Srigading

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Srigading
Flower & flower buds I IMG 2257.jpg
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Lamiales
Famili: Oleaceae
Genus: Nyctanthes
Spesies: N. arbor-tristis
Nama binomial
Nyctanthes arbor-tristis
L.

Srigading merupakan pohon kecil atau semak yang biasa ditanam di pekarangan rumah. Tumbuhan yang berasal dari Asia Selatan ini tidak berbentuk indah namun ditanam karena harum bunganya yang menyeruak di malam hari. Dengan warna mahkota bunga yang khas, bunganya mekar setelah matahari terbenam. Pada siang hari bunga yang mekar pada malam sebelumnya luruh.

Pertelaan[sunting | sunting sumber]

Pohon kecil atau semak. Batang lunak dengan permukaan kasar, agak bergabus. Daun tersusun berselang-seling, tunggal, dengan bentuk bundar telur, ujung meruncing, permukaannya kasar, tepinya rata, kadang-kadang beringgit. Bunganya harum, dengan mahkota bunga lima hingga delapan berwarna putih tetapi di bagian tengahnya jingga cerah, tersusun secara berkelompok. Buahnya bertipe kendaga bundar berbentuk hati, pipih, dengan diameter 2cm, dengan dua ruang, masing-masing berisi satu biji.

Pemanfaatan[sunting | sunting sumber]

Selain sebagai tanaman hias pekarangan, srigading ditanam di pekuburan di Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai pengharum lingkungan, mendampingi kamboja. Bunganya dapat menghasilkan warna kuning yang sulit dihilangkan, sehingga dijadikan sumber pewarna kuning. Selain itu, bunga yang kering kadang-kadang dicampurkan pada seduhan teh sebagai pengharum.

Biji, bunga, dan daun mengandung bahan-bahan pemicu imunitas, pelindung hati, anticacing, antivirus dan antijamur. [1] Daunnya dipakai dalam pengobatan Ayurweda.

Srigading juga masuk dalam mitologi India dalam kisah kehidupan Krishna.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Puri, A., Saxena, R., Saxena, R. P., Saxena, K. C., Srivastava, V., & Tandon, J. S. Immunostimulant activity of Nyctanthes arbor-tristis L. J. Ethnopharmacol. 42 (1): 31-37. Abstract