Tukan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Tukan
Pteroglossus-torquatus-001.jpg
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Ordo: Piciformes
Famili: Ramphastidae

Burung tukan adalah burung daerah tropis berparuh besar.Tukan hidup di hutan hutan tropis. Ada 37 jenis burung tukan; banyak di antaranya yang hidup di hutan-hutan Amerika Tengah dan Selatan. Burung tukan hidup dalam kawanan kecil di puncak pohon. Burung ini tampangnya mirip dengan burung rangkong, tapi beda keluarga.

Karateristik[sunting | sunting sumber]

Jenis (Ramphastos sulfuratus)

Panjang burung itu antara 30 sampai 61 cm[1]. Paruh dan bulunya biasanya berwarna merah, jingga, biru, kuning, dan hitam. Paruh burung tukan yang besar itu sebenarnya berongga dan ringan. Paruh itu melindungi mukanya ketika ia memetik buah-buahan.Namun, beberapa jenis di antaranya adalah peniru suara yang ulung.Burung tukan bersarang dalam batang pohon yang berongga dan tunggul. Kadang-kadang burung tukan tinggal dalam lubang bekas burung pelatuk. Ketika tidur, burung tukan meletakkan paruhnya pada punggungnya dan menutup ekornya dengan ekornya.

Perkembangbiakan[sunting | sunting sumber]

Selama tiga atau empat minggu setelah ditetaskan, burung tukan muda tidak dapat membuka matanya. Beberapa minggu kemudian, barulah ia meninggalkan sarang induknya.[2].

Penerbang yang Buruk[sunting | sunting sumber]

Tukan adalah penerbang yang buruk[3]. Mereka lebih senang melompat lompat di dahan daripada terbang.Paruhnya bisa mencapai 20 cm.Paruhnya yang panjang memungkinkan ia untuk mencapai buah-buahan yang tumbuh di dahan atau ranting yang jauh. Makan mereka adalah buah, serangga dan beberapa jenis laba laba.Warna cerah pada bulunya, kemungkinan digunakan untuk menakuti burung lain [3][4]. Suara mereka lebih mirip suara katak, malah lebih keras, pekikannya bisa terdengar hingga sejauh 1 km di tengah hutan.[5]. Burung tukan menggunakan paruhnya yang panjang untuk menyibakkan daun, kemudian mengambil biji dan buah pohon[6].

Kegunaan Paruh[sunting | sunting sumber]

(Ramphastos dicolorus) tampak bersarang di sebuah pohon

Paruhnya terbuat dari keratin. Paruhnya lebih berfungsi sebagai alat mencari makan dan menarik jodoh. Burung ini juga bertelur sekitar 2-4 butir telur.yang menetas setelah 2 minggu kemudian[7].Konstruksi paruh tukan memungkinkan burung tersebut meredam benturan yang keras. Paruhnya nampak kelihatan berat karena sepertiga dari tubuhnya, akan tetapi tidak.Tekstur bagian dalam paruh tukan dapat disamakan dengan tekstur busa keras. Ada bagian yang berongga, dan ada yang berupa rangka serta membran. Hasilnya adalah paruh yang ringan juga sangat kuat[8].

Kerabat[sunting | sunting sumber]

Jenis tukan yang lain, yaitu toco toucan (Latin : Ramphastos toco) Merupakan burung yang berkerabat dengan burung pelatuk (termasuk ordo Piciformes). Terdapat di Amerika Selatan, dari Guyana hingga ke utara Argentina. Status tidak terancam punah (LC)[9].

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]