Sigung
| ?Sigung | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Status konservasi | ||||||||||||
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||
|
||||||||||||
| Genera | ||||||||||||
Sigung adalah binatang mamalia yang memiliki warna hitam dan putih. Sigung termasuk golongan binatang penyendiri yang mencari mangsa pada malam hari. Sementara dari pagi hingga petang, ia lebih suka bersembunyi dalam terowongan. Di Indonesia binatang ini juga disebut teledu.
Sigung mempunyai habitat di hutan-hutan sekunder hingga pada ketinggian 2000 mdpl. merupakan binatang omnivora yang mempunyai makanan kesukaan antara lain serangga, cacing tanah, tikus, katak, ular, burung, dan telur. Sigung juga memakan buah-buahan, akar, jamur, dan dedaunan.
Bobot tubuh sigung cukup bervariasi, antara 1,4 - 3,6 kilogram. Panjang badannya bisa mencapai 50 sentimeter.
Ciri khusus [sunting]
Yang paling khas dari sigung adalah kemampuannya mengeluarkan sejenis gas yang berbau menyengat dan busuk dari kelenjar khusus yang terdapat di sekitar anusnya. Kelenjar ini menghasilkan bau yang mengandung sulfur (belerang), methyl and butyl thiols. Bau ini berfungsi sebagai alat pertahanan diri terhadap predator.
Sigung yang merasa terpojok akan mengancam lawan atau predator dengan cara menundukkan kepala, menaikkan ekornya, dan akan menjejak-jejakkan cakar depannya di tanah. Jika musuh atau predator tidak segera pergi, sigung akan melengkungkan tubuhnya menyerupai huruf “U” dengan kepala dan dubur menghadap ke lawannya. Dan menyemburlah bau yang sangat busuk
Semburan sigung sangat kuat hingga mampu mencapai jarak 3,6 meter yang arahnya bisa ke kanan, ke kiri, ke atas, atau lurus. Bau ini sangat kuat yang mampu menyebabkan iritasi dan kebutaan.
Pranala luar [sunting]
- (Inggris)The Skunk Remedy Homepage Karya Paul Krebaum
- (Inggris)Sigung sebagai hewan peliharaan
Lihat juga [sunting]
- Teledu Sigung, Sigung yang hanya ada di Indonesia.
