Tanda seru

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
!

Tanda baca

titik .
koma ,
titik koma ;
titik dua :
hubung -,
pisah , , ,
elipsis , ...
tanda tanya ?
tanda seru !
kurung ( ), [ ], { }, < >
tanda petik ‘ ’, “ ”
garis miring /
penyingkat '
Pemisah kata
spasi ( ) () () ( ) () () ()
titik tengah ( · )
Tipografi umum
guillemets « »
solidus
dan &
at @
asterisk *
backlash \
bullet
sirkumfleks ^
hak cipta ©
mata uang generik: ( ¤ )
spesifik: ฿, ¢, $, , ƒ, , , , £, , ¥, , ,
dagger ( , )
derajat ( ° )
ditto ( )
seru terbalik ( ¡ )
tanya terbalik ( ¿ )
pagar ( # )
nomor ( )
ordinal (º, ª)
persen ( %, ‰, )
pilcrow ( )
prime ( )
merk ( ® )
seksi/bagian ( § )
tanda servis ( )
tilda ( ~ )
trademark ( )
umlaut ( ¨ )
garis bawah ( _ )
garis vertikal ( |, ¦ )
Tipografi tak umum
asterism ( )
index ( )
tanda "jadi" ( )
tanda "sebab" ( )
interrobang ( )
ironi ( ؟ )
lozenge ( )
tanda Jepang ( )
tie ( )

Tanda seru adalah tanda baca yang biasanya digunakan setelah suatu interjeksi atau kalimat seruan untuk menunjukkan perasaan atau suara tinggi dan sering menandai akhir suatu kalimat. Tanda seru umum ditemukan di berbagai bahasa dan sistem tulisan, meskipun dengan variasi makna dan simbol.

Bahasa Indonesia[sunting | sunting sumber]

Menurut pedoman EYD [1], tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat. Contoh:

  • Alangkah seramnya peristiwa itu!
  • Bersihkan kamar itu sekarang juga!
  • Masakan! Sampai hati juga ia meninggalkan anak-istrinya!
  • Merdeka!

Tanda ini digunakan sebagai akhir kalimat dan tidak boleh disertai dengan tanda titik.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]