Baburu alek

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Berburu Salek)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Baburu alek atau berburu besar adalah cara berburu yang diadakan secara bersama-sama dan dapat diikuti oleh semua orang yang hobi berburu. Berburu Alek diadakan untuk menangkap kandiak / babi dengan anjing yang sudah dilatih berburu. Baburu besar diadakan pada hari minggu saja, biasanya ada tiap nagari di Minangkabau. Nagari yang sering mengadakan di Nagari Batu Hampa Kabupaten Pesisir Selatan. Baburu alek sudah sering diadakan pada masa dahulunya sebagai bentukk penyaluran hobi dan membantu masyarakat peladang supaya tanaman yang ada diladangnya tidak diganggu oleh babi. Baburu alek dipimpin oleh ketua buru disebut dengan muncak buru. Muncak Buru adalah orang yang punya kepandaian dalam berburu. Baburu Alek diadakan pada hari Minggu yang pertama atau kedua setiap bulannya.[1]

Dalam kegiatan baburu alek diikuti orang yang hobi berburu sebanyak 100 hingga 150 orang lebih dan orang itu berasal dari berbagai daerah di Sumatra Barat. Alek berburu dimulai pada pukul 08.30 Wib hingga pukul 16.00 Wib. Sebelum dibawa ke lokasi berburu, anjing diberi babagai makanan yang bernutrisi yang banyak supaya ajing itu kuat badannya untuk berburu.

Sehari sebelum berburu, orang banyak yang ada disekitar kanpung dipanggil untuk datang ke lokasi berburu. Selain itu orang kampung dilarang untuk melepaskan hewan ternaknya diladang atau disekitar lokasi berburu. Maksudnya supaya hewan ternak tadi tidak dimakan oleh anjing yang sedang berburu. Untuk orang yang sedang berburu, boleh bebas memilih lokasi tempat berburunya sesuai denga tempat arah larinya babi.

Baburu alek beda dengan berburu salek, karena pada berburu alek itu anjing yang dibawa anjiang jantan yang sudah berumur 2,5 tahun sampai 3 tahun lebih. Masing-masing anjing diberi nama sesuai dengan bentuk dan warna bulunya seperti lupak, samuik, sikumbang, bacang merah, koreang, baliang murai, dan baliang merah.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Hasanadi,, dkk (2013). Warisan Budaya Takbenda di Provinsi Sumatra Barat. Padang: Balai Pelestarian Nilai Budaya di Provinsi Sumatra Barat. hlm. 210. ISBN 978-602-8742-67-2.