Organisasi Internasional untuk Standardisasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari ISO)
Lompat ke: navigasi, cari
International Organization for Standardization[1]
ISO english logo.svg

ISO Members.svg
Keanggotaan ISO (lihat di bawah)
Singkatan ISO
Pembentukan 23 February 1947
Jenis Lembaga Swadaya Masyarakat
Tujuan Standar internasional
Kantor pusat Jenewa, Swiss
Keanggotaan 163 anggota[2]
Bahasa resmi Inggris, Perancis, Russia[3]
Situs web www.iso.org

Organisasi Internasional untuk Standardisasi (bahasa Inggris: International Organization for Standardization), (bahasa Perancis: Organisation internationale de normalisation) atau biasa disingkat ISO adalah badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standardisasi nasional setiap negara. Dikarenakan singkatan dari masing-masing bahasa berbeda (IOS dalam bahasa Inggris dan OIN dalam bahasa Perancis) maka para pendirinya menggunakan singkatan ISO, (diambil dari bahasa Yunani: isos) yang berarti sama (equal). Penggunaan ini dapat dilihat pada kata isometrik atau isonomi.[4]

Didirikan pada 23 Februari 1947, ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia. ISO merupakan lembaga nirlaba internasional, pada awalnya dibentuk untuk membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja. Standar yang sudah kita kenal antara lain standar jenis film fotografi, ukuran kartu telepon, kartu ATM Bank, ukuran dan ketebalan kertas dan lainnya.

Dalam menetapkan suatu standar tersebut mereka mengundang wakil anggotanya dari 130 negara untuk duduk dalam Komite Teknis (TC), Sub Komite (SC) dan Kelompok Kerja (WG). Peserta ISO termasuk satu badan standar nasional dari setiap negara dan perusahaan-perusahaan besar.

ISO bekerja sama dengan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) yang bertanggung jawab terhadap standardisasi peralatan elektronik.

Penerapan[sunting | sunting sumber]

Penerapan ISO di suatu perusahaan berguna untuk:

  • Meningkatkan citra perusahaan
  • Meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan
  • Meningkatkan efisiensi kegiatan
  • Memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan tindakan perbaikan (plan, do, check, act)
  • Meningkatkan penataan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dalam hal pengelolaan lingkungan
  • Mengurangi risiko usaha
  • Meningkatkan daya saing
  • Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai pihak yang berkepentingan
  • Mendapat kepercayaan dari konsumen/mitra kerja/pemodal

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ The three official full names of the ISO can be found at the beginning of the foreword sections of the PDF document: "ISO/IEC Guide 2:2004 Standardization and related activities — General vocabulary" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 21 July 2011. 
  2. ^ "About ISO". ISO. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 October 2007. 
  3. ^ "How to use the ISO Catalogue". ISO.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 October 2007. 
  4. ^ "About ISO". ISO.org. Diakses tanggal 30 Desember 2014. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]