Toksisitas oksigen

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Toksisitas oksigen
Klasifikasi dan rujukan eksternal
Tiga pria di dalam kamar bertekanan. Satu orang bernapas menggunakan masker dan dua lainnya mengukur waktu dan mencatat.
Tahun 1942-43, Pemerintah Britania Raya melakukan uji coba ekstensif terhadap toksisitas oksigen pada penyelam. Kamar ini diberi tekanan dengan udara mencapai 3,7 bar. Subyek di tengah menghirup 100% oksigen menggunakan masker.[1]
ICD-10 T59.8
ICD-9 987.8
MeSH D018496

Toksisitas oksigen adalah kondisi yang muncul akibat efek-efek berbahaya dari molekul oksigen (O2) pada tekanan parsial yang tinggi. Keadaan ini juga disebut sebagai sindrom toksisitas oksigen dan keracunan oksigen. Secara historis, kondisi pada sistem saraf pusat ini disebut efek Paul Bert, dan kondisi paru-parunya sebagai efek Lorrain Smith, dinamai sesuai para peneliti yang memprakarsai penemuannya pada abad ke-19. Sejumlah kasus dapat mengakibatkan kerusakan sel dan kematian, dengan efek yang sering terlihat di sistem saraf pusat, paru-paru dan mata. Toksisitas oksigen adalah maslaah bagi penyelam skuba, orang-orang dengan konsentrasi oksigen tambahan yang tinggi (terutama bayi prematur), dan yang menjalani terapi oksigen hiperbarik.

Bahan pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Lamb, John S. (1999). The Practice of Oxygen Measurement for Divers. Flagstaff: Best Publishing, 120 pages. ISBN 0-941332-68-3. OCLC 44018369. 
  • Lippmann, John; Bugg, Stan (1993). The Diving Emergency Handbook. Teddington, UK: Underwater World Publications. ISBN 0-946020-18-3. OCLC 52056845. 
  • Lippmann, John; Mitchell, Simon (2005). "Oxygen". Deeper into Diving (ed. 2nd). Victoria, Australia: J.L. Publications. hlm. 121–4. ISBN 0-9752290-1-X. OCLC 66524750. 

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Donald1947a

Pranala luar[sunting | sunting sumber]