Soemarno Sosroatmodjo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Soemarno)
Lompat ke: navigasi, cari
Soemarno Sosroatmodjo
Gubernur DKI Jakarta ke-6 & ke-8
Masa jabatan
15 Juli 1965 – 28 April 1966
Presiden Soekarno
Didahului oleh Henk Ngantung
Digantikan oleh Ali Sadikin
Masa jabatan
29 Januari 1960 – 26 Agustus 1964
Presiden Soekarno
Didahului oleh Sudiro
Digantikan oleh Henk Ngantung
Menteri Dalam Negeri Indonesia ke-15
Masa jabatan
27 Agustus 1964 – 28 Maret 1966
Presiden Soekarno
Didahului oleh Ipik Gandamana
Digantikan oleh Basuki Rachmat
Informasi pribadi
Lahir Soemarno Sosroatmodjo
24 April 1911
Bendera Belanda Rambipuji, Jember, Jawa Timur, Hindia Belanda
Meninggal 9 Januari 1991 (umur 79)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Alma mater Universitas Padjadjaran
Vanderbilt University
Agama Islam

Dr. Soemarno Sosroatmodjo (lahir di Rambipuji, Jember, Jawa Timur, 24 April 1911 – meninggal di Jakarta, 9 Januari 1991 pada umur 79 tahun) adalah tentara, dokter dan politisi berkebangsaan Indonesia. Dua adalah salah satu mantan Gubernur DKI Jakarta yang pernah menjabat dalam dua periode yaitu periode 1960–1964 dan periode 1965–1966.[1] Selain berasal dari militer ia juga adalah seorang dokter. Pada masa kepemimpinannya beberapa masalah menghadang, terutama berkaitan dengan isu Papua Barat dan demonstrasi Ganyang Malaysia.[2]

Karier[sunting | sunting sumber]

Gubernur Jakarta[sunting | sunting sumber]

Pada masa kepemimpinannya, selain dibangun Monas, Patung Selamat Datang, dan Patung Pahlawan di Menteng, juga dibangun rumah minimum. Konsep rumah minimum ini adalah rumah dengan luas 90 meter persegi, dibangun di atas tanah 100 meter persegi, terdiri dari dua lantai, lokasinya dekat dengan tempat kerja. Proyek pertama rumah minimum dibangun di Jalan Raden Saleh, Karang Anyar, Tanjung Priok, dan Bandengan Selatan.

Setelah selesai masa baktinya, Soemarno menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri dan jabatan Gubernur Jakarta dilanjutkan oleh Henk Ngantung atas perintah Presiden Soekarno, karena kesehatan Henk Ngantung yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan jabatannya.

Karier di Bidang Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Sebelum zaman Kemerdekaan, ia pernah menjadi direktur Rumah Sakit Hanggulan Sinta yang berlokasi di kampung Barimba, kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah pada tahun 1939. Rumah Sakit tersebut pernah pindah ke Jl. Kapten Pierre Tendean, sebelum akhirnya pindah ke Jl. Tambun Bungai No. 16 dengan nama RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo.

Kematian[sunting | sunting sumber]

Soemarno tutup usia di kediamannya, Jalan Pasir Putih IV/5, Ancol, Jakarta Utara pada tanggal 9 Januari 1991 pada usia 79 tahun. Almarhum meninggalkan seorang istri, tujuh anak, 22 cucu, dan 3 cicit. Dia dimakamkan di TPU Karet, Jakarta Pusat. Namanya kemudian diabadikan menjadi nama Rumah Sakit di kawasan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Hal ini karena Soemarno sempat memimpin rumah tersebut pada era prakemerdekaan.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Chrisfanni, Stella (17 April 2012). "Soemarno Sosroatmodjo, Gubernur yang Merangkap Mendagri". Okezone News. Diakses tanggal 31 Januari 2016. 
  2. ^ Refleksi pers kepala daerah Jakarta, 1945–2012. Badan Kerjasama Kesenian Indonesia. 2012. ISBN 9786027838031. 
Jabatan politik
Didahului oleh:
Sudiro
Gubernur DKI Jakarta
1960–1964
Diteruskan oleh:
Henk Ngantung
Didahului oleh:
Henk Ngantung
Gubernur DKI Jakarta
1965–1966
Diteruskan oleh:
Ali Sadikin
Didahului oleh:
Ipik Gandamana
Menteri Dalam Negeri Indonesia
1964–1966
Diteruskan oleh:
Basuki Rachmat