesaikan masalah yang dapat mengancam jiwanya dan keturunannya tersebut. Tince mengirim Maya secara rahasia untuk menjaga Sarah dari bahaya. Di saat genting, Tince datang ke Villa Rose dan berusaha membereskan hantu Suster N. Ia hampir terbunuh, namun segera ditolong oleh Maya.
  • Freddy (Henky Solaiman) : Kakeknya Sarah yang tinggal di Villa Rose. Ia sering dilihat bersama Bob, yaitu salah satu penghuni Villa Rose juga. Wulan menggodanya saat Freddy melihat ia mengancam Wa Siti (koki di Villa Rose), dengan mengatakan bahwa ia akan membunuhnya dengan cinta. Saat Freddy mengetuk pintu Wulan, Suster N pun menyerang Freddy. Sarah menemukan mayat Freddy, dengan Maya dan Jonathan menyusul. Tentu saja, ia pun dikira sebagai pembunuhnya.
  • Rose (Dominique Sanda) : Nenek dari Sarah. Ia menemukan suster Norah merayu suaminya, Freddy, dan membunuhnya dengan memukul kakinya, meracuni dan menguburkannya. Ia mewariskan Sarah Villa Rose setelah putrinya, yang juga ibu kandung Sarah lebih dulu tewas akibat dendam Suster N.
  • Bob (HIM Damsyik) : Teman Freddy yang juga penghuni Villa Rose.
  • Ibu Tri (Ratna Riantiarno) : Salah satu penghuni Villa Rose. Ia ditemukan mati tercekik dekat perapian dimana Sarah tidur. Wulan mengatakan bahwa seharusnya Sarah tahu, karena ialah yang terdekat dengan Ibu Tri pada waktu itu. Ia sedikit lebih muda daripada para penghuni lainnya di Villa Rose.
  • Oma Titi (Ade Irawan) : Salah satu penghuni Villa Rose. Ia sedikit lebih tua daripada penghuni lainnya. Ia agak penakut dan mengabiskan waktunya menjahit dan beristirahat.
  • Ayu Wijaya (Titi Qadarsih) : Seorang wanita Belanda yang ditaruh di Villa Rose oleh anaknya, Surya Wijaya. Ia mempunyai indra ke-enam dan menakuti parah penghuni di Villa Rose. Maya pun langsung suka dengan Ayu, dan memintanya mengajari bagaimana melihat setan. Ia sama sekali tidak takut dengan Suster N, sampai akhirnya ia pun diserang di kamarnya. Ia adalah korban pertama.
  • Oma Friska (Mila Karmila) : Salah satu penghuni Villa Rose.
  • Oma Finna (Jajang C. Noer) : Adalah seorang wanita yang baru ingin mendaftarkan diri ke Villa Rose. Ia datang sendiri dengan mobilnya. Ia mengatakan bahwa ia sendiri sering mengunjungi neneknya yang tinggal di rumah itu juga. Finna kemudian hampir membuka kedok Wulan karena ia ingat Wulan mirip dengan seorang suster yang bekerja di Villa Rose dulu saat ia masih kecil, sayangnya ia lupa nama suster tersebut. Ketika melihat sebuah bayangan di cermin dari kamar Sarah. Sarah pun meminta tolong ke Finna, dan membuatnya panik. Ia pun berlari keluar dan pergi dengan mobilnya. Saat Jonathan mencoba menghentikan Sarah, mobilnya pun menabrak sesuatu dan Finna pun tewas.
  • Surya Wijaya (Lukman Sardi) : Anak dari Ayu Wijaya yang sibuk dengan kerja. Ibunya sepertinya membenci istrinya, yang ia sebut sebagai "ular".
  • Ijah (Aurelia) : Anak Wa Siti yang membantu di dapur. Ia pun adalah hantu.
  • Suster N (Letizia) : Hantu Suster Norah yang menampakkan diri di Villa Rose. Ia berusaha menyerang Sarah ketika berada di ruang arsip, hingga tanpa disadari Sarah bergulat dengannya selama beberapa hari. Riwayatnya berakhir ketika Maya berhasil melumpuhkannya dengan cara memukul kakinya.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]