The Body Shop

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
The Body Shop International plc
Jenis Anak perusahaan
Industri Kosmetika
Didirikan 26 Maret 1976
Pendiri Dame Anita Roddick
Kantor pusat Brighton, Inggris, Britania Raya
Induk L'Oréal
Situs web www.thebodyshop.com/
Interior The Body Shop di Oslo, Norwegia
The Body Shop di Downtown Toronto, Kanada.
Sebuah produk aftershave.

The Body Shop International plc, atau lebih dikenal dengan The Body Shop, memiliki sekitar 2,400 toko di 61 negara. Menurut O Boticario, sebuah perusahaan dari Brazil, The Body Shop adalah perusahaan franchise kosmetika kedua terbesar di dunia. Perusahaan ini, yang berpusat di Littlehampton, Sussex Barat, Inggris, didirikan oleh Dame Anita Roddick dan terkenal oleh produk-produknya yang menggunakan zat herbal mulai dari Body Butter, Peppermint Foot Lotion, dan Hemp. The Body Shop juga menekankan dukungannya terhadap berbagai macam isu yang beredar di seluruh dunia. Slogan-slogan mereka antara lain adalah: Against Animal Testing (Lawan Uji Coba terhadap Hewan), Support Community Trade, Activate Self Esteem, Defend Human Rights (Tegakkan HAM), dan Protect Our Planet (Proteksikan Planet Kita). Pada September 2007, Roddick meninggal mendadak akibat aneurisme otak.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Anita Roddick memulai The Body Shop® pada tanggal 26 Maret 1976 semata – mata untuk menciptakan mata pencaharian untuk dirinya dan kedua putrinya, disaat Gordon melakukan perjalanan keliling Amerika. Ia sama sekali tidak terlatih dan tidak punya pengalaman dan trik bisnis yang ia miliki hanyalah nasihat dari Gordon untuk melakukan penjualan sebanyak £300 selama seminggu. Anita melihat kewiraswastaan sebagai suatu kelangsungan hidup, dan percaya bahwa hal tersebut memelihara pikiran kreatif. Menjalankan tokonya yang pertama telah mengajarkan bahwa bisnis bukanlah tentang ilmu finansial tapi juga tentang perdagangan: membeli dan menjual dan tentang menciptakan sebuah produk atau layanan yang bagus sehingga orang – orang mau membayar untuk mendapatkannya. Sebagai wasiat dari keyakinan bisnis yang beliau miliki, selama lebih dari 30 tahun The Body Shop® saat ini adalah bisnis multi lokal dengan lebih dari 2,200 toko di 55 pasaran yang berbeda. Dan dia selalu mengklaim bahwa dia tidak tahu bagaimana caranya dia bisa sampai ke tahap tersebut.

Kesuksesan awal[sunting | sunting sumber]

The Body Shop mengalami perkembangan pesat, berkembang 50 persen per tahunnya. Sahamnya beredar di Unlisted Securities Market London, dengan dibuka pada posisi 95 penny. Pada Januari 1986, ketika telah terdaftar di London Stock Exchange, saham beredar dengan harga 820 penny. Dan pada tahun 1991,nilai perusahaan mencapai £350 juta.

Selain itu, ada banyak pula penghargaan yang dicapai The Body Shop, termasuk penghargaan terhadap aksi The Body Shop yang vokal melawan uji coba terhadap hewan di Inggris.

Pada tahun 1996 The Body Shop meluncurkan jalur belanja baru. The Body Shop at Home. Lebih dari 2000 konsultan bekerja dengan jalur belanja ini di Inggris. Pelanggan dapat memesan seorang konsultan tanpa biaya untuk mengunjungi rumah mereka guna mendemonstrasikan berbagai produk The Body Shop.

Pada Maret 2006, The Body Shop menyetujui pengambilalihan senilai £652.3 juta oleh L'Oréal. Dilaporkan pula bahwa Anita dan Gordon Roddick, si pendiri The Body Shop 30 tahun yang lalu, sukses memperoleh £130 juta dari penjualan.

Aktivisme sosial[sunting | sunting sumber]

Dimensi aktivisme sosial perusahaan mulai muncul pada tahun 1986 ketika The Body Shop mengajukan aliansi dengan Greenpeace di Britania Raya untuk menyelamatkan hiu. Roddick kemudian meluncurkan beberapa promosi lain yang dikaitkan dengan isu sosial, yang dengan segera mendapat perhatian publik. The Body Shop secara reguler menampilkan poster di jendela toko dan menjadi sponsor acara-acara penggalangan dana dan komunitas lokal. Seiring berjalannya waktu, Roddick mulai masuk ke isu-isu sosial lain, terutama yang berkaitan dengan industri kosmetik, salah satunya dengan mengkritik insensitivitas lingkungan dalam industri dan pandangan keliru tentang arti kecantikan.[1] Roddick said: "For me, campaigning and good business is also about putting forward solutions, not just opposing destructive practices or human rights abuses".[2]

Pada pertengahan tahun 1990-an, The Body Shop menjadi pionir dalam penciptakan audit sosial yang digunakan untuk menjaga nilai-nilai perusahaan[3][4] seperti Community Trade,[5], sebuah konsep yang mendorong mereka untuk membangun komunitas lokal di sekitar wilayah operasi rantai pasokan The Body Shop. Community Trade pertama dimulai pada tahun 1987 dengan membangun sebuah komunitas kecil di India Selatan, yang terus menjadi pemasok kunci hingga hari ini.[6] Sejak itu The Body Shop terus membangun kemitraan dengan komunitas-komunitas di lebih dari 20 negara yang seringkali dianggap kecil atau diremehkan baik oleh masyarakat lokal sendiri maupun oleh perusahaan lain.

Namun The Body Shop juga menerima kritikan atas program tersebut. Salah satu aktivis perdagangan berkeadilan, Paul Vallely, mengatakan dalam obituary Anita Roddick "Perusahaan membesar-besarkan usaha perdagangan adilnya meski hanya memberikan kurang dari 1% dari turnover kepada komunitas-komunitas itu."

Kebijakan terhadap uji coba kepada hewan[sunting | sunting sumber]

Situs web The Body Shop menjelaskan bahwa organisasi tidak menjual maupun menggunakan baik produk jadi maupun bahan baku yang diuji coba kepada hewan sejak 31 Desember 1990.[7] Pada bulan Oktober 2009, The Body Shop menerima penghargaan "Lifetime Achievement Award" oleh RSPCA di Britania Raya, sebagai pengakuan atas kebijakannya yang ketat dalam memastikan bahwa bahan baku dari pemasok tidak diuji coba kepada binatang.

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Sempat tersebar sebuah kontroversi besar yang meng-klaim bahwa L'Oréal melakukan uji-coba pada hewan, yang jelas bertentangan dengan slogan The Body Shop: "Against Animal Testing". L'Oréal sendiri menyebutkan bahwa perusahaan tersebut belum pernah melakukan uji-coba pada hewan sejak 1989. Kemudian terjadi boikot besar-besaran di seluruh dunia dari konsumen dan para penjual, khususnya di Inggris, kantor pusat The Body Shop. Roddick pun mucul di berita-berita dan menghadapi tudingan tajam oleh publik. Ia pun mengatakan di sebuah wawancara dengan The Guardian, yang memberitakan bahwa "Roddick melihat dirinya sebagai sejenis "kuda troya" yang dengan penjualan bisnisnya ke sebuah perusahaan besar (L'Oréal) akan dapat lebih menyebarkan visi-visi The Body Shop.

Referensi[sunting | sunting sumber]