Teledu sigung
| ?Teledu sigung | ||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Status konservasi | ||||||||||||||
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||||
|
||||||||||||||
| Nama binomial | ||||||||||||||
| Mydaus javanensis (Desmarest, 1818) |
||||||||||||||
Sunda Stink Badger range
|
||||||||||||||
| Sinonim | ||||||||||||||
|
Mephitis javanensis Leschenault, in Desmarest, 1818[2] |
Teledu sigung (Mydaus javanensis) adalah sejenis mamalia bertubuh kecil dari Indonesia bagian barat. Hewan yang dapat menerbitkan bau busuk apabila terganggu ini termasuk ke dalam suku Mepithidae. Dalam bahasa-bahasa lokal di wilayah sebarannya, binatang ini dikenal sebagai sigung, teledu, telegu, kesensedu, kensedu, dan lain-lain. Sedangkan dalam bahasa Inggris hewan ini dikenal sebagai Indonesian Stink Badger, Malayan Stink Badger, Malay Badger, atau Sunda Stink Badger.
Daftar isi |
Deskripsi [sunting]
Mamalia bertubuh kecil, dengan panjang kepala dan tubuh antara 370-520 mm, dan ekor pendek 34-38 mm. Kakinya pendek, tungkai belakang bagian bawah antara 64-70 mm. Moncongnya panjang.[4]
Tubuh sigung tertutupi rambut yang panjang dan lebat. Warnanya hitam atau coklat tua, dengan garis belang putih memanjang bagian atas tubuh dari tengah kepala hingga ekor. Berat badannya berkisar antara 1,4-3,6 kg.[5] Bentuk dan panjang garis putih di punggungnya itu bervariasi dari tempat ke tempat.[4][6]
Kebiasaan [sunting]
Teledu merupakan binatang penyendiri yang beraktifitas di malam hari (nokturnal), mencari makanannya di tanah (terestrial) dan menggalinya dengan menggunakan cakar dan moncongnya. Mangsanya, di antaranya, adalah cacing tanah dan tempayak serangga (misalnya tonggeret).[4]
Anak jenis, agihan dan kerabat dekat [sunting]
Ada dua anak jenis Mydaus javanensis yang dikenal:
- M. j. javanensis, menyebar di pulau-pulau Jawa, Sumatera, dan Bunguran di Kepulauan Natuna
- M. j. lucifer, menyebar di P. Kalimantan (termasuk di Sabah dan Sarawak)
Kerabat dekat M. javanensis adalah M. marchei yang menyebar terbatas di Palawan (Filipina) dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.[6]
Catatan taksonomis [sunting]
Sebelumnya, Mydaus javanensis dianggap sebagai anggota suku Mustelidae, anak suku Melinae; bersama dengan pulusan (Mustela), biul (Melogale), dan babi batang (Arctonyx)[6]. Akan tetapi analisis genetik baru-baru ini[7] menunjukkan bahwa teledu sigung lebih tepat ditempatkan dalam suku sigung (Mephitidae). Kebanyakan anggota suku yang terakhir ini menghuni benua Amerika.
Referensi [sunting]
- ^ Long, B., Hon, J., Azlan J. & Duckworth, J.W. (2008). Mydaus javanensis. Daftar Merah Spesies Terancam IUCN 2008. IUCN 2008. Diakses pada 27 January 2009.
- ^ Desmarest, A.G. 1818. Nouveau dictionnaire d'histoire naturelle ... T. XXI: 520. Paris.
- ^ Geoffroy (-Saint Hilaire), E. & G. Cuvier 1821. Histoire naturelle des mammiferes ... Paris.
- ^ a b c Payne, J., C.M. Francis, K. Phillipps, & S.N. Kartikasari. 2000. Panduan Lapangan Mamalia di Kalimantan, Sabah, Sarawak & Brunei Darussalam. The Sabah Society, Wildlife Conservation Society dan World Wildlife Fund Malaysia. Hal. 312, L.G. 44
- ^ "Alamendah: Ciri sigung". 18 September 2012.
- ^ a b c Corbet, G.B. & J.E. Hill. 1992. The Mammals of the Indomalayan Region: a systematic review. Nat. Hist. Mus. Publ. and Oxford Univ. Press. P. 201
- ^ Anjali Goswami; Anthony Friscia (30 September 2010). Carnivoran Evolution: New Views on Phylogeny, Form and Function. Cambridge University Press. hlm. 30. ISBN 978-0-521-73586-5.