Angling Dharma (serial televisi)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Angling Dharma
Judul lainLegenda Angling Dharma
GenreEpos
Laga
Sejarah
PembuatGenta Buana Paramita
PengarangImam Tantowi
Darto Joned
SutradaraImam Tantowi
Dasri Yacob
Nurhadie Irawan
Yopie Burnama
Buce Malawau
PemeranRico Verald
Ichal Muhammad
Tiffany Jane
Choky Adriano
Errina GD
Pengisi suaraSanggar Prathivi
Negara Indonesia
BahasaIndonesia
Jumlah musim2
Jumlah episode25 (versi Indosiar) (daftar episode)
Produksi
ProduserBudhi Sutrisno
LokasiJakarta
Rumah produksiGenta Buana Paramita
DistributorGenta Buana Paramita
Rilis
Jaringan penyiarIndosiar
RTV (2016-2017)
Tayang perdanaRabu, 18 Desember 2013
Tanggal rilisRabu, 18 Desember 2013 –
Rabu, 12 Januari 2014
Kronologi
Diawali olehCiung Wanara
Dilanjutkan olehKisah 9 Wali
Acara terkaitAngling Dharma
Pranala luar
[Angling Dharma (TV Series) - IMDb Situs web]

Angling Dharma merupakan sebuah sinetron kolosal produksi Genta Buana Paramita yang ditayangkan di Indosiar pada tahun 2014 dan berakhir pada tahun 2015. Pemain utama di sinetron ini ialah Rico Verald, Ichal Muhammad, Choky Adriano, Errina GD dan masih banyak lagi. [1]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

"Pertempuran di depan gerbang utama Malwapati antara pasukan Istana Batu Sengkang Baplang dengan pasukan Malwapati berlangsung dahsyat. Sengkang Baplang mengeluarkan ajian Guntur Saktinya memanggil hujan dan banjir. Ia ingin mengulangi keberhasilannya merebut Malwapati seperti yang dilakukannya beberapa tahu yang lalu bersama Ratu Gendrawani. Angin kencang, kilat menyambar, guntur menggelegar di langit. Suasana jadi panik para prajurit Malwapati ketakutan. Prabu Angling Dharma mengeluarkan panah Pasopatinya memanah Sengkang Baplang. Tiba-tiba melesat bayangan Grenda Seba menyambar Sengkang Baplang dan membawanya kabur.Tiga anak panah Pasopati melesat mengarahkan ketiga anak panahnya ke arah air banjir bandang tersebut. Keajaiban terjadi air banjir bandang itu terdorong mundur dengan kecepatan tinggi dan pintu gerbang kembali tertutup lagi. Banjir terhalang dan lenyap. Semuanya gembira beberapa puluh prajurit Istana Batu Sengkang Baplang menyerah yang lainnya kabur. Dewi Sukesi dikurung Dewi Sekarwangi didalam kamarnya berteriak-teriak minta dibukakan pintu. Ki Parusa muncul. menuntut upah pada Dewi Sukesi. Nyi Tiris kaget melihat Ki Parusa mau membunuh Dewi Sukesi. Ia lalu melapor pada Prabu Angling Dharma. Tentu saja Sang Prabu kaget Ki Parusa sudah mati. Angling Darma marah isterinya dikunci di dalam kamar. Ia memerintahkan pintu dibuka. Angling Dharma cemas melihat Ki Parusa sedang mencekik Dewi Sukesi. Angling Dharma menyuruh Ki Parusa melepaskan isterinya, tapi Ki Parusa menolak. Ia menginginkan darah Dewi Sukesi. Batik Madrim marah dengan cepat melompat menendang Ki Parusa hingga terpental. Ki Parusa bangkit lagi. Batik Madrim menyadari Ki Parusa mayat hidup maka iapun mengusir Ki Parusa dengan mantera dan Ki Parusa pun melenyap. Dewi Sukesi minta penobatan Danur Wenda dipercepat karena Angling Kesuma sudah ia singkirkan tak mungkin kembali lagi. Ia minta Batik Madrim mendukungnya. Batik Madrim kebingungan. Danur Wenda kecewa akan sikap ibunya. Lalu pergi tak mau lagi perduli akan ibunya. Dewi Sukesi berteriak memanggil. Tapi Danur Wenda telah jauh pergi. Dewi Sukesi yang hilang ingatan itu, dikurung Angling Darma didalam kamarnya."

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]