Lompat ke isi

Perangkat lunak sebagai layanan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Software as a service)

Perangkat lunak sebagai layanan atau layan perangkat lunak (bahasa Inggris: software as a service, SaaS) adalah suatu model penyampaian aplikasi perangkat lunak oleh suatu vendor perangkat lunak yang mengembangkan aplikasi web yang diinangi dan dioperasikan (baik secara mandiri maupun melalui pihak ketiga) untuk digunakan oleh pelanggannya melalui Internet.

Pelanggan tidak mengeluarkan uang untuk memiliki perangkat lunak tersebut melainkan hanya untuk menggunakan. Pelanggan menggunakan perangkat lunak tersebut melalui antarmuka pemrograman aplikasi yang dapat diakses melalui web dan sering kali ditulis menggunakan layanan web atau REST.

Istilah ini belakangan mulai lebih dipilih kalangan industri terkait sebagai pengganti istilah penyedia layanan aplikasi dan on-demand (sesuai permintaan).

Definisi NIST

[sunting | sunting sumber]

National Institute of Standards and Technology (NIST) mendefinisikan SaaS sebagai kemampuan yang diberikan kepada konsumen untuk menggunakan aplikasi penyedia yang berjalan di infrastruktur cloud. Aplikasi dapat diakses dari berbagai perangkat klien melalui antarmuka tipis seperti browser web. Konsumen tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur cloud yang mendasarinya — termasuk jaringan, server, sistem operasi, penyimpanan, atau bahkan kemampuan aplikasi individual — kecuali pengaturan konfigurasi aplikasi tertentu yang terbatas kepada pengguna.[1]

Karakteristik SaaS

[sunting | sunting sumber]

Akses Multi-Perangkat

[sunting | sunting sumber]

Pengguna dapat mengakses aplikasi SaaS dari komputer, laptop, tablet, atau smartphone melalui browser web. Tidak diperlukan instalasi perangkat lunak di sisi klien.

Model Berlangganan

[sunting | sunting sumber]

SaaS umumnya menggunakan model pembayaran berbasis langganan: bulanan atau tahunan per pengguna, per fitur, atau per volume penggunaan. Model ini mengubah pengeluaran TI dari belanja modal (CapEx) menjadi belanja operasional (OpEx).

Pembaruan Otomatis

[sunting | sunting sumber]

Penyedia SaaS bertanggung jawab atas semua pembaruan, penambal keamanan, dan pemeliharaan infrastruktur. Pengguna selalu menggunakan versi terbaru tanpa proses instalasi manual.

Multitenancy

[sunting | sunting sumber]

Satu instansi perangkat lunak digunakan oleh banyak pelanggan (tenant) sekaligus, dengan data masing-masing pelanggan terisolasi secara logis. Arsitektur ini memungkinkan penyedia SaaS mengoperasikan layanan secara efisien dengan biaya per pelanggan yang rendah.

Skalabilitas Elastis

[sunting | sunting sumber]

Kapasitas dapat ditingkatkan atau dikurangi sesuai kebutuhan, biasanya dalam hitungan menit, tanpa perlu penambahan hardware fisik.

Posisi SaaS dalam Model Layanan Cloud

[sunting | sunting sumber]

SaaS adalah salah satu dari tiga model layanan komputasi awan utama:

Model Yang Dikelola Penyedia Yang Dikelola Pengguna Contoh
IaaS (Infrastructure as a Service) Hardware, jaringan, virtualisasi OS, runtime, aplikasi, data AWS EC2, Google Compute Engine
PaaS (Platform as a Service) Hardware, OS, runtime, middleware Aplikasi, data Heroku, Google App Engine
SaaS (Software as a Service) Seluruh stack teknologi Data dan konfigurasi pengguna Gmail, Salesforce, Zoom

Perbandingan SaaS dengan On-Premise

[sunting | sunting sumber]
Aspek SaaS On-Premise
Biaya awal Rendah (tidak ada investasi infrastruktur) Tinggi (server, lisensi, implementasi)
Waktu implementasi Hari hingga minggu Bulan hingga tahun
Pemeliharaan Dikelola penyedia Dikelola tim IT internal
Kontrol data Data di server penyedia Data di server sendiri
Kustomisasi Terbatas Sangat fleksibel
Aksesibilitas Dari mana saja dengan internet Terbatas jaringan internal (kecuali VPN)
Skalabilitas Mudah dan cepat Perlu pengadaan hardware baru

SaaS untuk Bisnis Kecil dan Menengah

[sunting | sunting sumber]

Model SaaS sangat populer di kalangan usaha kecil dan menengah (UKM) karena:

  • Tidak memerlukan investasi awal yang besar untuk server dan lisensi
  • Tidak perlu departemen IT khusus untuk pemeliharaan
  • Dapat dicoba dengan risiko rendah (banyak yang menawarkan masa uji coba gratis)
  • Biaya dapat disesuaikan dengan pertumbuhan bisnis
  • Pembaruan fitur dan keamanan otomatis tanpa biaya tambahan[2]

Contoh Kategori SaaS

[sunting | sunting sumber]

Berbagai kategori aplikasi bisnis kini tersedia dalam model SaaS:

  • CRM — Salesforce, HubSpot
  • ERP — SAP Business ByDesign, Oracle NetSuite, Odoo (cloud)
  • Akuntansi — QuickBooks Online, Xero, Wave
  • Kolaborasi — Google Workspace, Microsoft 365, Slack
  • HR dan Penggajian — BambooHR, Workday
  • E-commerce — Shopify, WooCommerce (hosted)

Keamanan dan Kepatuhan Data

[sunting | sunting sumber]

Adopsi SaaS memunculkan pertimbangan keamanan dan privasi data:

  • Data pelanggan tersimpan di infrastruktur penyedia — perlu evaluasi kebijakan privasi dan sertifikasi keamanan (ISO 27001, SOC 2)
  • Kepatuhan regulasi lokal — di Indonesia, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) mewajibkan pemrosesan data sesuai prinsip tertentu
  • Ketergantungan pada konektivitas internet — gangguan jaringan dapat menghentikan akses ke aplikasi

Lihat Pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Mell, Peter; Grance, Timothy (2011). The NIST Definition of Cloud Computing. National Institute of Standards and Technology. NIST SP 800-145.
  2. Benlian, Alexander; Hess, Thomas (2011). "Opportunities and risks of software-as-a-service: Findings from a survey of IT executives". Decision Support Systems. 52 (1): 232–246. doi:10.1016/j.dss.2011.07.007.


Pranala luar

[sunting | sunting sumber]