Tanjung Mutiara, Agam
| Tanjung Mutiara | |
|---|---|
| — Kecamatan — | |
| Negara | |
| Provinsi | Sumatera Barat |
| Kabupaten | Agam |
| Pemerintahan | |
| • Camat | Boy Vetris, SH., M.Si. |
| Luas | - km² |
| Jumlah penduduk | - |
| Kepadatan | - jiwa/km² |
| Nagari/kelurahan | - |
Tanjung Mutiara adalah sebuah kecamatan yang terletak pada kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Awal mulanya adalah sebuah nagari bernama Tiku. Secara yuridis Kecamatan Tanjung Mutiara termasuk wilayah Kabupaten Agam tapi secara kultur Tanjung Mutiara memakai adat Pariaman dengan ciri khas pengantin pria dijemput dengan uang.
Objek wisata yang sayang untuk dilewatkan adalah Pantai Bandar Mutiara yang berpasir putih dengan ombak yang cukup besar. Keunikan pantai ini adanya Arus bawah yang berputar sehingga ombak yang mengarah ke pantai tidak tegak lurus tapi berbelok ke arah kanan. Jadi kalo kita berenang di pantai tanpa terasa kita terseret ke arah kanan.
Setiap tahun menjelang memasuki bulan puasa ada tradisi pesta patai Tiku yang ramai dikunjungi oleh semua lapisan umur. Sekedar berkumpul dipantai menyambut kedatangan bulan puasa yang juga diselingi hiburan organ tunggal. Satu hari menjelang hari raya Idul fitri terdapat juga tradisi membantai jawi ( menyemblih sapi) bisa mencapai 200 ekor dalam semalam untuk memenuhi konsumsi daging pada hari raya idul fitri. Daging itu dijual di pasar Tiku.
Penduduk kecamatan Tanjung Mutiara kebanyakan berprofesi sebagai nelayan. Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dengan garis pantai sepanjang 43 kilometer. Dengan menggunakan alat tangkap yang masih tradisional seperti bagan, payang, pukat, bahkan alat pancing nelayan mampu menangkap ikan sekitar 10 ton per hari.[1]
Catatan kaki [sunting]
- ^ Daniel Dhakidae, ed. (2003). Profil Daerah: Kabupaten dan Kota Jilid 3. Penerbit Buku Kompas. pp. 73–75. ISBN ISBN 979-709-100-7.
sdss
Pranala luar [sunting]
- (Indonesia) Situs web resmi Kabupaten Agam
|
|||||
|
|||||||
