Celah bibir
| Sumbing | |
| Klasifikasi dan bahan-bahan eksternal | |
| Bayi dengan sumbing bibir dan langit-langit mulut | |
| ICD-10 | Q35.-Q37. |
| ICD-9 | 749 |
| DiseasesDB | 29604 29414 |
| eMedicine | ped/2679 |
Celah bibir atau Sumbing merupakan cacat akibat kelainan deformitas kongenital yang disebabkan kelainan perkembangan wajah selama gestasi. Sumbing dapat terjadi pada bibir, langit-langit mulut (palatum), ataupun pada keduanya. Sumbing pada bibir disebut cheiloschisis sedangkan sumbing pada langit-langit mulut disebut palatoschisis. Penanganan sumbing adalah dengan cara operasi.
Daftar isi |
[sunting] Insiden
Insiden atau angka kejadian pada kelahiran bervariasi. Data pada tahun 1980-1988, Malta memiliki angka kejadian sumbing 3,7 dalam 10 ribu kelahiran, Odense, Denmark, angka kejadian sumbing 17,6 dalam 10 ribu kelahiran, sedangkan Belanda memiliki angka kejadian 16,2 dalam 10 ribu kelahiran.[1]
[sunting] Penyebab
Penyebab celah bibir ada berbagai macam diantaranya usia ibu waktu melahirkan, perkawinan antar penderita celah bibir.[2]
[sunting] Diagnosis
Diagnosis biasanya dilakukan pada saat lahir.[1]
[sunting] Penanganan
Penanganan sumbing adalah dengan operasi, dengan waktu terbaik pada saat usia dua setengah hingga tiga bulan.[2]
[sunting] Referensi
- ^ a b (Inggris) Cornel, Martina C. (1992). "Some epidemiological data on oral clefts in the northern Netherlands 1981-1988". Journal of Cranio-Maxillo-Facial Surgery (European Association for Cranio-Maxillo-Facial Surgery): 147-152.
- ^ a b (Indonesia) Bustami, Nawazir (1997). "Hasil Penelitian Bibir Sumbing di Kabupaten 50 Kota dan Solok, Sumatra Barat" (html). Cermin Dunia Kedokteran 120: 54. http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/18BibirSumbingdiKabupaten50KotadanSolok120.pdf/18BibirSumbingdiKabupaten50KotadanSolok120.html. Diakses pada 18 Agustus 2010.
[sunting] Pranala luar
| Wikimedia Commons memiliki kategori mengenai Celah bibir |