Abdullah Wasi’an

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Abdullah Wasi'an
Abdullah Wasian.jpeg
KH. Abdullah Wasi'an dan mesin tik kesayangannya
Lahir9 Juni 1917
Surabaya, Hindia Belanda
Meninggal16 Februari 2011(2011-02-16) (umur 93)[1]
Surabaya, Indonesia
PekerjaanPengajar, Kristolog
Tahun aktif1936-2011
OrganisasiMuhammadiyah

KH. Abdullah Wasi'an (lahir di Surabaya, 9 Juni 1917 – meninggal di Surabaya, 16 Februari 2011 pada umur 93 tahun) merupakan seorang ustad, pengajar dan pakar Kristologi asal Indonesia.[2]

Sejak 1936, saat berusia 19 tahun, Abdullah Wasi’an aktif berorganisasi. Dia mulai lewat Pemuda Muhammadiyah Surabaya. Sebagai ketua bagian pendidikan, dia bertugas mengurusi Taman Pustaka Pemuda Muhammadiyah, sebuah perpustakaan yang koleksi buku-bukunya cukup lengkap kala itu. Posisi itu sangat menyenangkan hatinya karena sebagai pecinta ilmu dia bisa leluasa membaca sepuas-puasnya.

Keterlibatannya di Pemuda Muhammadiyah adalah awal debutnya di dunia dakwah. Di dalamnya dia mendapatkan pengalaman berorganisasi, berceramah, dan berdebat. Dalam waktu singkat dia ditunjuk sebagai muballigh Pemuda Muhammadiyah. Tugasnya, berceramah di sekolah-sekolah milik Muhammadiyah dan beberapa sekolah negeri. Lalu, pada 1950-an, Abdullah Wasi’an ditetapkan sebagai Pengurus Muhammadiyah Surabaya, di Majelis Tabligh.

Abdullah Wasi’an terbilang tak sengaja menjadi Kristolog. Waktu itu, Kristologi masih langka. Kristologi tak dia dapatkan dari pendidikan formal, tetapi secara otodidak. Tentang hal ini, berbeda dengan zaman sekarang, Kini, Kristologi adalah mata kuliah yang bisa didapatkan pada Fakultas Ushuluddin di Perguruan Tinggi Islam.

Singkat cerita, lewat usaha yang tekun, penguasaan Abdullah Wasi’an terhadap Kristologi begitu mendalam. Ia sangat banyak hafal isi Al-Kitab dan bahkan bisa memahaminya dengan baik. Oleh karena itu, dia seorang Kristolog yang disegani para pendeta dan tokoh Kristen. Berbekal Kristologi itu, cukup panjang pengalaman Abdullah Wasi’an berdebat dengan banyak pendeta atau tokoh Kristen.

Di antara buku-buku Kristologinya yang sangat populer di masyarakat adalah; “100 Jawaban untuk Missionaris”,“Jawaban untuk Pendeta”, “Nabi Muhammad dalam Al Kitab”, “Pendeta Menghujat, Kiai Menjawab”.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]