Stasiun Kereta Api Kuala Lumpur
| Kuala Lumpur | |
|---|---|
Pandangan Stasiun Keretapi Kuala Lumpur, ke arah tenggara. |
|
| Statistik stasiun | |
| Alamat | Jalan Sultan Hishamuddin, Kuala Lumpur, Malaysia. |
| Koordinat | 3°8′22″LU 101°41′36″BT / 3,13944°LU 101,69333°BT |
| Jalur | Rute Rawang-Seremban dan Rute Sentul-Pelabuhan Klang (KTM Komuter) (1995 hingga kini) Rute Sentral KL-Ipoh-Sentral KL (KTM Antarabandar) (sejak 2008) |
| Peron | 2 platform tepi dan 1 platform pulau. |
| Rel | 4 |
| Parkir | Ada. |
| Informasi lain | |
| Dibuka | 1886 |
| Dibangun kembali | 1910 |
| Aliran listrik | 1995 |
| Kode | KLUMPUR (KTM Komuter) |
| Dimiliki oleh | Keretapi Tanah Melayu |
Stasiun Kereta Api Kuala Lumpur merupakan sebuah stasiun yang terletak di Kuala Lumpur, Malaysia. Setelah siap dibangun pada tahun 1910 untuk menggantikan sebuah stasiun yang lebih lama pada situs yang sama, stasiun ini pernah dijadikan pusat kereta di kota ini untuk Keretapi Negeri-Negeri Melayu Bersekutu (bahasa Inggris: Federated Malay States Railway) dan Keretapi Tanah Melayu, sebelum Kuala Lumpur Sentral mengambil alih banyak perannya pada tahun 2001. Stasiun ini terkenal dengan gaya pembangunan, memiliki campuran desain Barat dan Timur.
Stasiun ini terletak di Jalan Sultan Hishamuddin, dulu dikenal sebagai Victory Avenue, yang pernah merupakan bagian dari Jalan Damansara. Stasiun ini terletak dekat dengan Gedung Kereta Tanah Melayu yang dirancang dengan mirip, dan juga Masjid Negara dan Kompleks dayabumi. Stasiun LRT Pasar Seni terletak sejauh 400 meter, melintasi Sungai Klang.
Platform [sunting]
Stasiun ini memiliki 3 platform tinggi memperlakukan 4 landasan, terdiri dari 2 platform tepi (platform 1 dan 4) pada dua sisi dan 1 platform pulau (platform 2 dan 3) di tengah. Platform tambahan yang ditambahkan pada tahun 1986 diberikan tambahan akhiran "a", misalnya Platform 2a untuk tambahan platform 2 yang asli.
Sebelum pembukaan Kuala Lumpur Sentral, semua platform diberikan peran yang berikut:
- Platform tepi dikhususkan untuk layanan kereta Antarabandar. Kaunter tiket untuk layanan ini berada di antara bangunan lama dan baru. Dengan berpindahnya layanan Antarabandar ini ke Sentral Kuala Lumpur, platform ini kini lengang. Wwlau demikian, platform ini masih digunakan untuk penggunaan kereta barang. Platform tepi seperti lantai bawah bangunan stasiun, adalah terbuka untuk umum.
- Platform pulau dikhususkan untuk layanan KTM Komuter rute Rawang-Seremban dan Rute Sentul-Pelabuhan Klang
- Platform Pulau stasiun biasanya ditugaskan untuk melayani KTM layanan Komuter baik dari Rawang-Seremban dan Rute Sentul-Pelabuhan Klang, sebagai counter tiket KTM Komuter dan faregate ke dan dari layanan KTM Komuter yang terhubung.
Selain itu, platform pulau tua tetap pada ketinggian aslinya seperti ketika stasiun dibangun, secara signifikan lebih rendah dari platform yang ekstensi pulau dan pintu-pintu masuk kereta api komuter, sebuah inconvinience untuk penumpang masuk dan keluar kereta Komuter. Oleh karena itu, KTM Komuter kereta biasanya berhenti pada platform baru, mendorong penumpang untuk meninggalkan stasiun melalui pintu keluar, baru utara.
Senibina [sunting]
Stasiun Jakarta pada mulanya terdiri dripada satu terminal utama di bagian depan banggunan dan tiga platform kereta menangani empat landasan di bagian belakang.
Struktur utama yang mngandungi dewan utama, kaunter tiket, dan kantor, terutama dirancang dalam stail "Raj", campuran Barat dan Mughal sama seperti arsitektur kebangkitan Moorish atau Indo-Arab, yang menjadi populer seketika pada akhir abak ke-19 dan awal ke- 20 di koloni India, termasuk juga di Eropa dan Inggris. Dikuasai oleh bangunan ladam kuda dan gerbang Ogee, dan Chhatri besar (enam asanya, dengan tambahan dua kemudian) pada sudut bangunan menemani variasi lebih kecil di depan, stasiun ini sebanding dengan bangunan Sultan Abdul Samad dan struktur yang dibangun sekitar Dataran Merdeka selama periode ini. Selain bangunan utama stasiun, tambahan bangunan tiga lantai di sayap kanan ditambahkan pada awal periode operasi, mengunapakai desain saat Bara dengan serambi sekeliling dan gerbang segmen dengan luas berbeda. Bagian depan stasiun diplaster sepenuhnya, berbeda dengan bangunan style sama yang memilih bangunan bata terkena, dn dicat dalam warna cerah (biasanya putih atau krim) selama layanan.
Pelantarnya ditutup dengan atap bekerangka baja, yang pada awanya lebh pendek saat awal periode stasiun beroperasi. Atapnya awalnya disepuh, dan dibuka sebagian untuk mengizinkan asap dari kereta uap terbebas; atap kepingan berlekuk-lekuk digunakan sebagi pengganti selama periode penggunaan stasiun berikutnya. Sisi anjungan tidak terhubung bangunan utama dan dikelilingi tembok yang dibangun menurut gaya yang sama dengan bangunan utama. Platform dan bangunan utama terhubung satu sama lain melalui dua jalur bawah tanah.
Desain tambahan anjungan saat pengubahsuai stasiun pada tahun 1986 mengambi pendekatan lebih saat, terdiri dari tiang beton besar mendukung atap berkerawang dan kantor tiket di bongkah beton di ujung utara, tergantung dua tingkat di udara. Dinding putih dan gerbang yang bertindak sebagai hiasan pada tambahan lebih menyerupai kompleks dayabumi dibandingkan stasiun asal. Tambahan baru terhubung dengan dayabumi melalui jalur pejalan tergantung.
Pranala luar [sunting]
Media yang berhubungan dengan Stasiun Kereta Api Kuala Lumpur di Wikimedia Commons.- Stesyen Keretapi Kuala Lumpur
- Keretapi.com - Kuala Lumpur Railway Station
- Farewell My Lovely, A tribute to this old beauty - N.Senthilkumaran
- Official Heritage Station Hotel website
- The Heritage Station Hotel at KL-Hotel.com, for a few corridor images.
| Stasiun sebelumnya | Jalur Rel (Lembah Klang) | Stasiun selanjutnya | ||
|---|---|---|---|---|
| Bank Negara | Rute Sentul-Pelabuhan Klang | KL Sentral | ||
| Bank Negara | Rute Rawang-Seremban | KL Sentral | ||
| Masjid Jamek | Rute Kelana Jaya 400m ke Pasar Seni |
KL Sentral | ||
