Tikus Polinesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Tikus Polinesia
PolynesianRatNZ.jpg
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Rodentia
Famili: Muridae
Upafamili: Murinae
Genus: Rattus
Spesies: R. exulans
Nama binomial
Rattus exulans
(Peale, 1848)
Penyebaran Tikus Polinesia di Asia Tenggara (warna merah)
Penyebaran Tikus Polinesia di Asia Tenggara (warna merah)

Tikus Polinesia, atau Tikus Pasifik (Rattus exulans), dalam Māori dikenal sebagai kiore, adalah spesies tikus yang penyebarannya terluas ketiga di dunia setelah Tikus Coklat dan Tikus Hitam. Tikus Polinesia sebenarnya berasal dari Asia Tenggara namun, seperti kerabatnya, telah menjadi pengembara yang baik - yang menyebar di banyak kepulauan Polinesia, Selandia Baru, Fiji, dan setiap pulau di Hawaii. Hewan ini menunjukkan kemampuan mudah beradaptasi dengan berbagai lingkungan, dari semak belukar hingga hutan. Kebiasaannya juga serupa, yang menjadikannya dapat berinteraksi dekat dekat dengan manusia karena mudahnya mendapatkan makanan. Sebagai hasilnya, hewan ini telah menjadi hama besar di hampir seluruh wilayah penyebarannya.

Karakteristik[sunting | sunting sumber]

Tikus Polinesia merupakan hewan nokturnal seperti pengerat pada umumnya, ahli memanjat, dan sering bersarang di pepohonan. Di musim dingin, saat makanan semakin berkurang, hal yang biasa mereka lakukan adalah mengelupas kulit kayu untuk dikonsumsi dan mengenyangkan tubuh dengan batang tumbuhan. Mereka memiliki karakteristik tikus pada umumnya mengenai reproduksi; poliestrous dengan masa hamil 21-24 hari, ukuran sampah tubuh terpengaruh oleh makanan dan sumber daya lain (6-11 kotoran), penyapihan dilakukan di bulan lain selama 28 hari. Faktor pembedanya adalah bahwa mereka tidak berkembangbiak sepanjang tahun, sebagai gantinya membatasinya hanya pada musim semi dan musim panas.

Variasi fisik[sunting | sunting sumber]

Tikus Polinesia memiliki penampilan yang sama dengan tikus lain seperti Tikus Hitam dan Coklat. Hewan ini memiliki telinga melingkar yang besar, moncong panjang, bulu coklat/hitam dengan perut tongkang, namun secara komparatif memiliki kaki yang kecil. Mereka memiliki tubuh panjang, langsing, yang mencapai panjang lebih dari 6 inci (15 cm) dari hidung hingga ujung ekor, yang menyebabkan mereka lebih kecil dan ringan daripada tikus lain yang beritneraksi dengan manusia. Saat mereka berada pada suatu pulau, mereka cenderung menjadi yang hewan yang lebih kecil (sekitar 4,5 inci (11 cm)). Mereka umumnya memiliki perbedaan bagian atas kaki belakang dekat mata kaki yang lebih gelap. Kaki-kaki lainnya berwarna lebih pucat.

Pola makan[sunting | sunting sumber]

R. exulans adalah spesies omnivora nokturnal: pemakan biji, buah, daun, kulit kayu, serangga, cacing tanah, laba-laba, cicak, telur unggas dan yang telah menetas. Tikus Polinesia telah diteliti setiap sampel makanannya yang dibawa ke tempat aman seperti kulit biji yang baik atau cara lain menyiapkan makanan tertentu. Hal ini tidak hanya melindunginya dari predator namun juga hujan dan tikus lain. "Keadaan mengelupas" tersebut sering ditemukan di antara pepohonan, dekat dengan akar, dalam celah batang, dan setiap ujung cabang. Di Selandia Baru, sebagai contoh, keadaan tersebut ditemukan di bawah timbunan bebatuan dan daun Palem Nikau.

Ekologi[sunting | sunting sumber]

Tikus Polinesia tersebar di seluruh Pasifik dan Asia Tenggara. Mereka tidak dapat berenang dalam jarak yang jauh dan sebab itu menjadi penilai penting migrasi manusia yang menyebrangi Pasifik, Bangsa Polinesia secara kebetulan atau dengan bebas membawa mereka ke pulau yang dikunjungi. Spesiesnya telah menyebabkan banyak kepunahan yang terjadi pada burung dan serangga asli di sepanjang Pasifik; spesies tersebut semakin meningkat dengan tidak adanya mamalia dan tidak mampu berhadapan dengan tekanan predasi disebabkan tikus. Mereka juga telah dianggap bahwa tikus memainkan peran dalam melengkapi penebangan hutan Pulau Easter dengan memakan biji pohon palem lokal, dan hal itu menghambat pertumbuhan ulang sebuah hutan. [1]

Sisa-sisa Tikus Polinesia telah ada lebih dari 2000 tahun di Selandia Baru dengan sejumlah metode kemunculan namun figurnya masih dalam perdebatan. Hal ini dianggap bahwa mereka datang dengan penjelajah awal yang kemudian tewas atau pergi tanpa menduduki pulau.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Flenley, John R. (2003) The enigmas of Easter Island