Langobardi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Suku Langobardi)
Langsung ke: navigasi, cari
Mahkota Besi Langobardi yang digunakan untuk memahkotai Raja Italia hingga tahun 1946.

Suku Langobardi, Longobard, Langobard atau Lombard, adalah suku Jermanik yang menguasai Kerajaan Langobardi di Italia dari tahun 568 hingga 774.

Sejarawan Langobardi Paul sang Deakon menulis di Historia Langobardorum bahwa mereka berasal dari suku kecil yang disebut Winnili,[1] yang tinggal di Skandivania selatan[2] sebelum bermigrasi ke selatan untuk mencari negeri baru. Pada abad ke-1 mereka merupakan bagian dari Suebi di Jerman barat laut. Kemudian, pada abad ke-5, mereka pindah ke wilayah yang kini disebut Austria di sebelah utara sungai Donau. Di situ mereka mengalahkan suku Herul dan selanjutnya terus menerus berperang dengan suku Gepid. Raja Langobardi Audoin berhasil mengalahkan pemimpin Gepid Thurisind pada tahun 551 atau 552, dan penerusnya Alboin berhasil menghancurkan Gepid dalam Pertempuran Asfeld pada tahun 567.

Setelah kemenangan ini, Alboin memutuskan untuk memimpin rakyatnya ke Italia, yang jumlah penduduknya berkurang drastis akibat peperangan antara Kekaisaran Romawi Timur melawan Kerajaan Ostrogoth. Tentara Lombard dibantu oleh orang Sachsen, Herul, Gepid, Bulgar, Thuringia, dan Ostrogoth, sehingga jatuhnya Italia seolah sudah tak terhindar lagi. Pada akhir tahun 569, mereka telah menguasai semua kota penting di sebelah utara Sungai Po kecuali Pavia yang jatuh pada tahun 572. Pada saat yang sama, mereka menduduki Italia tengah dan selatan. Kerajaan Langobardi lalu didirikan dan dinamai Regnum Italicum ("Kerajaan Italia") yang mencapai puncak kejayaannya pada masa kekuasaan Liutprand pada abad ke-8. Pada tahun 774, kerajaan Langobardi ditaklukan oleh raja Frank, Karel yang Agung. Namun, bangsawan Langobardi masih menguasai sebagian wilayah Italia hingga abad ke-11, saat mereka ditaklukan oleh bangsa Norman dan menjadi bagian dari County Sisilia.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Priester, 16. From the Old Germanic Winnan, meaning "fighting", "winning".
  2. ^ Harrison, D.; Svensson, K. (2007). Vikingaliv Fälth & Hässler, Värnamo. ISBN 978-91-27-35725-9 p. 74